MANAGED BY:
SENIN
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 25 Maret 2020 11:34
Ujian Nasional 2020 Ditiadakan, Kelulusan Siswa Tergantung Sekolah
TAK PUSING KEPALA: Ujian Nasional SMP di Banjarbaru beberapa waktu lalu. Pemerintah resmi meniadakan UN tahun ini karena mewabahnya virus corona. | DOK/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Pemerintah pusat akhirnya memutuskan untuk meniadakan ujian nasional (UN) pada tahun ini. Hal itu menyusul pandemi virus corona atau Covid-19 yang melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah menggelar diskusi dalam rapat terbatas melalui telekonferensi yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (24/3) kemarin.

"Ratas siang hari ini akan dibahas mengenai kebijakan ujian nasional untuk 2020. Kita tahu Covid-19 sangat mengganggu proses pendidikan di Tanah Air dan kita juga telah melakukan kebijakan belajar dari rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19," kata Presiden.

Adapun keputusan ditiadakannya UN disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim dalam keterangan persnya usai rapat terbatas. Nadiem menyebut alasan utama ditiadakannya UN adalah prinsip keamanan dan kesehatan dari para siswa dan keluarganya.

Dia menjelaskan bahwa UN bukan menjadi syarat kelulusan ataupun seleksi bagi siswa untuk masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sementara untuk ujian sekolah, Nadiem mengatakan bahwa setiap sekolah masih bisa melaksanakannya, dengan catatan tidak melalui tes tatap muka yang mengumpulkan siswa dalam ruangan kelas.

"Ada berbagai macam opsi sekolah bisa melaksanakan ujian sekolah, misalnya melalui online kalau mau, ataupun dengan angka dari nilai lima semester terakhir. Itu adalah opsi yang bisa ditentukan oleh masing-masing sekolah," imbuhnya.

Ujian sekolah tersebut, kata Nadiem, tidak dipaksakan untuk mengukur ketuntasan seluruh capaian kurikulum sampai semester terakhir yang terdampak oleh bencana Covid-19 dan terdisrupsi pembelajarannya.

Di Kalsel sendiri yang baru melaksanakan UN adalah sekolah jenjang SMK, yakni pada tanggal 16 hingga 19 Maret tadi. Sedangkan UN SMA sedianya dijadwalkan 30 Maret sampai 2 April dan SMP/MTs pada 20-23 April.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, M Yusuf Effendi mengaku sudah menerima surat edaran dari Kemendikbud terkait pembatalan UN 2020. "Bukan hanya UN, Uji Kompetensi Keahlian 2020 untuk SMK juga ditiadakan," ujarnya.

Dia mengungkapkan, dengan ditiadakannya UN maka kelulusan siswa akan diserahkan kepada pihak sekolah. "Karena keikutsertaan UN tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk jenjang pendidikan yang Iebih tinggi," ungkapnya.

Ditambahkannya, untuk menentukan kelulusan siswa, sekolah bisa menggunakan nilai ujian sekolah. "Namun bagi sekolah yang belum melaksanakan ujian sekolah, ada beberapa ketentuan yang berlaku untuk menentukan kelulusan siswa," tambahnya.

Ketentuan yang berlaku tersebut berdasarkan jenjang sekolah, untuk kelulusan SD sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir (kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 semester gasal). "Nilai semester genap kelas 6 dapat digunakan sebagai tambahan niiai kelulusan," jelas Yusuf.

Lanjutnya, sedangkan kelulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan
Sekolah Menengah Atas (SMA) ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir. Di mana, nilai semester genap kelas 9 dan kelas 12 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

"Kalau untuk kelulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ditentukan berdasarkan nilai rapor, praktik kerja lapangan, portofolio dan nilai praktik selama lima semester terakhir. Nilai semester genap tahun terakhir dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan," paparnya.

Secara terpisah, Kepala SMAN 1 Martapura, Eko Sanyoto mengaku sudah mengetahui terkait peniadaan UN tahun ini. "Iya, kami sudah menerima surat edaran berkaitan hal itu," ujarnya.

Menurutnya, pembatalan UN merupakan langkah yang baik, sebab menyangkut kesehatan dan keselamatan para siswa, guru, orang tua atas mewabahnya virus corona. "Kebijakan ini sudah sesuai. Dan kami dari pihak sekolah siap untuk menjalankannya," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Jumat, 22 Mei 2020 11:32

Kasus Covid-19 Bisa Naik Usai Lebaran, Kemenag Kalsel Imbau Tidak gelar Takbiran

BANJARMASIN - Pawai takbiran malam Lebaran dipastikan akan sepi. Tradisi…

Jumat, 22 Mei 2020 11:26

Profesi Penggali Kubur Semakin Dicari

BANJARBARU - Penggali kubur adalah profesi yang paling dicari akhir-akhir…

Jumat, 22 Mei 2020 11:16

Terindikasi Covid-19, Penumpang Dikarantina

BANJARBARU - Beberapa hari menjelang Lebaran, kondisi Bandara Syamsudin Noor,…

Jumat, 22 Mei 2020 10:56

PSBB Banjarmasin Masuki Jilid 3, Pakar Epidemiologi: Lanjutkan, tapi Harus Lebih Tegas

BANJARMASIN - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II di…

Jumat, 22 Mei 2020 10:44

Kalsel Kewalahan Memusnahkan Arsip

BANJARMASIN - Sudah sebulan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel memulai…

Jumat, 22 Mei 2020 10:34

Kapolda Sowan ke Guru Danau

AMUNTAI - Sudah hampir menjadi agenda rutin bagi pejabat instansi…

Jumat, 22 Mei 2020 10:21

MUI Banjarbaru Bolehkan Salat Id, Dengan Syarat

BANJARBARU - Meski sudah sangat mendekati hari H lebaran Idulfitri.…

Jumat, 22 Mei 2020 09:52
Pemko Banjarbaru

Wali Kota Terima Bantuan dari Notaris

BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani, Senin (18/5)…

Jumat, 22 Mei 2020 09:45
Pemkab Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu Imbau Masyarakat Salat Idulfitri di Rumah

BATULICIN - Pemkab Tanbu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan…

Jumat, 22 Mei 2020 09:42
Pemkab Tanah Bumbu

Tetap Peduli Atasi Percepatan Penanganan Stunting

BATULICIN - Meskipun ditengah wabah corona, Pemkab Tanbu tetap peduli…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers