MANAGED BY:
RABU
01 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 18 Maret 2020 13:12
Tangkal Corona, SMKN 1 Banjarbaru Membuat Hand Sanitizer Sendiri

Manfaatkan Alkohol Tak Terpakai, Yakin Aman Digunakan

BUATAN SENDIRI: Siswa SMKN 1 Banjarbaru mengantre pembersih tangan buatan guru mereka sendiri sebelum memasuki ruangan ujian. | Foto: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Di tengah pandemi virus corona atau Covid-19, orang-orang rela membeli hand sanitizer atau pembersih tangan dengan harga mahal. Hal berbeda dilakukan para guru SMKN 1 Banjarbaru, mereka justru terpikir untuk membuat hand sanitizer sendiri.

-- Oleh: SUTRISNO, Banjarbaru --

Sama seperti sekolah menengah kejuruan lainnya, SMKN 1 Banjarbaru, kemarin (17/3) menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) hari kedua. Sejumlah siswa tampak berbaris di depan kelas untuk bergantian membersihkan tangan mereka menggunakan hand sanitizer, sebelum memasuki ruang ujian.

Ada yang berbeda dari hand sanitizer yang mereka gunakan. Botolnya terlihat tidak ada merek produknya. "Hand sanitizer ini buatan kami sendiri, jadi tidak ada mereknya," kata Kepala SMKN 1 Banjarbaru, Rosehan Anwar kepada Radar Banjarmasin saat bersama-sama memantau para siswa menggunakan hand sanitizer.

Dia mengungkapkan, pembersihan tangan sebelum melaksanakan ujian merupakan imbauan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel. Sehingga, menurutnya hal itu wajib dilakukan guna menghindari Covid-19.

"Pada hari pertama UNBK kemarin (16/3) kami menggunakan sabun. Tapi ribet karena harus menyediakan air untuk membilas. Pagi tadi ternyata ada guru yang berinisiatif membuat hand sanitizer," ungkapnya.

Guru yang dia maksud ialah Agus Riyadi. Pengajar jurusan desain grafis di SMKN 1 Banjarbaru ini mendapatkan ide membuat hand sanitizer dari istrinya yang merupakan dosen jurusan Kimia Industri di Politeknik Malang.

Rosehan pun meminta seorang guru untuk memanggil Agus, guna menjelaskan bahan apa yang digunakan untuk membuat hand sanitizer. "Mulai dari bahan sampai dosisnya dia dapatkan dari istrinya," ujar Rosehan.

Beberapa menit kemudian Agus datang. Pria murah senyum ini tidak keberatan menjelaskan sedikit tentang kandungan hand sanitizer yang diraciknya. "Bahan yang kami gunakan semua aman. Dosisnya juga pas, sesuai penjelasan dari istri saya," katanya.

Agus mengungkapkan, bahan utama yang dia pakai untuk membuat hand sanitizer adalah alkohol etanol yang berfungsi sebagai antiseptik. Setelah itu, dicampur dengan pelembab kosmetik dan sedikit cairan produk antiseptik.

"Kebetulan kami punya stok alkohol etanol tak terpakai bantuan dari pemerintah untuk laboratorium beberapa tahun yang lalu, kalau tidak ada itu mungkin kami kesulitan mencari alkohol. Karena, alkohol sekarang langka," ungkapnya.

Dijelaskannya, alkohol etanol aman digunakan lantaran biasanya untuk campuran makanan dan minuman. Beda dengan alkohol metanol yang sering dipakai sebagai pelarut industri, bukan untuk dikonsumsi. "Pelembabnya juga aman, jadi kalau pakai hand sanitizer ini kita bisa memegang makanan," jelasnya.

Untuk meraciknya, Agus dibantu oleh Hafilludin, salah seorang guru jurusan perhotelan di SMKN 1 Banjarbaru yang juga aktif di PMI Kalsel. "Karena dia tahu bagaimana cara menakar dosis bahan-bahannya," ujar Agus.

Hafilludin juga meyakini hand sanitizer yang mereka buat aman bagi kesehatan. "Dosis kami ukur menggunakan gelas ukur di laboratorium. Jadi, takarannya aman. Sesuai WHO," bebernya.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Banjarbaru, Rosehan Anwar mengaku beruntung sekolahnya bisa membuat hand sanitizer sendiri. Pasalnya, persediaannya di apotek saat ini sangat langka. "Kalaupun ada harganya sekarang mahal," paparnya.

Terkait alkohol etanol yang digunakan, mereka menerima bantuan dari pemerintah antara 2014 atau 2015. Namun tak terpakai lantaran di SMKN 1 Banjarbaru tak ada jurusan kimia. "Pada saat itu semua SMK dapat bantuan peralatan kimia," katanya.

Rosehan mengaku akan terus menggunakan hand sanitizer buatan para guru untuk kebersihan tangan para siswanya. "Sampai ujian berakhir dan anak kelas lain masuk sekolah, hand sanitizer ini bakal terus kami gunakan," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Senin, 30 Maret 2020 12:36

Berita Baik di Tengah Pandemi Corona: Barista Kopi Dibalik Gerakan Pasang Keran Gratis

Dalam perang melawan wabah, Anda tak perlu menunggu menjadi hartawan…

Jumat, 27 Maret 2020 11:51

Fenomena Takhayul Pesisir Kalsel di Tengah Corona

Optimisme beberapa pejabat pemerintah, yang percaya warga akan disiplin tanpa…

Kamis, 26 Maret 2020 13:02

Pakai Jas Hujan, Berharap Kiriman APD Bukan Hanya bagi Perawat Saja

Alat pelindung diri (APD) menjadi pakaian paling "tren" sekarang ini.…

Rabu, 25 Maret 2020 11:49

Cerita-cerita Calon Pengantin yang Gagal Gelar Resepsi; Katering Sudah Pesan Akhirnya Dibagikan ke Anak Yatim

Niat Arif Hendy Wijaya (25) warga Desa Barambai untuk bersanding…

Senin, 23 Maret 2020 12:51

Bincang Santai dengan "Indro Corona"; Sudah Ada Sebelum Masehi, Sembuh dengan Vitamin E

Muhammad Indro Cahyono akhir-akhir ini sibuk mondar-mandir kantor-kantor pemerintah untuk…

Minggu, 22 Maret 2020 05:48

Melihat Penerapan Social Distancing di Bandara Syamsudin Noor

Upaya pencegahan dan meminimalisir penyebaran virus corona atau Covid-19 dilakukan…

Kamis, 19 Maret 2020 11:54

Kondisi Jembatan Ulin Desa Gadung Hilir; Atasnya Masih Bagus, Bawahnya Lapuk Termakan Usia

Jembatan di Rukun Tetangga (RT) 1 di Desa Gadung Hilir…

Rabu, 18 Maret 2020 13:12

Tangkal Corona, SMKN 1 Banjarbaru Membuat Hand Sanitizer Sendiri

Di tengah pandemi virus corona atau Covid-19, orang-orang rela membeli…

Minggu, 15 Maret 2020 07:32

Diduga karena Dampak Peledakan Area Pertambangan, Rumah Warga Desa Pantai Cabe Retak-retak

Warga Desa Pantai Cabe Kecamatan Salam Babaris resah. Hampir semua…

Rabu, 11 Maret 2020 14:27

Susahnya Menjaga Kayu Hutan di Pulau Laut: Kayu Disita, Petugas Hutan Dikalungi Parang

Dewi Wulansari hampir kehilangan nyawanya saat mengamankan kayu diduga hasil…

Pemkab Balangan Lakukan Penyemprotan Disinfektan Massal

Legislatif Dukung Pencegahan Penyebaran COVID-19

YA ALLAH..! Positif Covid-19 Terkonfirmasi Menjadi 8 Orang

Warga Kurang Mampu, Sambung Listrik Diskon 50 Persen

Ibu Kota Banua Tanpa Karantina Wilayah, "KAMI TAKUT..!"

Manager ASDP Dituding Halangi Pemeriksaan Corona di Kapal, Gugus Tugas Rekomendasikan Arif Budiman Pindah

Hotel-Hotel Mulai Rumahkan Karyawan, Permintaan Peniadaan Pajak Ditangguhkan Pemko Banjarmasin

5 Positif, Kalsel Pertimbangkan Karantina Wilayah

Dikuburkan di Balikpapan, Keluarga Bantah Covid-19

Dua PDP Banjarbaru Dikonfirmasi Negatif Covid-19
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers