MANAGED BY:
SABTU
06 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 20 Maret 2020 11:15
Kalsel Siapkan Anggaran Pengendalian Corona
PERIKSA: Petugas memeriksa temperatur pengunjung di sebuah pusat perbelanjaan. Maraknya virus corona membuat pemerintah di Indonesia mencadangkan anggaran untuk pengendalian. | FOTO: CHAIDEER MAHYUDIN/AFP

PROKAL.CO, BANJARBARU - Setelah menetapkan status siaga darurat virus corona atau Covid-19. Pemprov Kalsel mulai melakukan penyusunan skenario anggaran, untuk pengendalian dan penanganan virus yang berasal dari Cina tersebut.

Kabid Anggaran pada Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel, Agus Dyan Nur mengatakan, anggaran untuk penanganan virus corona saat ini sedang mereka koordinasikan dengan Tim Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Kalsel.

"Jadi berapa nanti yang diusulkan oleh tim gugus akan kami bahas dulu dalam Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD)," katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dia mengungkapkan, dalam rangka penanganan pandemi corona yang sudah ditetapkan sebagai wabah nasional. Maka, sesuai ketentuan PP nomor 12 tahun 2019, anggaran penangananan Covid-19 kemungkinan bakal diambil dari belanja tidak terduga.

Secara terpisah, Sekdaprov Kalsel Abdul Haris yang menjabat langsung sebagai Ketua Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan Covid-19 menyampaikan, untuk menganggarkan dana penanganan corona harus melalui mekanisme sesuai aturan yang berlaku.

"Corona ini datangnya tidak direncanakan. Jadi, ada mekanisme sebagai pedoman sebagai acuan penganggaran dana untuk menanganinya," ucapnya.

Bukan hanya itu, dia mengungkapkan, penganggaran juga harus mengikuti petunjuk pelaksanaan atau petunjuk teknis dari kementerian. Baik Kementerian Keuangan, maupun Kementerian Dalam Negeri. "Aturan dari Kementerian Kesehatan dan BNPB sebagai leading sektor penanggulangan virus corona juga menjadi acuan kami," ungkapnya.

Yang jelas Haris menegaskan, Pemprov Kalsel siap mengantisipasi anggaran penanganan wabah virus corona. "Karena gubernur sudah memerintahkan kami agar corona ditangani secara serius, termasuk hal-hal terkait anggaran agar disiapkan, dan semua itu sudah kami lakukan," bebernya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyarankan pemerintah daerah agar menggeser anggarannya untuk mengantisipasi melonjaknya kasus Covid-19. Relokasi anggaran itu diperlukan untuk membiayai penanganan pandemik virus corona di berbagai daerah.

"Ada peraturan yang sudah keluar, Peraturan Mendagri Nomor 20 tahun 2020, serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2020, yang memberi kewenangan para kepala daerah melaksanakan relokasi anggaran, dan cukup memberitahu kepada DPRD," katanya, selepas rapat konsolidasi penanganan Covid-19 bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate, Bandung, Rabu (18/3).

Mantan Kapolri ini menyebut, dana tersebut misalnya bisa digunakan untuk peningkatan fasilitas kesehatan di masing-masing daerah. Di antaranya penambahan ruang isolasi dan fasilitas kesehatannya untuk merawat pasien corona. "Sehingga anggaran ini dapat di alokasikan untuk meningkatkan kapasitas sistem kesehatan di daerah ketika terjadi lonjakan, Insya Allah tidak, kalau terjadi lonjakan, kita sudah siap," sebutnya.

Dia menambahkan, anggaran tersebut juga bisa digunakan daerah untuk memitigasi dampak ekonomi akibat Covid-19. "Anggaran ini juga dapat diberikan untuk membantu masyarakat yang rentan secara ekonomi, misalnya memberi bantuan sembako," tambahnya.

Dicontohkannya, pilihan social distancing saat ini misalnya memukul sektor wisata. "Otomatis pedagang akan sulit. Ini perlu diidentifikasi, dibantu oleh provinsi, kabupaten, kota, selain pemerintah pusat ada program-program dari Kemensos dalam bentuk bantuan tunai dan non tunai, ada bantuan-bantuan yang lain dari BUMN misalnya," kata dia.

Bahkan, realokasi anggaran ini juga bisa digunakan untuk menjaga agar dunia usaha bisa berjalan. "Kita tahu Covid-19 ini dimensinya tidak hanya kesehatan, tapi ada dimensi ekonomi. Oleh karena itu dunia usaha harus tetap hidup," ucapnya.

---

Ajukan Izin Uji Sampel Sendiri

Tim gugus tugas pencegahan, pengendalian, dan penanganan Covid-19 Kalsel belum mendapatkan hasil uji lima pasien dalam pengawasan (PDP) yang tengah diisolasi di ruang Bougenville RSUD Ulin.

"Sudah saya tanyakan berkali-kali. Tapi jawabannya belum ada," beber juru bicara tim Gugus Tugas Covid-19 Kalsel, M Muslim, kemarin. Tak adanya alat uji di Kalsel, membuat Kalsel tak bisa berbuat banyak.

Pemprov sendiri bebernya berusaha meminta kepada Kemenkes agar laboratorium yang dimiliki Pemprov saat ini dapat diberdayakan untuk pengujian tes Covid-19. Untuk mendapatkan izin tersebut memang tak mudah. Perlu meyakinkan pemerintah pusat tentang kesiapan sarana-prasarana termasuk SDM nya.

Muslim mengakui, meski memiliki laboratorium yang bagus. Namun, khusus uji spesimen Covid-19 ada beberapa komponen alat yang masih perlu dilengkapi.

Selain mengajukan laboratorium sebagai uji spesimen, pihaknya memohon bantuan tambahan peralatan teknis untuk menunjang uji spesimen Covid-19. "Saya lupa namanya, teknis sekali. Yang pasti kita tak punya. Daerah lain pun juga banyak yang belum punya," tambah pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kalsel itu.

Berbicara SDM, dia yakin orang Banua mampu melakukan uji spesimen. Apalagi nantinya sebut Muslim, orang dari Kemenkes akan mendampingi terlebih dahulu. "Semoga saja permohonan kita disetujui. Jadi tak perlu menunggu lama seperti sekarang," harapnya.

Sementara, sampai kemarin lima PDP di RSUD Ulin kondisinya terus membaik. "Laporannya masih stabil. Doakan saja agar terus membaik," tandasnya. (ris/mof/ran/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 06 Juni 2020 12:18

Semua Kesetrum Tagihan Listrik

BANJARBARU - Masyarakat Banua ramai-ramai mengeluhkan membengkaknya tagihan listrik pada…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:09
BREAKING NEWS

Banjir, Jalan Sekapuk Macet

BATULICIN - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tanah Bumbu, sejak…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:07

Sabilal Masih Tiadakan Salat Jumat

BANJARMASIN - Usai pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:58

Tidak Laksanakan Protokol Kesehatan, Kemenag Kirim Penyuluh Agama Beri Penyadaran

BANJARBARU - Beberapa waktu lalu, selepas PSBB berakhir. Pemko Banjarbaru…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:56
PARLEMENTARIA

Dewan Bentuk Pansus Covid-19

BANJARBARU - Pihak legislatif akhirnya membentuk Pansus Penanganan Covid-19. Tujuannya…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:52

ASN yang Ngantor Lebih Banyak, yang WFH Sisa 40 Persen

BANJARBARU - Memasuki fase pendisiplinan hingga 13 Juni mendatang. Persentase…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:50

Rapat Online Tak Efektif, Belasan Raperda Mandek

BANJARMASIN - Pandemi mengganggu agenda DPRD Kalsel. Pembahasan rancangan peraturan…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:47

3 Kelurahan Jadi Zona Merah Pekat, Tapi Warga Masih Bisa Nongkrong Santai

Kamis (4/6), jumlah kasus positif COVID-19 di Banjarmasin kembali melonjak.…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:34

Bantu Ketahanan Pangan Masyarakat

RANTAU - Tugas polisi bukan hanya menumpas kejahatan. Tetapi juga…

Sabtu, 06 Juni 2020 10:05

New Normal Kotabaru, Harus Dievaluasi

KOTABARU – Jemaah masjid membeludak salat Jumat di Masjid Agung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers