MANAGED BY:
SABTU
06 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 26 Maret 2020 13:02
Pakai Jas Hujan, Berharap Kiriman APD Bukan Hanya bagi Perawat Saja

Kabupaten HST Mencegah Pandemi dengan Alat Pelindung Diri Sekadarnya

TAK ADA ROTAN AKAR PUN JADI: Personel Satgat Covid-19 HST mengenakan jas hujan berbahan plastik kresek menyemprotkan cairan disinfektan. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Alat pelindung diri (APD) menjadi pakaian paling "tren" sekarang ini. Sayangnya, tidak semua memilikinya. Di Barabai, tak ada APD, jas hujan pun jadi.

-- Oleh: WAHYU RAMADHAN, Barabai --

Di halaman Masjid At Taubah, Desa Durian Gantang Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS), kemarin (25/5) siang. Seorang personel Satuan Gugus Tugas atau Satgas, pencegahan Covid-19 Hulu Sungai Tengah (HST), tampak tergesa-gesa mengenakan "APD"-nya.

Saking tergesa-gesanya, APD yang tak lain adalah jas hujan plastik kresek, itu dipakainya terbalik. Bayangkan saja, tudung bagian kepala jas hujan yang seharusnya di belakang leher, posisinya malah berada di depan leher. Beruntung, personel tadi sadar. Perlahan, dia kembali membenahi APD-nya.

Di sisi lain, personel lainnya mengalami kondisi yang lebih miris. Belum sampai setengah badan dikenakan, APD-nya sudah robek. Tepatnya, di bagian leher.

"Waduuuuuh," ungkapnya. Seraya melangkahkan kaki ke mobil logistik, dan kembali dengan APD berupa jas hujan dengan bahan plastik kresek yang baru.

Sedari pagi, puluhan personel Satgas Covid-19 HST yang tergabung dari anggota TNI, Polri, BPBD beserta instansi terkait lainnya, sudah berpencar ke beberapa titik di Kabupaten HST. Menyemprotkan disinfektan. Sementara ini, sasarannya adalah tempat ibadah.

Kegiatan penyemprotan, sudah berlangsung sejak Selasa, tanggal 24 Maret. Diagendakan sementara ini, kegiatan akan terus berlangsung hingga batas waktu tanggap darurat pertama. Yakni tanggal 5 April mendatang.

"Total sasaran, ada 250 titik. Selain tempat ibadah, juga akan menyasar wilayah perkantoran, gedung sekolah, hingga pasar. Kita berpacu dalam upaya serentak memutus rantai penularan virus," jelas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Hulu Sungai Tengah (BPBD HST), Budi Haryanto.

Beberapa pekan belakangan, Satgas Covid-19 HST, memang tampak sibuk. Mulai dari melakukan pemantauan, mengelola data, melakukan berbagai persiapan dan pembenahan, hingga terjun ke lapangan. Dari upaya sosialisasi keliling, hingga penyemprotan disinfektan.

Segala pekerjaan tentunya dilakukan dengan tidak mudah. Terlebih, bila tanpa dukungan alat kerja standar. Sebagai contoh APD yang dikenakan personel yang bertugas menyemprotkan disinfektan, itu. Dari belasan personel, sebagian di antaranya mengenakan jas hujan bahan plastik kresek.

Pengendara sepeda kayuh atau sepeda motor, pasti kenal dengan benda yang satu itu. Memang, benda itu mampu menahan guyuran hujan. Tapi ketahanan pakainya, hanya sementara. Kemudian, jangankan ketika sudah menempel di badan, dalam proses mengenakannya pun kita harus hati-hati kalau tidak ingin robek. Benar-benar tidak leluasa.

Lantas apakah aman dari virus?

Kepada penulis, Budi, mengaku masygul ketika melihat personel gabungan yang diterjunkan memakai APD yang tidak sesuai standar. Ibarat tak ada rotan, akar pun jadi. Tak ada APD, maka jas hujan berbahan plastik kresek pun terpaksa dikenakan.

"Saat ini tidak ada pilihan lain. Mohon doa, semoga kami dan tim sehat wal afiat," ujarnya.

Budi menambahkan, sejumlah upaya sudah dilakukan. Termasuk mencoba mencari di pasaran. Dan hasilnya nihil. Dia berharap, ADP yang dikirimkan nantinya oleh pemerintah pusat, tidak hanya dikhususkan untuk petugas medis. Namun, juga petugas di lapangan.

Kendala lain, tidak hanya tertuju pada persoalan APD. Dari hasil pantauan penulis di lapangan, alat pompa untuk menyemprotkan cairan disinfektan pun tampak mengalami kendala. Sebagian yang dipakai, bisa dengan lancar mengeluarkan cairan kimia pembasmi kuman penyakit, itu. Namun sebagian lainnya, ada yang mampat. Alias tidak berjalan normal.

Seperti yang dialami oleh Bhabinkamtibmas Barabai Timur, Bripda Mahyuni, ketika melakukan penyemprotan di titik lainnya. Yakni di Masjid Alfaizin Kecamatan Barabai. Belum 10 menit berlalu, cairan kimia tak lagi mampu menyembur. Kendala serupa juga dialami oleh rekannya yang lain. Yakni, Bripda Eko Haryanto, yang sebelumnya melakukan penyemprotan di Masjid At Taubah.

Kemudian, sejumlah personel juga kesulitan mengisi ulang disinfektan. Kemarin, meski ada dua unit mobil yang bertugas membawa pasokan disinfektan. Namun, hanya satu mobil yang dapat bertugas secara maksimal.

Terlepas dari berbagai kendala itu, kabar meyejukkan, datang dari Pemerintah Kabupaten HST. Pada Selasa (24/3) lalu, Bupati HST, H A Chairansyah, mengatakan bahwa saat ini, pihaknya tengah mengalokasikan dana tanggap darurat sebesar Rp4 miliar. Semoga saja, dengan adanya kabar tersebut, tak ada lagi kendala dalam menghadapi pandemi. (war/ran/ema)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers