MANAGED BY:
RABU
01 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 26 Maret 2020 13:07
Dari Malang, Ratusan Santri Masuk ODP
DIPERIKSA: Para santri di salah satu pondok pesantren di Lawang, Malang, Jawa Timur saat tiba di terminal kedatangan Bandara Internasional Syamsudin Noor, kemarin. | FOTO: HUMAS DAN PROTOKOL PEMKO BANJARBARU FOR RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Rabu (25/3) siang, Banua kedatangan 180 orang dalam pemantauan (ODP). Mereka adalah warga Kalsel yang menjadi santri di salah satu pondok pesantren di Lawang, Malang, Jawa Timur. Ratusan santri tersebut masuk dalam daftar ODP, lantaran Malang merupakan zona merah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Kedatangan para santri dari berbagai kabupaten/kota di Kalsel itu langsung disambut sejumlah tenaga medis dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Banjarmasin dan Dinas Kesehatan di terminal kedatangan Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Satu-persatu para santri disemprot cairan disinfektan, kemudian melewati pengecekan suhu tubuh melalui alat thermal scanner dan thermogun. Hasilnya, suhu tubuh mereka tidak ada yang berada di atas 38 derajat celsius.

Kepala KKP Kelas II Banjarmasin l, Ruslan Fajar mengatakan, dari hasil pemeriksaan memang tidak ada santri yang menunjukkan indikasi terinfeksi virus. Namun, lantaran datang dari wilayah yang terjangkit corona maka semuanya harus dipantau dan masuk dalam daftar ODP.

"Memang protokol harus begitu. Jadi, tadi santri kami serahkan ke Dinas Kesehatan di masing-masing daerah mereka untuk dilakukan pemantauan selama 14 hari," katanya.

Dia mengungkapkan, selama masa pemantauan para santri harus mengisolasi diri di rumah. Agar tidak menularkan ke orang lain, kalau memang pada akhirnya positif corona. "Dinkes harus intens berkoordinasi dengan Puskesmas untuk memantau mereka," ungkapnya.

Lanjutnya, santri sendiri paling banyak berasal dari Banjarmasin. Sisanya dari Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan beberapa kabupaten lain. "Kemungkinan mereka dari satu ponpes yang sama di Malang, sebab daftar nama mereka jadi satu," ujarnya.

Secara terpisah, Ketua Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan (P3) Covid-19 Banjarmasin Machli Riyadi membenarkan pihaknya telah menerima puluhan santri asal Banjarmasin dari Malang. "Ada 58 yang berdomisili di Banjarmasin," bebernya.

Dia mengungkapkan, saat para santri tiba pihaknya langsung melakukan proses screening Covid-19 dan memberikan advokasi berupa penyuluhan dan edukasi tentang Covid-19. "Terutama bagi mereka yang ada gejala batuk atau pilek, supaya setiba di rumah mereka nanti wajib untuk mengkarantina diri dulu di kamar, dan tidak kemana-mana," ungkapnya.

Disinggung bagaimana hasil screening, Machli mengatakan bahwa tidak ada santri yang terdeteksi panas di atas 38 derajat celsius. "Hanya ada yang batuk dan pilek, dan itu pun tergolong ringan," ujarnya.

Meski begitu, dia menyampaikan, 58 santri tersebut tetap dimasukkan dalam kategori ODP dan ODR (orang dengan risiko). Lantaran datang dari daerah yang diketahui terinfeksi Covid-19 meskipun belum menimbulkan gejala-gejala.

"ODR adalah orang-orang yang baru saja pulang dari perjalanan, ke negara atau ke kota yang terdapat kasus virus corona. Sementara, ODP sama dengan ODR, hanya saja sudah mulai ada gejala gangguan saluran pernafasan tetapi ringan. Seperti batuk, panas, pilek, sakit kepala atau sakit tenggorokan," jelasnya.

Perlakuan yang sama dilakukan Pemko Banjarbaru, Ketua Pelaksana Gugus Tugas P3 Covid-19 Kota Banjarbaru, Said Abdullah mengatakan, dari 180 santri yang tiba dari Malang, sembilan diantaranya merupakan warga Banjarbaru. Di mana, mereka sudah melewati tahapan pengecekan kesehatan dan penyemprotan disinfektan untuk mencegah atau antisipasi penyebaran Covid-19.

“Hasil dari pendataan kami, sembilan orang ini dalam keadaan sehat, tapi kami tetap melakukan prosedur bahwa mereka harus lapor ke Puskesmas dalam waktu 14 hari,” katanya.

Selain itu, dia menuturkan, para santri yang baru tiba di kampung halaman juga harus mendapat perlakuan khusus, diantaranya tidak boleh keluar rumah, menjaga pola hidup sehat, cuci tangan pakai sabun dan makan makanan yang bergizi. “Tolong jangan dibawa keluar rumah untuk silaturahmi dan juga jangan dijenguk selama 14 hari. Walaupun kami berkeyakinan mereka semua dalam keadaan sehat tapi kita harus tetap waspada dalam hal ini,” tuturnya.

Lanjutnya, dengan tibanya sembilan santri tersebut, membuat jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di kota Banjarbaru bertambah. “Ya, karena mereka masuk ODP. Jadi, jumlah ODP di Banjarbaru menjadi 97 orang, karena tambahan 9 ODP, sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tetap nol, dan yang positif juga nol," pungkasnya.

Periksa Ketat Orang yang Masuk Kalsel

B Menindaklanjuti pandemi virus corona atau Covid-19, Tim Gugus P3 Covid-19 Kalsel mulai memperketat pemeriksaan di sejumlah jalur masuk lintas provinsi. Hal itu dilakukan, guna mencegah seseorang yang diduga terinfeksi virus corona masuk ke wilayah Kalsel.

Pemeriksaan sendiri melibatkan sejumlah elemen, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polri, TNI, Dinas Kesehatan, Satpol PP dan lain-lain. Di mana mereka bertugas untuk memeriksa setiap orang yang mau masuk ke Kalsel.

Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Wahyuddin mengatakan, jalur masuk yang sudah mulai dijaga ketat ialah di Desa Lano, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong. "Daerah ini merupakan perbatasan antara Kalsel dan Kaltim," katanya kepada Radar Banjarmasin.

Dia mengungkapkan, para pengguna jalan yang datang dari Kaltim dan ingin masuk ke Kalsel suhu tubuhnya diperiksa menggunakan thermogun. "Semua diperiksa satu-persatu untuk memastikan tidak ada orang yang masuk ke Kalsel dengan suhu tubuh tinggi," ungkapnya.

Lanjutnya, pemeriksaan sendiri akan dilakukan di tiga jalur lainnya. Yakni, perbatasan antara Kalsel dan Kalteng di Kabupaten Batola dan perbatasan antara Kalsel dan Kaltim di Balangan dan Kotabaru. "Pemeriksaan di perbatasan dilakukan sepanjang berlakunya status tanggap darurat Covid-19," ujarnya.

Khusus untuk di Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Kotabaru, pria yang akrab disapa Ujud ini menyampaikan, saat ini tim masih merumuskan untuk menetapkan titik-titik posko cegah tangkal."Nantinya, akan ada 5 titik yang dicanangkan tim gugus tugas setempat," ucapnya.

Dia memaparkan, di antara posko cegah tangkal yang akan didirikan di Kabupaten Barito Kuala, yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kalteng, Yaitu di kawasan Anjir untuk jalur darat, kawasan Tabukan untuk penyeberangan fery dan Pelabuhan Marabahan. “Tim kemungkinan akan bergerak satu atau dua hari berikutnya, karena sekarang masih merumuskan titik-titik tadi,” paparnya.

Terkait perketatan di jalur perbatasan provinsi, Ujud membeberkan bahwa Gubernur Kalsel Sahbirin Noor telah membuat surat edaran untuk bupati/walikita agar melakukan skrining cegah tangkal di semua jalur masuk lintas provinsi.

Bukan hanya itu, dia mengatakan, bupati/walikota se-Kalsel juga diminta menyiapkan ruang isolasi di rumah sakit yang ada di daerahnya masing-masing. "Karena dikhawatirkan daerah nantinya ada menerima pasien diduga corona, jadi sebelum dirujuk ke rumah sakit rujukan harus diisolasi dulu," katanya.

Di sisi lain, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor usai melakukan video teleconference bersama bupati/walikota se-Kalsel baru-baru tadi menegaskan bahwa Pemprov Kalsel akan terus meningkatkan upaya pencegahan lewat langkah-langkah preventif.

"Saya sudah vicon bersama bupati dan walikota. Semua kita minta bergotong royong mengantisipasi wabah corona ini. Kita tekankan semua, bupati dan walikota agar menyiapkan rumah sakit yang ada ruang isolasinya supaya bisa menampung pasien," ujarnya.

Dia juga mengajak masyarakat untuk menangkal Covid-19 dengan cara senantiasa menjaga kebersihan, serta rajin mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. "Juga jaga jarak dengan kerumunan orang. Karena virus bisa menular dengan saling bersentuhan," pungkasnya. ()

Data Pusat dan Kalsel Berbeda

SEMENTARA ITU, situs resmi pemerintah RI www.covid19.go.id menyebutkan jumlah warga Kalsel yang terkonfirmasi positif Covid-19 ada dua orang. Itu artinya ada penambahan satu orang dari sebelumnya, yakni Ulin 1 yang saat ini tengah diisolasi di Ruang Bougenville RSUD Ulin Banjarmasin.

Informasi ini membuat masyarakat bertanya-tanya. Padahal, tim Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Kalsel, hanya menyatakan 1 orang yang terkonfirmasi.

Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Kalsel, M Muslim pun mengaku bingung karena mereka belum mendapat informasi resmi dari pemerintah pusat. Dia mengatakan, kabar tersebut juga sudah dikonfirmasi ke Kemenkes.

"Yang dikabarkan di Kalsel ada dua, kami masih konfirmasi. Saat ini, kami masih menyatakan di Kalsel hanya satu yang terkonfirmasi," ujar Muslim saat memberikan keterangan update kasus Covid-19 di Kalsel kemarin.

Hingga kemarin, bebernya, hanya orang dalam pemantauan (OPD) yang bertambah signifikan. Di mana di hari sebelumnya hanya sebanyak 716 orang. Kemarin per 16.00 Wita, OPD sebanyak 839 orang.

Tak hanya itu, pasien dalam pengawasan (PDP) juga mengalami penambahan sebanyak satu orang asal Kabupaten Hulu Sungai Selatan. PDP Ulin 14 yang dirujuk Selasa (25/3) dini hari sekitar pukul 03.00 Wita adalah seorang perempuan berusia 36 tahun.

Ketika dirujuk Ulin 14 berkondisi lemah dan mengalami sesak napas. Dibeberkan Muslim, dari contact tracking terakhir, dia ada riwayat perjalanan ke Jakarta. "Dia juga ada kontak dengan orang asing. Alhamdulillah kondisinya pagi tadi (kemarin) sudah membaik," sebut pria yang juga menjabat Kadinkes Kalsel itu. 

Kabar baiknya, PDP Ulin 7 seorang Balita berusia 1 tahun 3 bulan dinyatakan negative Covid-19 dan sudah dipulangkan. Ulin 7 ini adalah anak dari salah satu PDP yang juga tengah diisolasi di RSUD Ulin. "Ulin 7 negatif, dan sudah dipulangkan sore tadi (kemarin)," terangnya.

Itu artinya, sampai kemarin, sudah ada 5 PDP yang sempat dirawat dinyatakan negatif. Di mana sebelumnya Ulin 2, 3, 4, dan 5 asal Tanah Bumbu lebih dulu dipulangkan. "Saat ini ada 8 PDP yang dirawat. Dan 1 terkonfirmasi positif, yakni masih Ulin 1," imbuhnya.

Muslim menyampaikan, meski Ulin 1 masih positif, namun kondisinya semakin membaik dan stabil. "Memang hasil laboratoriumnya masih positif, semoga terus membaik dan sembuh," tandasnya.

Terpisah, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten HSS, dr Isa Anshori mengatakan Ulin 14 sebelumnya diisolasi di RSUD Brigjen H Hasan Basry Kandangan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan mengarah ke gejala Covid-19.

"Tim RSUD Brigjen H Hasan Basry Kandangan langsung berkoordinasi ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk merurujuknya. Karena ruang isolasi rumah sakit di Bumi Antaludin, masih memerlukan pembenahan dan alat pelindung diri (APD) belum cukup," ujarnya. (ris/mof/shn/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 31 Maret 2020 19:50
Pemkab Balangan

Pemkab Balangan Lakukan Penyemprotan Disinfektan Massal

PARINGIN - Bupati Balangan beserta jajarannya dan unsur Forkopimda, Selasa…

Selasa, 31 Maret 2020 19:45
PARLEMENTARIA

Legislatif Dukung Pencegahan Penyebaran COVID-19

PARINGIN - Dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19, DPRD kabupaten Balangan…

Selasa, 31 Maret 2020 18:01
BREAKING NEWS

YA ALLAH..! Positif Covid-19 Terkonfirmasi Menjadi 8 Orang

BANJARMASIN - Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalsel kembali…

Selasa, 31 Maret 2020 11:19

Ibu Kota Banua Tanpa Karantina Wilayah, "KAMI TAKUT..!"

Disinfeksi digencarkan. Imbauan tinggal di rumah, mencuci tangan dan menjaga…

Selasa, 31 Maret 2020 11:16

Manager ASDP Dituding Halangi Pemeriksaan Corona di Kapal, Gugus Tugas Rekomendasikan Arif Budiman Pindah

Sekda Tanbu H Rooswandi Salem marah-marah di Pelabuhan Samudera Batulicin.…

Selasa, 31 Maret 2020 11:11

5 Positif, Kalsel Pertimbangkan Karantina Wilayah

BANJARMASIN - Tanda-tanda ledakan pasien virus corona di banua mulai…

Selasa, 31 Maret 2020 11:07

Dikuburkan di Balikpapan, Keluarga Bantah Covid-19

BANJARMASIN - Ponpes Tahfidzul Quran Al Ikhsan, Banjarmasin berduka. Pimpinan…

Selasa, 31 Maret 2020 11:05

Dua PDP Banjarbaru Dikonfirmasi Negatif Covid-19

BANJARBARU - Status dua orang PDP (Pasien Dalam Pengawasan) asal…

Selasa, 31 Maret 2020 11:02

Bersandar di Kotabaru, Kapal Bawa ODP dari Sulawesi

KOTABARU - Akhir-akhir ini keresahan warga Kotabaru meningkat. Menyusul beredarnya…

Selasa, 31 Maret 2020 10:54

Hari ini, Rapat Paripurna Tetap Digelar; Kursi Rapat Diberi Jarak

BANJARBARU - Meski di tengah situasi Pandemi Covid-19. Agenda penting…

Pemkab Balangan Lakukan Penyemprotan Disinfektan Massal

Legislatif Dukung Pencegahan Penyebaran COVID-19

YA ALLAH..! Positif Covid-19 Terkonfirmasi Menjadi 8 Orang

Warga Kurang Mampu, Sambung Listrik Diskon 50 Persen

Ibu Kota Banua Tanpa Karantina Wilayah, "KAMI TAKUT..!"

Manager ASDP Dituding Halangi Pemeriksaan Corona di Kapal, Gugus Tugas Rekomendasikan Arif Budiman Pindah

Hotel-Hotel Mulai Rumahkan Karyawan, Permintaan Peniadaan Pajak Ditangguhkan Pemko Banjarmasin

5 Positif, Kalsel Pertimbangkan Karantina Wilayah

Dikuburkan di Balikpapan, Keluarga Bantah Covid-19

Dua PDP Banjarbaru Dikonfirmasi Negatif Covid-19
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers