MANAGED BY:
MINGGU
22 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Jumat, 13 Mei 2016 09:19
Disperindag Akan Tindak Tegas Penimbun Gula
KOSONG - Gudang distributor yang masih kosong karena tidak ada pasokan dari Jawa.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Mulai kosongnya gula di gudang-gudang distributor membuat harga gula semakin melejit. Dari pantauan Radar Banjarmasin harga gula sudah menembus Rp17.500 ribu di beberapa pasar di Banjarmasin.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga gula yang makin melejit, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan Syahrul Mamma bersama Disperindag Kalsel melakukan pemantauan gudang-gudang distributor untuk melihat langsung kondisi stok gula di tingkat distributor.

Syahrul menegaskan akan ada sanksi tegas untuk distributor atau pengusaha yang menimbun gula dalam kondisi seperti sekarang ini. Untuk itulah dia meminta masyarakat untuk memberikan informasi kalau ada pengusaha yang menimbun gula di gudangnya.

"Sanksinya sangat tegas dan diatur dalam undang-undang, karena tindakan menimbun barang kebutuhan pokok sangat merugikan masyarakat," jelasnya, baru-baru tadi.
Hal yang sama diungkapkan Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kalsel, Hj Riaharti Zulfahani, sanksinya adalah pencabutan izin usaha kalau memang ada distributor yang menimbun barang.

“Kami sangat berharap para distributor atau pengusaha di Kalsel tidak melakukan penimbunan, karena ini akan membuat masyarakat sengsara. Soalnya, gula semakin kosong di pasaran,” tandasnya.

Disperindag sendiri terus melakukan antisipasi agar harga gula tidak melejit, termasuk melakukan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk pihak Kepolisian. Hal ini dilakukan agar harga gula bisa normal kembali memasuki Ramadan.

Sementara itu, H Aftahudin salah satu distributor gula mengaku kekosongan gula memang sudah terjadi beberapa hari ini. Hal itu karena pasokan gula lokal sangat sulit didapat karena imbas produksi yang minim di produsen gula di Jawa. “Memang Kalsel sangat berdampak, karena masyarakat Kalsel konsumsi gulanya sangat tinggi.

Sedikit saja ada gelojak, harga langsung melambung. Mudah-mudahan dalam waktu dekat pasokan akan sudah berdatangan, sehingga harga gula bisa normal,” tuntasnya.(sya/gr/dye)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*