MANAGED BY:
SELASA
26 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 11 Maret 2020 14:33
Ulin Diancam Kepunahan; Siapa yang Mau Menjaga Kayu Hutan Endemis ini..?
BERLIMPAH: Salah seorang karyawan kayu di Jalan Kelurahan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Liang Anggang saat mengolah kayu ulin menjadi kotak septic tank, kemarin. Kayu ulin kini mudah didapatkan, setelah dihapus dari daftar flora yang dilindungi. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Meski keberadaannya semakin langka, namun pemerintah nampaknya enggan mempertahankan populasi kayu ulin. Secara mengejutkan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menghapus tanaman khas Kalimantan ini dari daftar tumbuhan yang dilindungi.

----

Pencabutan status tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PermenLHK) Nomor 106/2018, perubahan atas PermenLHK Nomor 20/2018 tentang Penghapusan 92 Satwa khusus burung berkicau dan 106 flora khusus untuk 10 jenis tumbuhan.

Dicoretnya tanaman yang biasa disebut kayu besi ini dari flora yang dilindungi, dikhawatirkan membuka ruang bagi para pemburu kayu-kayu eksotis bernilai ekonomi tinggi untuk memperdagangkannya secara masif. Yang akhirnya membuat ulin semakin langka dan punah.

Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyo sangat menyesalkan kebijakan pemerintah mencoret kayu ulin dari daftar tanaman yang dilindungi. “Kita sangat menyesalkan kebijakan tersebut. Kalau tidak diatur, maka pohon Ulin akan punah,” ucapnya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Menurutnya, semestinya sebelum dicoret sebagai flora yang dilindungi, pemerintah sudah melakukan kajian secara komprehensif terlebih dahulu. Secara regulasi harus ada aturan tata kelola untuk menahan laju kepunahan pohon ulin. “Kebijakan yang dihasilkan harus berpijak terhadap kebutuhan bangunan lokal, kelestarian lingkungan agar pohon ulin tak punah,” ujarnya.

Secara tegas dia menyampaikan bahwa Walhi Kalsel menolak dan menuntut KLHK untuk membatalkan PermenLHK Nomor 106/2018 yang mengeluarkan kayu ulin dan tumbuhan terancam lainnya dari tanaman yang dilindungi. "Karena, hal ini memperlihatkan keberpihakan pemerintah terhadap investasi tanpa memperhatikan kekayaan sumber daya alam hayati yang nyaris punah di Kalimantan," tegasnya.

Dia menuturkan, kayu ulin yang tumbuh secara alami di hutan alam saat ini populasinya terbatas. Sehingga, perlu dilindungi karena eksploitasi besar-besaran ulin di Kalimantan akan menghilangkan identitas masyarakat adat Dayak dan Banjar. "Hubungan masyarakat adat Dayak dengan ulin itu tidak dapat dipisahkan, kayu ulin dianggap sakral oleh masyarakat adat Dayak," tuturnya.

Ulin sebelumnya dilindungi dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 54/Kpts/Um2/1972 tentang pPohon-pohon di Dalam Kawasan Hutan yang Dilindungi. selain itu, ulin masuk daftar merah Internastional Union for Conservation of Nature (IUCN), organisasi nirlava yang berfokus pada konservasi alam sejak 1998 dan menjadi rujukan perlindungan flora dan fauna yang hampir punah. Ulin masuk dalam daftar tumbuhan langka dan endemis.

Sementara itu, dicoretnya kayu ulin dari daftar flora dilindungi membuat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel harus memutar otak untuk melakukan budidaya. "Khusus di Kalsel, kayu ulin sudah sulit untuk dijumpai. Tapi, untuk kebijakan kami mengikuti Kementerian LHK," kata Kepala BKSDA Kalsel, Mahrus.

Dia mengungkapkan, agar ulin tak cepat punah, saat ini BKSDA Kalsel mendorong penanaman ulin di Banua. "Sekarang pembudidayaan di persemaian cukup banyak. Termasuk di Miniatur Hutan Tropis di Perkantoran Provinsi Kalsel," ungkapnya.

Secara terpisah, Kabid Perlindungan Hutan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (PKSDAE) Dinas Kehutanan Kalsel, Pantja Satata memastikan, populasi kayu ulin akan tetap terjaga meski dicoret dari status dilindungi. "Karena pemanfaatan kayu ulin tetap ada aturannya. Bila diambil dari dalam kawasan hutan tanpa izin, pelakunya akan tetap kami tangkap. Kami akan perketat di hulunya," tegasnya.

Menurutnya, di Kalsel sangat jarang ada kayu ulin yang tumbuh di luar kawasan hutan. Kalaupun ada, dia memastikan usianya belum siap untuk ditebang. "Umur ulin yang siap ditebang 'kan sampai ratusan tahun. Ulin usia segitu hanya ada di hutan," ujarnya.

Karena sebagian besar populasi berada di kawasan hutan, maka dia yakin kayu ulin masih bisa dijaga walaupun dihapus dari daftar dilindungi. "Selama ini kami selalu berkomitmen menjaga tanaman apapun yang ada di dalam kawasan hutan," bebernya.

Pada 2019 lalu misalnya, Pantja menyampaikan, Dishut Kalsel telah menangani 15 kasus temuan kayu ulin ilegal di berbagai daerah. Dengan total barang bukti 88 meter kubik. "Tahun ini kita juga menangkap sopir dan truk yang membawa kayu ulin ilegal di Desa Lalapin, Kecamatan Hampang, Kabupaten Kotabaru pada Februari tadi," ucapnya.

Dia menyampaikan, ulin sendiri masih banyak ditemukan di hutan-hutan Kalsel. Seperti di Kotabaru, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Banjar, HSS dan HST. "Mungkin Kementerian LHK mengeluarkan ulin dari daftar tanaman yang dilindungi lantaran sebagian masyarakat masih memerlukannya. Karena, kalau dilindungi maka ulin tidak boleh digunakan," pungkasnya.

---

Semakin Mudah Mencari Kayu Ulin

Sementara itu, dihapusnya kayu ulin dari daftar flora yang dilindungi nampaknya semakin memudahkan perusahaan dan para penjual kayu untuk mendapatkannya. Hal itu diakui Tatang, salah seorang karyawan perusahaan kayu di Jalan Kelurahan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Liang Anggang, Banjarbaru.

"Iya, beberapa tahun ini sangat mudah mendapatkan kayu ulin. Karena banyak yang mengantar ke sini. Ada dari Kaltim dan beberapa daerah di Kalsel," katanya, kemarin.

Bahkan, saking banyaknya orang yang mengantar, dia mengungkapkan para penjual dan perusahaan kayu yang ada di Jalan Kelurahan sampai kelebihan bahan baku. "Sampai ada kayu yang tidak laku yang dibawa ke sini. Karena kami masih punya banyak stok," ujarnya.

Jalan Kelurahan sendiri selama ini menjadi pusat kayu ulin di Banjarbaru. Ada sejumlah perusahaan dan penjual kayu di sana. Biasanya, mereka mendapatkan kayu dari berbagai daerah yang langsung diantar ke sana. "Kalau siapa yang menebang dan dari mana kayu didapatkan kami tidak tahu," kata Tatang.

Yang jelas menurutnya, kayu yang diantar di Jalan Kelurahan sebagian besar legal. Sebab, para pengantar memiliki izin mengangkut kayu ulin. "Iya, sekarang izin membawa kayu ulin juga lebih mudah. Padahal, lima tahun lalu sangat sulit," ujarnya.

Dia teringat saat izin angkutan kayu sulit, banyak perusahaan di Jalan Kelurahan yang kehabisan stok kayu ulin lantaran tidak ada yang mengantar. "Lima tahun lalu kami sering menganggur, karena kayu jarang datang. Tapi, empat tahun terakhir ini pengiriman selalu lancar," ucapnya.

Di tempatnya sendiri, Tatang menyebut dalam sebulan bisa menerima lima kali kiriman kayu ulin. "Paling banyak kami dapat dari Kaltim. Ada juga dari Pelaihari," bebernya.

Lanjutnya, kayu-kayu ulin tersebut kemudian mereka jual lagi ke masyarakat. "Ada juga yang kami olah menjadi penyangga tandon dan kotak septic tank," paparnya.

Dia menyampaikan, harga kayu ulin yang mereka jual bervariasi. Sesuai dengan kualitasnya. "Kualitas nomor satu harganya Rp18 ribu per dua meter. Nomor dua, Rp16 ribu. Paling murah nomor lima, cuma Rp5 ribu," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Jumat, 22 Mei 2020 11:32

Kasus Covid-19 Bisa Naik Usai Lebaran, Kemenag Kalsel Imbau Tidak gelar Takbiran

BANJARMASIN - Pawai takbiran malam Lebaran dipastikan akan sepi. Tradisi…

Jumat, 22 Mei 2020 11:26

Profesi Penggali Kubur Semakin Dicari

BANJARBARU - Penggali kubur adalah profesi yang paling dicari akhir-akhir…

Jumat, 22 Mei 2020 11:16

Terindikasi Covid-19, Penumpang Dikarantina

BANJARBARU - Beberapa hari menjelang Lebaran, kondisi Bandara Syamsudin Noor,…

Jumat, 22 Mei 2020 10:56

PSBB Banjarmasin Masuki Jilid 3, Pakar Epidemiologi: Lanjutkan, tapi Harus Lebih Tegas

BANJARMASIN - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II di…

Jumat, 22 Mei 2020 10:44

Kalsel Kewalahan Memusnahkan Arsip

BANJARMASIN - Sudah sebulan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel memulai…

Jumat, 22 Mei 2020 10:34

Kapolda Sowan ke Guru Danau

AMUNTAI - Sudah hampir menjadi agenda rutin bagi pejabat instansi…

Jumat, 22 Mei 2020 10:21

MUI Banjarbaru Bolehkan Salat Id, Dengan Syarat

BANJARBARU - Meski sudah sangat mendekati hari H lebaran Idulfitri.…

Jumat, 22 Mei 2020 09:52
Pemko Banjarbaru

Wali Kota Terima Bantuan dari Notaris

BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani, Senin (18/5)…

Jumat, 22 Mei 2020 09:45
Pemkab Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu Imbau Masyarakat Salat Idulfitri di Rumah

BATULICIN - Pemkab Tanbu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan…

Jumat, 22 Mei 2020 09:42
Pemkab Tanah Bumbu

Tetap Peduli Atasi Percepatan Penanganan Stunting

BATULICIN - Meskipun ditengah wabah corona, Pemkab Tanbu tetap peduli…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers