MANAGED BY:
SENIN
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 13 Mei 2016 16:01
Bekas Peluru itu Masih Terasa…

Korban Penembakan Kelompok Abu Sayyaf Tiba di Banjarmasin

MASIH LEMAH - Lambas Simanungkalit duduk bersila dalam acara syukuran di rumahnya Kompleks Purnamasari RT 35 Kelurahan Basirih, Banjarmasin Barat, Kamis (12/5) siang. Di dada Anak Buah Kapal (ABK) TB Henry Lambas Simanungkalit yang tertembak saat perompakan kapalnya oleh kelompok bersenjata Filipina itu masih ada balutan bekas operasi pengangkatan peluru.

PROKAL.CO, BANJARMASIN  – Tiba di rumahnya di Kompleks Purnamasari RT 35 Kelurahan Basirih, Banjarmasin Barat, Kamis (12/5) siang,  Lambas Simanungkalit masih menahan rasa sakit. Di dada Anak Buah Kapal (ABK) TB Henry yang tertembak oleh kelompok bersenjata Filipina  itu masih ada balutan bekas operasi pengangkatan peluru. 

 

Isak tangis bercampur rasa bahagia dari keluarga menyambut kedatangan Lambas Simanungkalit. Sebagai rasa syukur atas keselamatan Lambas, keluarga Lambas telah menyiapkan upacara adat suku Batak, songgot-songgot (tolak bala).

 

Upacara songgot-songgot ini dipimpin oleh adik ipar Lambas bernama Rijan Simbolon. Sambil duduk dan berdoa, Lambas dan istrinya Teti Elfrida (37)  dibalut dengan menggunakan satu sarung khas Batak yang diikat di bahu keduanya.

 

Setelah upacara selesai, tidak banyak kata yang keluar dari mulut Lambas saat Radar Banjarmasin menanyakan kondisinya sebelum terjadi penembakan di atas kapal pandu TB Henry yang menarik tongkang Christy, di perairan perbatasan Filipina-Malaysia pada 12 April 2016 lalu.  “Masih sakit, Pak. Luka ini belum sembuh total,” keluhnya sambil memegang dada kirinya.

 

Banyaknya keluarga yang berkumpul di dalam rumahnya membuat ruang tamu terasa panas. Sesekali Lambas menyapu keringatnya dengan menggunakan handuk kecil. Karena tidak kuat duduk terlalu lama, Lambas menyampaikan permohonan maaf  kepada tamu yang datang karena ingin berbaring.

 

“Mohon maaf Pak, saya mau istirahat dulu di kamar,” ucapnya kepada seluruh tamu yang datang sambil berjalan pelan menuju kamarnya. Sementara itu, Teti Elfrida masih tetap bertahan di ruang tamu sambil ngobrol bersama dengan keluarga dan tamu.

 

Teti  mengaku gembira dan bersyukur   suaminya pulang dengan selamat. Sebelumnya, ia sempat khawatir mendengar kabar penembakan terhadap suaminya yang diduga dilakukan kelompok Abu Sayyaf.

 

Tapi setelah diberitahu PT Global Trans Energy Internasional bahwa suaminya dikabarkan selamat dan dirawat di Rumah Sakit Tawau, negara bagian Sabah, Malaysia, ia mulai merasa tenang meski tetap diselimuti rasa khawatir. 

 

Pasalnya, ketika dirinya tiba di rumah sakit, kondisi Lambas masih belum sadarkan diri. Baru pada tanggal 25 April, Lambas mulai sadar dan bisa diajak ngomong. Setelah beberapa hari di ruang intensive care unit (ICU), tepatnya pada tanggal 28 April, Lambas kemudian dipindahkan ke ruang inap yang lebih nyaman.

 

 Melihat kondisi Lambas yang terus membaik, pada 7 Mei 2016, dengan dikawal aparat keamanan Thailand, Lambas dibawa ke kantor Konsulat Republik Indonesia (KRI) di Tawau. Di kantor konsulat, Lambas kembali menjalani pemeriksaan kesehatan dan menginap beberapa hari di kantor konsulat bersama dengan istrinya sebelum dipulangkan ke tanah air.

 

 Lambas mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Rabu, 11 Mei 2016.  Lima orang lainnya telah lebih dahulu kembali ke Indonesia melalui Tarakan sekaligus membawa kembali TB Henry. Sementara itu 4 ABK lainnya yang disandera telah berhasil dibebaskan pemerintah Indonesia pada 11 Mei 2016.

 

 Ditanya soal kelanjutan pekerjaan suaminya, Teti menyerahkan sepenuhnya kepada suaminya untuk menentukan pilihan. Ia tidak  lupa mengucapkan terima kasih kepada perusahaan yang telah bertanggung jawab selama suaminya dirawat di rumah sakit hingga tiba di rumah dengan selamat. “Saat ini kami fokus dulu penyembuhan suami saya,” ucapnya mengakhiri pembicaraan. (gmp/by/ran)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:41

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Asusila, Mantan Ketua KPU Banjarmasin Digelandang Aparat

BANJARBARU - Gusti Makmur memenuhi panggilan penyidik Polres Banjarbaru, kemarin…

Jumat, 31 Januari 2020 11:27

Sengketa Warga Antar Baru vs PT Barito Putera Plantation: Warga Serahkan Bukti Kepemilikan

MARABAHAN - Lama tidak terdengar, mediasi sengketa lahan sawit antara…

Jumat, 31 Januari 2020 11:11

Timbun Solar, Samsul dan Syamsuddin Digrebek

BANJARMASIN - Kepolisian Polsek Banjarmasin Utara menggerebek dua rumah di…

Jumat, 31 Januari 2020 11:03

Mabuk Bawa Sajam, Buronan Apes

BANJARMASIN – Jadi buronan selama dua pekan, Taufik Rahman alias…

Jumat, 31 Januari 2020 10:36

Sabirin Terjebak Polisi Menyamar

AMUNTAI - Nasib sial dialami Sabirin (28), warga Desa Harus…

Jumat, 31 Januari 2020 10:34

Korban Berteriak, Anto pun Panik, Dengan Mudah Ia Dikepung Warga

MARABAHAN - Sial masih jauh dari Armina. Warga Desa Sinar…

Jumat, 31 Januari 2020 10:31

Disergap, Pengedar Sabu Tak Berkutik

MARABAHAN - Pengedar narkoba sedikit demi sedikit digulung Sat Res…

Kamis, 30 Januari 2020 11:48

Susahnya Memberantas Indekos Mesum di Kota Idaman: Paket Murah, Sukar Terjamah, Remaja Lajang Tak Bisa Dipidana

Indekos. Bagi mahasiswa, ruang kecil berjuta cerita. Dari mengerjakan tugas,…

Kamis, 30 Januari 2020 10:56

Pengendara Panik ada Razia di Kayutangi, 62 Pemotor Ditilang

BANJARMASIN - Pengendara yang melintasi Jalan Hasan Basry mendadak panik…

Kamis, 30 Januari 2020 10:49

Dua di Jalan, Satu di Toilet; Budak Sabu Barabai Tak Berkutik Diringkus

BARABAI - Ada-ada saja ulah FP (20). Pemuda asal Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers