MANAGED BY:
MINGGU
07 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 18 Maret 2020 12:59
Kejar Janji Sebuku Group
Ilustrasi

PROKAL.CO, KOTABARU - Perusahaan tambang batubara di Pulau Laut milik Agung Sedayu Group, berjanji mengalokasikan dana Rp700 Miliar untuk pembangunan Pulau Laut. Hal ini sesuai janji mereka di tahun 2014 silam.

Sebuku Group, yang kini mayoritas sahamnya dimiliki grup Sedayu Senin (16/3) tadi mengatakan, mereka tetap berpegang pada perjanjian dengan Pemkab Kotabaru yang dibuat di zaman Bupati Irhami Ridjani itu.

"Ini pimpinan saya m- WA. Katanya kita tetap berpegang pada pernjanjian itu," ungkap perwakilan Sebuku Group, Yohan Gessong, saat rapat dengar pendapat di DPRD Kotabaru, baru-baru tadi.

Yohan mengatakan, perusahaan berharap semua pihak tidak lagi melihat ke belakang. Terkait perjanjian yang dibuat di masa Bupati M Sjachrani Mataja sebelumnya. Tapi berpegangan pada perjanjian terbaru.

Tambahnya, perusahaan sekarang sudah mulai menambang di Pulau Laut. Penjualan sendiri menunggu kapal datang. Namun dia mengaku belum tahu batubara akan dijual ke mana.

Sekadar diketahui, permintaan energi sekarang ini merosot tajam. Menyusul lemahnya aktivitas industri negara-negara eksportir seperti China pasca mewabahnya corona.

Kepastian Sebuku Group menambang di Pulau Laut dimulai sejak mereka menang menggugat Pemprov Kalsel di MA. Walau banyak penolakan terkait aktivitas mereka, ditambah dengan pencabutan izin oleh Pemprov Kalsel, namun pengadilan memenangkan izin mereka.

Berangkat dari itu, sekelompok warga Kotabaru yang tergabung dalam Aliansi Kawal Kompensasi Tambang Pulau Luat (AK2TPL) meminta gelar pendapat ke DPRD Kotabaru. Mereka mengejar janji ratusan miliar penambang sebagai kompensasi perizinan di Pulau Laut.

Rapat dengar pendapat pun digelar Senin tadi. Dihadiri unsur pimpinan DPRD dan Sekretaris Daerah Pemkab Kotabaru Said Akhmad.

Dalam rapat itu terungkap. Di tahun 2010, untuk mendapatkan konsesi tambang Pulau Laut, Sebuku Group membuat banyak kompensasi. Di antaranya adalah, membangun jembatan dari Pulau Laut ke Pulau Kalimantan, membangun sarana PLTU, pelabuhan industri, penyediaan air bersih, dan lainnya.

Dalam perjalanan waktu, rencana pembangunan jembatan diambil alih oleh pemerintah pusat. Sehingga, di tahun 2014, kompensasi jembatan diganti dengan kompensasi Rp700 miliar dalam bentuk infrastruktur.

Perjanjian di tahun 2014 itu, berakhir di 11 September 2020. Dalam rapat, Sekjen AK2TPL Rohmat Iswanto mengusulkan perjanjian itu diperpanjang masa waktunya. Karena hingga kini, dana itu belum jelas ke mana rimbanya. "Hilang kabarnya bagai ditelan bumi," ujarnya.

Rapat itu akhirnya menyepakati, masa perjanjian akan diperpanjang. "Perusahaan juga setuju. Cuma kami minta, nanti dalam rapat selanjutnya, pimpinan perusahaan wajib hadir," kata Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis.

Sementara itu, Said Akhmad mengungkapkan, dari dana Rp700 M itu sebagian sudah dibangunkan ke Siring Laut. Sebagian areal Siring Laut merupakan hasil hibah Sebuku Group.

Berapa angkanya? Sekda mengaku tidak ingat persisnya. Namun catatannya ada di Pemkab Kotabaru.

Mantan aktivis Walhi, Asikin Ngile mengatakan, dari yang dia dengar Siring Laut dilaporkan sekitar Rp70 M. Namun katanya dalam rapat, angka itu harus diperiksa, apakah sesuai atau tidak.

Asikin menyarankan, pemerintah secepatnya membuat perencanaan apa-apa saja yang mau dibangun. "Pemerintah Daerah membuat perencanaan secepatnya. Kemudian disampaikan ke Sebuku Group untuk dilaksanakan," sarannya. (zal/ran/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 06 Juni 2020 12:18

Semua Kesetrum Tagihan Listrik

BANJARBARU - Masyarakat Banua ramai-ramai mengeluhkan membengkaknya tagihan listrik pada…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:09
BREAKING NEWS

Banjir, Jalan Sekapuk Macet

BATULICIN - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tanah Bumbu, sejak…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:07

Sabilal Masih Tiadakan Salat Jumat

BANJARMASIN - Usai pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:58

Tidak Laksanakan Protokol Kesehatan, Kemenag Kirim Penyuluh Agama Beri Penyadaran

BANJARBARU - Beberapa waktu lalu, selepas PSBB berakhir. Pemko Banjarbaru…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:56
PARLEMENTARIA

Dewan Bentuk Pansus Covid-19

BANJARBARU - Pihak legislatif akhirnya membentuk Pansus Penanganan Covid-19. Tujuannya…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:52

ASN yang Ngantor Lebih Banyak, yang WFH Sisa 40 Persen

BANJARBARU - Memasuki fase pendisiplinan hingga 13 Juni mendatang. Persentase…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:50

Rapat Online Tak Efektif, Belasan Raperda Mandek

BANJARMASIN - Pandemi mengganggu agenda DPRD Kalsel. Pembahasan rancangan peraturan…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:47

3 Kelurahan Jadi Zona Merah Pekat, Tapi Warga Masih Bisa Nongkrong Santai

Kamis (4/6), jumlah kasus positif COVID-19 di Banjarmasin kembali melonjak.…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:34

Bantu Ketahanan Pangan Masyarakat

RANTAU - Tugas polisi bukan hanya menumpas kejahatan. Tetapi juga…

Sabtu, 06 Juni 2020 10:05

New Normal Kotabaru, Harus Dievaluasi

KOTABARU – Jemaah masjid membeludak salat Jumat di Masjid Agung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers