MANAGED BY:
MINGGU
07 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 11 Maret 2020 14:27
Susahnya Menjaga Kayu Hutan di Pulau Laut: Kayu Disita, Petugas Hutan Dikalungi Parang
BERTEMU PENGANCAM: Dewi Wulansari (kiri) di Mapolres Kotabaru, Selasa (10/3) kemarin. Dia diancam Madi (berdiri baju biru) saat mengamankan pembalakan kayu. | FOTO: ZALYAN SHODIQIN ABDI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Dewi Wulansari hampir kehilangan nyawanya saat mengamankan kayu diduga hasil pembalakan hutan. Dewi diancam dengan pistol revolver kaliber 22.

----

Akhir Februari tadi, tepatnya tanggal 27. Bersama anak buahnya, Kepala KPH Pulau Laut Sebuku, Dewi Wulansari, melakukan patroli rutin di Kecamatan Pulau Laut Tengah.

Di tepi poros jalan raya, di kegelapan. Mereka menemukan tumpukan kayu meranti. Sebanyak lima kubik. Ditunggui tiga orang pria.

Ditanya petugas asal-usul kayu dan siapa pemiliknya, tiga orang pria mengaku tidak tahu. Petugas lantas membawa kayu itu ke kantor. "Ada lima kubik. Cuma yang bisa kami angkut ke kantor (di Desa Mekarpura), cuma 3,5 kubik," kata Dewi saat jumpa pers di aula Mapolres Kotabaru, Selasa (10/3) kemarin.

Malam harinya, sekitar pukul 01.00, datang pria paruh baya berbadan kekar ditemani dua rekannya. Memakai mobil. Di depan kantor KPH, pria kekar bernama Madi itu turun mencabut parang.

Saat itu Dewi masih di kantor. Ke luar menyambut Madi. Namun pria yang tinggal di Mekarpura itu langsung mencengkeram baju atas Dewi dan meletakkan parang di leher perempuan itu.

Madi mengakui kayu yang disita miliknya. Ia meminta kayu itu dikembalikan.

Melihat itu, Polhut yang bertugas di kantor KPH tergopoh ke luar. Membawa senjata api. Meminta Madi pulang.

"Tapi pelaku (Madi) berkata: kamu punya senjata saya juga punya," ujar Kapolres Kotabaru Ajun Komisaris Besar Polisi Andi Adnan Syafruddin menceritakan kronologi kejadian.

Habis berkata seperti itu, Madi balik ke mobil. Mengambil senjata api jenis revolver kaliber 22. Lantas memperlihatkannya kepada petugas.

Melihat senjata teracung, suasana mendadak mencekam. Beberapa Polhut melindungi Dewi. Juga mengacungkan senjata. Siap kemungkinan terburuk.

Malang, kantor KPH berada di dalam hutan. Agak jauh dari permukiman. Berteriak pun, orang kampung kecil kemungkinan ada yang mendengar.

Beruntung, tembak-menembak tidak terjadi. Madi balik kanan. Sembari mengeluarkan ancaman. "Dia bilang, kalau kayu tidak dikembalikan maka akan ada kerusuhan," ujar Andi Adnan mengutip kembali ancaman yang dilontarkan Madi saat itu.

Usai kejadian, KPH segera melapor ke Mapolsek Pulau Laut Tengah. Kapolsek Iptu Pato segera melapor ke Kapolres. "Kami turunkan 25 orang memburu pelaku," ungkap Andi.

Tapi Madi sudah keburu kabur. Namun pengejaran terus dilakukan. Minggu (8/3) tadi, Madi akhirnya dibekuk di rumah koleganya di Desa Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. Penangkapan itu dibantu tim dari Polda Kalsel dan Polres Batola.

"Kami kenakan empat pasal sekaligus supaya ada efek jera. Jangan pernah melawan petugas negara ketika petugas negara sedang melakukan tugasnya," tegas Andi Adnan.

Dari keterangan Andi, pelaku dikenal punya jejaring luas. Revolver yang dia pakai milik DPO Polres Kotabaru, Kambayang, yang beberapa tahun silam melakukan pembunuhan di Hampang.

"Kambayang sedang kita kejar. Juga dua orang yang menemani pelaku malam itu di Kantor KPH," bebernya.

Selain revolver, polisi juga menyita satu buah Pen Gun kaliber 22. Senjata rakitan ini hasil pembelian Madi di toko online asal Pare Kediri. Pare memang dikenal sebagai sentra pembuatan senapan angin dan shoftgun.

Usai sesi jumpa pers, Madi sempat meminta izin kepada polisi untuk menghampiri Dewi. "Izin saya mau minta maaf," pintanya pada polisi yang memegang senjata berat.

Dengan tangan diborgol Madi menjabat tangan Dewi. "Maaf ya Bu, saya khilaf," lirihnya. Dewi menerima tangan Madi sembari melemparkan senyum pengertian kepada pria yang hampir mencelakainya itu.

"Shock sih tidak. Cuma sempat kaget saja. Ini kali pertama saya alami kejadian begini," ucap Dewi saat ditanya perasaannya. (zal/ran/ema)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers