MANAGED BY:
SABTU
28 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Kamis, 26 Maret 2020 12:55
Harga GULA Mulai GILA..! Dinas Perdagangan Prediksi April Mulai Stabil
MAHAL TAPI DICARI: Sulit menghindarkan diri dari gula. Jadi, semahal apapun, terpaksa dibeli masyarakat. Foto diambil di Pasar Lama di Jalan Pasar Lama. | FOTO: MAULANA/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Harga gula pasir menggila. Sudah tembus Rp21 ribu per kilogram. Lonjakan harga itu akibat pasokan yang terus menipis.

Pantauan di Pasar Lama kemarin (25/3), paling murah Rp20 ribu dan paling mahal Rp21 ribu per kilogram. Dengan berat hati, pembeli terpaksa membelinya.

Itu jauh melampaui HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditetapkan pemerintah, Rp12.500 per kilogram.

Seperti Nuaimah, 56 tahun, menjadi saksi dari kenaikan harga gula. Seribu rupiah demi seribu rupiah. Dia tak punya banyak pilihan. Gula sangat dibutuhkan untuk teh dan kopi yang kerap diminum anak dan suaminya.

"Mau tak mau tetap dibeli. Karena keluarga di rumah tak bisa lepas dari yang namanya gula. Artinya, sekarang harus lebih hemat," ujarnya.

"Pemerintah tolong jangan tutup mata. Carikan solusinya agar kembali murah. Yang paling terdampak adalah kami, masyarakat kelas ekonomi bawah," tambahnya.

Pedagang juga bingung. Ijah, 35 tahun, mengaku tak mengetahui dengan persis penyebab kenaikan harga gula.

"Kami belinya sudah mahal. Otomatis juga dijual mahal. Kenaikan hampir terjadi setiap hari. Pagi beli harganya segini, sorenya ternyata sudah naik segitu," keluhnya.

Pedagang lain, Adi, masih mematok harga Rp20 ribu. Sekalipun teman-temannya sudah memilih Rp21 ribu.

"Mungkin karena mereka baru membeli pasokan baru. Namanya pedagang, kalau harganya sudah naik, kami juga menaikkan," ujarnya.

Jika itu dari Pasar Lama di Jalan Perintis Kemerdekaan, sama saja dengan Pasar Kesatrian di Pengambangan. Di sana sudah tembus Rp21 ribu per kilogram.

"Beberapa hari lalu hanya Rp18 ribu per kilogram. Sudah mahal sekali. Tapi hari ini ternyata sudah naik lagi. Padahal mau beli banyak," kata Ernawati, 59 tahun, warga Jalan Veteran.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani tak memiliki jawaban lain. Setelah pemantauan dan pengecekan ke pasar-pasar, permasalahannya masih sama. Bahan baku yang semakin menipis.

"Kami sudah sidak setiap hari. Mencek distributor satu dua kali dalam sepekan. Modalnya sudah mahal, jadi harga jualnya juga naik," ujarnya.

"Stok gula nasional saja semakin kritis. Susah dicari. Tapi insyaallah pada April nanti, sudah masuk gula mentah. Kalau gula gula itu masuk pada bulan Ramadan, maka harganya bisa stabil," tegasnya.

Pihaknya telah mengupayakan pembelian gula keluar Kalsel. Tapi sejumlah pabrik gula saja sudah tidak berproduksi karena kehabisan bahan baku.

Tapi untuk Kalsel, dia memastikan stoknya masih ada. Tapi jumlahnya terbatas, sehingga harganya pun mahal. "Semoga proses pengiriman gula impor itu lancar ke daerah kita," harapnya.

Birhasani juga mengingatkan, pandemi COVID-19 sudah pasti berdampak ke perdagangan dunia. "Dampaknya mulai terasa, jadi mari berhemat," tutupnya. (lan/fud/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers