MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 13 Mei 2016 16:01
Bekas Peluru itu Masih Terasa…

Korban Penembakan Kelompok Abu Sayyaf Tiba di Banjarmasin

MASIH LEMAH - Lambas Simanungkalit duduk bersila dalam acara syukuran di rumahnya Kompleks Purnamasari RT 35 Kelurahan Basirih, Banjarmasin Barat, Kamis (12/5) siang. Di dada Anak Buah Kapal (ABK) TB Henry Lambas Simanungkalit yang tertembak saat perompakan kapalnya oleh kelompok bersenjata Filipina itu masih ada balutan bekas operasi pengangkatan peluru.

PROKAL.CO, BANJARMASIN  – Tiba di rumahnya di Kompleks Purnamasari RT 35 Kelurahan Basirih, Banjarmasin Barat, Kamis (12/5) siang,  Lambas Simanungkalit masih menahan rasa sakit. Di dada Anak Buah Kapal (ABK) TB Henry yang tertembak oleh kelompok bersenjata Filipina  itu masih ada balutan bekas operasi pengangkatan peluru. 

 

Isak tangis bercampur rasa bahagia dari keluarga menyambut kedatangan Lambas Simanungkalit. Sebagai rasa syukur atas keselamatan Lambas, keluarga Lambas telah menyiapkan upacara adat suku Batak, songgot-songgot (tolak bala).

 

Upacara songgot-songgot ini dipimpin oleh adik ipar Lambas bernama Rijan Simbolon. Sambil duduk dan berdoa, Lambas dan istrinya Teti Elfrida (37)  dibalut dengan menggunakan satu sarung khas Batak yang diikat di bahu keduanya.

 

Setelah upacara selesai, tidak banyak kata yang keluar dari mulut Lambas saat Radar Banjarmasin menanyakan kondisinya sebelum terjadi penembakan di atas kapal pandu TB Henry yang menarik tongkang Christy, di perairan perbatasan Filipina-Malaysia pada 12 April 2016 lalu.  “Masih sakit, Pak. Luka ini belum sembuh total,” keluhnya sambil memegang dada kirinya.

 

Banyaknya keluarga yang berkumpul di dalam rumahnya membuat ruang tamu terasa panas. Sesekali Lambas menyapu keringatnya dengan menggunakan handuk kecil. Karena tidak kuat duduk terlalu lama, Lambas menyampaikan permohonan maaf  kepada tamu yang datang karena ingin berbaring.

 

“Mohon maaf Pak, saya mau istirahat dulu di kamar,” ucapnya kepada seluruh tamu yang datang sambil berjalan pelan menuju kamarnya. Sementara itu, Teti Elfrida masih tetap bertahan di ruang tamu sambil ngobrol bersama dengan keluarga dan tamu.

 

Teti  mengaku gembira dan bersyukur   suaminya pulang dengan selamat. Sebelumnya, ia sempat khawatir mendengar kabar penembakan terhadap suaminya yang diduga dilakukan kelompok Abu Sayyaf.

 

Tapi setelah diberitahu PT Global Trans Energy Internasional bahwa suaminya dikabarkan selamat dan dirawat di Rumah Sakit Tawau, negara bagian Sabah, Malaysia, ia mulai merasa tenang meski tetap diselimuti rasa khawatir. 

 

Pasalnya, ketika dirinya tiba di rumah sakit, kondisi Lambas masih belum sadarkan diri. Baru pada tanggal 25 April, Lambas mulai sadar dan bisa diajak ngomong. Setelah beberapa hari di ruang intensive care unit (ICU), tepatnya pada tanggal 28 April, Lambas kemudian dipindahkan ke ruang inap yang lebih nyaman.

 

 Melihat kondisi Lambas yang terus membaik, pada 7 Mei 2016, dengan dikawal aparat keamanan Thailand, Lambas dibawa ke kantor Konsulat Republik Indonesia (KRI) di Tawau. Di kantor konsulat, Lambas kembali menjalani pemeriksaan kesehatan dan menginap beberapa hari di kantor konsulat bersama dengan istrinya sebelum dipulangkan ke tanah air.

 

 Lambas mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Rabu, 11 Mei 2016.  Lima orang lainnya telah lebih dahulu kembali ke Indonesia melalui Tarakan sekaligus membawa kembali TB Henry. Sementara itu 4 ABK lainnya yang disandera telah berhasil dibebaskan pemerintah Indonesia pada 11 Mei 2016.

 

 Ditanya soal kelanjutan pekerjaan suaminya, Teti menyerahkan sepenuhnya kepada suaminya untuk menentukan pilihan. Ia tidak  lupa mengucapkan terima kasih kepada perusahaan yang telah bertanggung jawab selama suaminya dirawat di rumah sakit hingga tiba di rumah dengan selamat. “Saat ini kami fokus dulu penyembuhan suami saya,” ucapnya mengakhiri pembicaraan. (gmp/by/ran)

 

 


BACA JUGA

Rabu, 23 Oktober 2019 10:49
BREAKING NEWS

KEJI..!! Puluhan Kali Ayah Setubuhi Anaknya yang Berusia Belasan Tahun di Kotabaru

KOTABARU - Sadis, Slamet tega cabuli anak tirinya yang masih…

Rabu, 23 Oktober 2019 09:59

Ternyata Karhutla Belum Usai, Kebakaran Lahan di Gambut Hanguskan 8 Rumah

MARTAPURA - Karhutla ternyata belum habis. Kemarin siang, hamparan lahan…

Rabu, 23 Oktober 2019 09:55

Siapkan Kelengkapan, Razia Digelar Dua Pekan

BANJARMASIN - Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar…

Rabu, 23 Oktober 2019 09:29

Sepasang Remaja Tertangkap Ngamar di Banjarmasin

BANJARMASIN - Satpol PP menangkap 41 orang bukan pasangan suami…

Rabu, 23 Oktober 2019 09:27

Simpan Mandau Dalam Kresek, Habib dan Husni Menghabisi Mursidi

BANJARMASIN - Penyidik Polsekta Bajarmasin Barat menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan…

Rabu, 23 Oktober 2019 09:24

Duel dengan Suami Mantan Istri, Yadi Dolar Tewas dengan Tangan Hampir Putus

BANJARMASIN – Kalah duel dengan suami mantan istrinya, Suryadi (45)…

Rabu, 23 Oktober 2019 09:15

Simpan Sabu Seberat 1 Kilogram, Warga Veteran Dibekuk di Rumah Sakit

BANJARMASIN - Ditresnarkoba Polda Kalsel menangkap Taufik Abdi alias Kacip.…

Rabu, 23 Oktober 2019 08:52

Sembilan Rumah dan Satu Bansau Terbakar

KANDANGAN – Berselang sekitar lima jam, ada dua lokasi berbeda…

Rabu, 23 Oktober 2019 08:49

Pemilik Sabu Ditangkap di Kios Ponsel

AMUNTAI - Polsek Danau Panggang didukung personel Satuan Polair Polres…

Rabu, 23 Oktober 2019 07:51

5 Pria dan 3 Wanita Terciduk Polres Banjarbaru, Bukan Hanya Prostitusi Online, Terindikasi Juga Penyalahgunaan Narkotika

BANJARBARU - Lagi, dugaan praktik prostitusi online mencuat di Kota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*