MANAGED BY:
SELASA
26 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Minggu, 22 Maret 2020 05:23
Swasta Bakal Diwajibkan ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Banjarbaru
SUDAH BEROPERASI: Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Gunung Kupang Banjarbaru bakal dimaksimalkan dengan diterbitkannya payung hukum yang akan mengatur soal retribusi pengolahan limbah cair domestik untuk menertibkan pengelolaan limbah dari pihak swasta. | Foto: Muhammad Rifani/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARBARU - Komisi III DPRD Banjarbaru pada Kamis (19/3) lalu mengecek kondisi dan kesiapan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) milik Pemko Banjarbaru di TPAST Gunung Kupang.

Dalam peninjauan tersebut, pada intinya pihak legislatif menyatakan bahwa IPLT ini dinilai siap dan laik pakai. Hal ini sendiri berkaitan dengan penggodokan Raperda Retribusi Penyedotan Kakus dan Retribusi Pengolahan Limbah Cair Domestik di Kota Banjarbaru.

Selaku otoritas penanganan limbah cair domestik di Kota Idaman. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru sangat mengapresiasi terkait bakal adanya legalitas berupa payung hukum terkait retribusi soal limbah.

Sebab, diceritakan oleh Kepala Dinas LH Banjarbaru, Sirajoni, bahwa sejauh ini IPLT belum digunakan pihak swasta. Dalam hal ini pihak yang menyediakan jasa penyedotan tinja di Kota Banjarbaru.

"Jika nanti Raperda ini sudah disahkan, maka pengolahan limbah cair domestik itu harus dikelola di IPLT ini. Sejauh ini, kita tidak tahu bagaimana pihak swasta mengolahnya dan kemana membuangnya," kata Sirajoni.

Selain untuk menertibkan pengolahan limbah tersebut. Raperda ini jelas kata Sirajoni sebagai kewajiban untuk menyelamatkan lingkungan di Banjarbaru. Mengingat, Limbah ini syarat akan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola secara baik.

"Di IPLT, limbah akan dikelola dan diolah menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat. Salah satunya selama ini kita mengolahnya menjadi kompos pupuk yang bisa dimanfaatkan," ungkapnya.

Ditambahkan oleh Kasi Pengelolaan Persampahan DLH Banjarbaru, Hafidz bahwa sejauh ini IPLT ini mampu mengolah rata-rata 150 meter kubik limbah cair dalam satu bulannya.

"Untuk proses pengolahannya estimasinya 15 hari. Kapasitas kolam kita masing-masing 25 meter kubik, totalnya ada empat kolam, sehingga mampu menampung 100 meter kubik," katanya.

Dalam pengolahannya, keempat kolam ini tidak langsung difungsikan bersamaan. Sehingga, dalam satu bulannya proses pengolahan bisa mencapai tiga kali dengan hasil olahan mencapai 150 meter kubik per bulannya.

"Dalam satu hari rata-rata limbah itu masuk sini 2-5 meter kubik. Ini dari limbah non swasta, dalam hal ini pemerintah. Jika swasta masuk, lonjakannya berkisar maksimal 25 persen, tidak begitu signfikan," ucapnya 

Sehingga, jika nanti swasta bakal mengolah di IPLT. Kemampuan kolam berdaya tampung 100 meter kubik dengan mampu mengolah hingga 2-3 kali perbulan nilai Hafidz masih mampu.

"Karena swasta tidak seintens yang pemerintahan, tidak setiap hari. Tetapi jika nanti memang perlu tambahan kolam, maka akan kita ajukan ke pusat penambahannya," ujarnya.

Turut disebutnya, jika memang selama ini IPLT masih digunakan untuk limbah dari non-swasta. Faktanya, bahwa pihak swasta yang menyediakan jasa penyedotan tinja juga tidak mengolah limbahnya ke IPLT.

"Dari data kita lebih dari 10 pihak swasta di bidang penyedotan ini. Nah kita tidak tahu mereka mengelolanya bagaimana, dikhawatirkan ini dibuang sembarangan, misalnya di sungai yang tentu bakal mencemari," ceritanya.

Terpisah, Anggota DPRD Banjarbaru di Komisi III, Emi Lasari menyebutkan jika saat ini masih ditemukan pihak swasta yang membuka jasa penyedotan tak transparan soal pengolahan dan kemana titik pembuangannya. Lantaran dari data DLH Banjarbaru, tidak ada pihak swasta yang mengolah limbahnya di IPLT Gunung Kupang.

"Kita tidak tau kan mereka (swasta) membuangnya kemana. Nah, agar lebih terkontrol, maka diaturlah dalam payung hukum berupa Raperda ini. Juga untuk lebih mengoptimalkan IPLT kita," tegasnya.

Apabila Raperda ini sudah disahkan, maka kata Emi tidak ada lagi alasan bagi Swasta ini untuk tidak mengelola limbahnya. "Kita bakal punya Raperda untuk melegalkan retribusinya. Jadi pihak swasta tidak bisa sembarangan lagi membuang limbahnya."

Terakhir, meski bernarasi Retribusi, Raperda ini menurut Emi tak menitikberatkan soal berapa pemasukan daerah yang bisa digali dari sini. Hanya saja, yang terpenting terangnya bahwa Raperda ini dalam upaya tanggungjawab pemerintah daerah terhadap keberlangsung lingkungannya.

"Kita tidak menitikberatkan ke sana (target retribusi), tetapi lebib kepada memberikan pelayanan kepada masyarakat dan tentunya soal pengelolaan limbah yang ramah lingkungan," pungkasnya. (rvn/ram/ema)


BACA JUGA

Jumat, 22 Mei 2020 11:32

Kasus Covid-19 Bisa Naik Usai Lebaran, Kemenag Kalsel Imbau Tidak gelar Takbiran

BANJARMASIN - Pawai takbiran malam Lebaran dipastikan akan sepi. Tradisi…

Jumat, 22 Mei 2020 11:26

Profesi Penggali Kubur Semakin Dicari

BANJARBARU - Penggali kubur adalah profesi yang paling dicari akhir-akhir…

Jumat, 22 Mei 2020 11:16

Terindikasi Covid-19, Penumpang Dikarantina

BANJARBARU - Beberapa hari menjelang Lebaran, kondisi Bandara Syamsudin Noor,…

Jumat, 22 Mei 2020 10:56

PSBB Banjarmasin Masuki Jilid 3, Pakar Epidemiologi: Lanjutkan, tapi Harus Lebih Tegas

BANJARMASIN - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II di…

Jumat, 22 Mei 2020 10:44

Kalsel Kewalahan Memusnahkan Arsip

BANJARMASIN - Sudah sebulan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel memulai…

Jumat, 22 Mei 2020 10:34

Kapolda Sowan ke Guru Danau

AMUNTAI - Sudah hampir menjadi agenda rutin bagi pejabat instansi…

Jumat, 22 Mei 2020 10:21

MUI Banjarbaru Bolehkan Salat Id, Dengan Syarat

BANJARBARU - Meski sudah sangat mendekati hari H lebaran Idulfitri.…

Jumat, 22 Mei 2020 09:52
Pemko Banjarbaru

Wali Kota Terima Bantuan dari Notaris

BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani, Senin (18/5)…

Jumat, 22 Mei 2020 09:45
Pemkab Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu Imbau Masyarakat Salat Idulfitri di Rumah

BATULICIN - Pemkab Tanbu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan…

Jumat, 22 Mei 2020 09:42
Pemkab Tanah Bumbu

Tetap Peduli Atasi Percepatan Penanganan Stunting

BATULICIN - Meskipun ditengah wabah corona, Pemkab Tanbu tetap peduli…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers