MANAGED BY:
RABU
01 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Kamis, 26 Maret 2020 09:29
Tolak Perpecahan, Bersatu Melawan Corona
Meylina Borneta Tito, SE, Pekat Indonesia Bersatu, DPD Kota Banjarbaru

PROKAL.CO, HAMPIR tak ada yang percaya kalau musuh abadi seperti Israel dan Palestina bisa rukun layaknya saudara. Kecuali ketika penyakit Covid 19 menyinggahi daerah mereka. Kedua seteru yang selama ini terus-terusan berkonflik, memperlihatkan kekompakan ketika memerangi virus yang berasal dari Wuhan, China itu.

-- Oleh: Meylina Borneta Tito, SEPekat Indonesia Bersatu, DPD Kota Banjarbaru--

Israel dan Hamas - kelompok Islam yang memperjuangkan kemerdekaan Palestina- bergerak bersama untuk memerangi virus corona di Gaza. Israel mengirim ratusan alat tes pekan tadi, sementara Hamas membangun hingga seribu ruang isolasi baru.

Maupun sinyal-sinyal positif antara tiga negara; Korea Selatan, China, dan Jepang yang selama ini bersitegang karena masalah teritorial, historis, diplomatik dan persaingan ekonomi diantara mereka. Demi untuk melawan pandemi, para menteri luar negeri ketiganya mulai bekerja sama. Mereka mengadakan konferensi video pada Jumat (20/3) lalu.

Namun bagaimana dengan negeri tercinta, yang katanya rakyatnya telah dipersatukan oleh Bhinneka Tunggal Ika. Sungguh membuat geleng-geleng kepala. Jika tidak bosan mengikuti perdebatan mereka di dunia maya, kita akan sampai pada kesimpulan, bahwa persatuan, perasaan senasib sepenanggungan, sebagai sesama anak bangsa, yang selama ini dipersatukan justru oleh keberagaman bahasa, suku, ras, dan antaragama di tanah air, hampir tidak berbekas sama sekali. Bahkan oleh mereka yang mengaku berasal dari satu kepercayaan, suku, satu akar bahasa yang sama.

Hanya karena berselisih pilihan politik, berlainan Ormas, berbeda tokoh idola. Sehingga langkah apapun yang diambil kepala negara, kepala daerah, para pemimpin dan pemangku kebijakan di negara ini, kerap salah di mata warganet dan hampir selalu menimbulkan pro kontra.

Penanganan kemanusiaan murni pun sanggup mereka curigai sebagai upaya pencitraan dan politisasi. Dituding cari panggung lah di tengah wabah, mencari muka atas nama penanganan penyakit Covid 19, dan lain-lain. Hingga upaya membenturkan antar pemimpin nasional.

Suka mencela dan menyalahkan. Presiden Jokowi yang dikatakan lamban dalam mengantisipasi masuknya virus corona ke tanah air, maupun Anies Baswedan yang dituding telah memunculkan kecemasan akibat langkah-langkah pencegahan yang dilakukannya. Padahal jika kita mau melihatnya secara objektif, apa yang keduanya lakukan, sama-sama langkah maju untuk mengatasi masalah tersebut.

Termasuk pro kontra antara pendukung lockdown versus sosial distancing yang kemudian berubah lagi menjadi physical distancing. Pendukung sosial/physical distancing mengatakan, lockdown tidak manusiawi dan sama sekali tidak berpihak pada masyarakat.

Terutama yang bekerja di sektor informal. Seperti pedagang asongan, pedagang kaki lima, pedagang keliling, petani peternak, buruh harian, bengkel kecil, tukang semir, tukang jahit sepatu, dan lainnya, yang jika sehari saja tidak keluar mencari nafkah, dapurnya tidak ngebul. Lockdown hanya akan memicu krisis, aksi borong-timbun bahan pangan, dan hanya akan memperparah keadaan.

Sedangkan lawannya (pendukung lockdown) melihat, imbauan untuk melaksanakan sosial/physical distancing tidak diindahkan secara sadar oleh masyarakat. Masih banyak yang bebal dan menganggap remeh penyebaran virus Corona. Tetap berkumpul, beracara dengan mengumpulkan banyak massa, bersalam-salaman, cipika-cipiki tanpa risih dan takut saling menularkan. Sehingga pemberlakuan lockdown secara tegaslah yang paling manjur untuk memutus mata rantai penyebaran virus.

Tidak sedikit nitizen yang kemudian mendadak menjadi spesialis virus, pakar kesehatan, ahli agama, pengamat dan aneka keahlian, bermunculan, mem-posting tulisan-tulisan yang belum tentu semuanya bisa dipertanggungjawabkan, baik secara keilmuan maupun dampak sosial yang bisa ditimbulkan.

Sementara, ketika sedang asyik-asyiknya memainkan jempol di layar gadget, menyerang dan menangkis serangan lawan di dunia maya, virus corona makin jemawa. Daftar ODP (orang dalam pemantauan), PDP (pasien dalam pengawasan) bukannya semakin berkurang.

Satu persatu, pasien yang sebelumnya OPD naik status menjadi PDP, yang PDP jadi positif. Semua kacau. Panik seperti orang yang sedang menunggu eksekusi. Hingga musibah yang tak diinginkan itu telah di depan pintu. Ironisnya, dengan tanpa atau belum melakukan apa-apa, kecuali berkomentar di media sosial.

Barulah sadar, berkonflik itu bukanlah solusi penyelesaian masalah. Apalagi terhadap ancaman tidak kasatmata seperti virus corona. Benarlah apa yang dinasihatkan ulama kharismatik asal Banjarmasin, Guru Zuhdi, bahwa di tengah kondisi saat ini, lebih baik masyarakat berdiam diri di rumah dengan memperbanyak ibadah.

“Sesungguhnya di rumah sambil berzikir membaca istigfar adalah salah satu langkah yang baik dan terbaik menghadapi ini semua,” saran beliau.

"Mari sama-sama mencari solusi bukan saling salah menyalahkan. Mari kita sama-sama saling memperbaiki, bukan dengan mencari siapa yang salah,” ujarnya.

Saya setuju pula dengan langkah Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang menyerukan masyarakat untuk tetap tenang dan selalu waspada. Sebab, menurut dia, pemerintah telah mengambil langkah strategis untuk mengatasi penyebaran corona. Sembari meminta masyarakat agar bersatu melawan virus corona.

Indonesia adalah bumi keragaman, tolak konflik dan perpecahan. Saatnya bersatu melawan virus corona. Menjadikannya sebagai musuh bersama akan jauh lebih bijak ketimbang memilihnya sebagai alasan untuk semakin berpecah belah.

Menjadikan momen tersebut sebagai penghapus perbedaan dan menyadari bahwa kita ini adalah satu bangsa, satu bahasa nasional, satu nasib, satu kesadaran.

Membangkitkan spirit Bhinneka Tunggal Ika, melalui jalan berliku yang bernama wabah corona. Tidak mengapa, mungkin inilah cara yang Tuhan pilihkan untuk kita. 'Corona Tunggal Ika', corona yang akhirnya mempersatukan kita.

Kejadian seperti ini, kata KH Quraish Shihab, jangan dianggap sebagai siksa ilahi, tetapi adalah peringatan. Peringatan yang bisa menjadi nikmat.

Di ujung tulisan ini, saya mengimbau kepada pembaca Radar Banjarmasin untuk menurunkan sedikit tensi ego, setop saling mencaci di media sosial, berhenti sebar berita hoax, dan berbuatlah yang terbaik dimulai dari diri sendiri dan lingkungan masing-masing. Percayakan dan ikutlah dalam satu komando dari para pemimpin kita. Semoga musibah ini segera berakhir dan kita mampu menuai banyak hikmah di baliknya. (*/ema)


BACA JUGA

Kamis, 30 Januari 2020 11:43

HPN 2020 di Kalsel, Jokowi Bakal Tanam Pohon di Forest City

Puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) tahun ini, pada 6…

Kamis, 30 Januari 2020 11:15

Gotong Royong, Warga Tapin Pasang Lampu Hias di Jalur Menuju Haul

RANTAU - Inisiatif warga Jalan Cangkring Kelurahan Rantau Kanan Kecamatan…

Rabu, 29 Januari 2020 12:19

Reguler di Tahun ini, Taman Budaya akan Gelar Musik Panting di Kiram

BANJARMASIN - Unit Pelayanan Teknis Dinas Taman Budaya (UPTD Tambud)…

Rabu, 29 Januari 2020 11:59

Bupati Banjar Berencana Pamerkan Barang Peninggalan Nabi, Saifullah Ragukan Keaslian Artefak

MARTAPURA - Bupati Banjar, Khalilurrahman berencana memamerkan barang-barang peninggalan Nabi…

Rabu, 29 Januari 2020 09:27
Dafam Q Hotel

Ratusan Anak Peringati HGN di Dafam

BANJARBARU - Hari Gizi Nasional (HGN) ke-60 diperingati setiap 25…

Selasa, 28 Januari 2020 15:54

Siapkan Mahasiswa Magang Tiga Semester, ULM Dukung Program Menteri Nadiem Makarim

BANJARMASIN - Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim memperpanjang…

Selasa, 28 Januari 2020 10:44

Ingin Punya Anak Tapi Tak Ada Biaya, Pakar Bayi Tabung ini Beri Solusi Paling Mudah

Hadirnya seorang anak di tengah keluarga menjadi anugerah tak ternilai.…

Selasa, 28 Januari 2020 09:57

Datangi SMK, Agar Pelajar Tak Terjerumus Narkoba

BANJARMASIN - Tim Dokkes Polda Kalsel menyambangi SMKN 4 Banjarmasin…

Selasa, 28 Januari 2020 09:56

Semakin Sukses dan Diberkahi

BANJARMASIN- Kemarin menjadi hari yang spesial bagi seluruh karyawan Radar…

Selasa, 28 Januari 2020 09:53

Tingkatkan Kemampuan, 35 Penyidik Polresta Banjarmasin Dilatih

BANJARMASIN - Demi meningkatkan kemampuan SDM Polresta Banjarmasin, digelar pelatihan…

Pemkab Balangan Lakukan Penyemprotan Disinfektan Massal

Legislatif Dukung Pencegahan Penyebaran COVID-19

YA ALLAH..! Positif Covid-19 Terkonfirmasi Menjadi 8 Orang

Warga Kurang Mampu, Sambung Listrik Diskon 50 Persen

Ibu Kota Banua Tanpa Karantina Wilayah, "KAMI TAKUT..!"

Manager ASDP Dituding Halangi Pemeriksaan Corona di Kapal, Gugus Tugas Rekomendasikan Arif Budiman Pindah

Hotel-Hotel Mulai Rumahkan Karyawan, Permintaan Peniadaan Pajak Ditangguhkan Pemko Banjarmasin

5 Positif, Kalsel Pertimbangkan Karantina Wilayah

Dikuburkan di Balikpapan, Keluarga Bantah Covid-19

Dua PDP Banjarbaru Dikonfirmasi Negatif Covid-19
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers