MANAGED BY:
SABTU
28 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 27 Maret 2020 11:51
Fenomena Takhayul Pesisir Kalsel di Tengah Corona

Rame-Rame Cari Telur Rebus, Harus Dimakan Dini Hari

RENTAN HOAKS: Suasana pesisir Pulau Laut di bagian selatan. Masih banyak warga yang percaya dengan hal yang tak rasional. | DOK/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Optimisme beberapa pejabat pemerintah, yang percaya warga akan disiplin tanpa lockdown sepertinya bertolak belakang degan fakta di lapangan. Rabu (25/3) malam tadi, di pesisir Kotabaru banyak warga termakan cerita takhayul untuk menghindari virus corona.

-- Oleh: ZALYAN SHODIQIN ABDI, Kotabaru --

Jalan-jalan di pusat kota kecamatan di daerah pesisir selatan Pulau Laut, Rabu (25/3) malam ramai. Warga hilir mudik mencari telur, yang harus mereka makan sebelum pukul 03.00 dini hari.

Heri, jurnalis di Kotabaru yang belum lama tadi memutuskan pulang ke kampungnya di Desa Labuan Mas Kecamatan Pulau Laut Selatan bercerita. Entah bagaimana katanya, di daerahnya viral informasi, ada anak baru lahir langsung bisa berbicara.

Bayi itu konon mengatakan, warga harus makan telur rebus agar kebal corona. Satu orang satu. Harus dimakan di antara pukul 00.00 sampai pukul 03.00 dini hari.

Sekadar diketahui, pesisir Pulau Laut didiami mayoritas warga keturunan Sulawesi. Campur dengan Banjar dan Jawa. Di Kecamatan Pulau Laut Selatan, Pulau Laut Kepulauan, Pulau Laut Tanjung Selayar dan Pulau Laut Barat masih banyak warga yang percaya takhayul.

Dalam beberapa hari ini, keresahan warga di pesisir terkait corona memang meningkat. Di Pulau Kerasian, yang jarang didatangi pendatang, warga sudah lama menerapkan salaman jarak jauh sebelum pemerintah daerah tetapkan status siaga darurat. Informasi salaman jarak jauh itu mereka peroleh dari TV.

Layaknya pelosok, orang-orang tua yang ditokohkan karena kesaktian masa lalunya sering didengar petuahnya. Bahwa corona sudah diramalkan akan terjadi di akhir zaman.

Kisah-kisah kiamat, dan segala hal semacamnya membungkus keseharian mereka.

Maka puncaknya, ketika ada informasi bayi bisa bicara dan menawarkan obat corona, warga langsung percaya. Rasa cemas, minimnya pendidikan, tingginya kepercayaan kepada takhayul membuat informasi itu viral.

Karniawan, penjual sembako di Labuan Mas, malam itu telurnya ludes dibeli warga. Iyan, warga lainnya bertengkar dengan ibunya soal telur rebus. "Mamaku gak percaya itu hoax," keluh Iyan.

Heri sendiri memastikan ada ribuan orang malam itu sibuk memasak telur. "Di Kecamatan tempatku saja ramai sekali. Kecamatan yang lain juga begitu," akunya.

Pun begitu, rata-rata warga memang punya persediaan telur. "Saya makan saja. Kan gak papa juga, telur rebus. Lain telur mentah juga," kata Rapi warga Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar.

Informasi itu datang dari berbagai penjuru. Utamanya keluarga warga yang tinggal di Sulawesi. Bayi itu konon lahir di Sulawesi.

Dari penelusuran Radar Banjarmasin, di Sulawesi Selatan, bahkan ada warga yang nekat mau mengumumkan ke masjid, bahwa warga harus secepatnya makan telur rebus.

Tallo, begitu orang Sulawesi menyebutnya. Tallo adalah makanan wajib dan sakral saat kegiatan seremoni keagamaan juga olah mistis di zaman dulu.

Kapolres Kotabaru AKBP Andi Adnan Syafruddin menyesalkan kejadian itu. "Mohon warga jangan langsung percaya jika ada informasi yang belum jelas sumbernya dari mana," ujarnya.

Kapolres berjanji akan memaksimalkan petugas di lapangan untuk mengedukasi warga. Hal senada juga disampaikan Dandim 1004 Kotabaru Letkol Inf Rony Fitriyanto. "Nanti kita imbuan warga melalui Babinsa di lapangan," ujar Rony.

Sebelumnya, pemerintah daerah sudah memberlakukan sistem tanggap darurat. Warga diminta tidak berkumpul di luar rumah jika tidak penting. Polisi sudah mulai membubarkan orang-orang yang bergerombol kongkow. (zal/ran/ema)


BACA JUGA

Jumat, 27 Maret 2020 11:51

Fenomena Takhayul Pesisir Kalsel di Tengah Corona

Optimisme beberapa pejabat pemerintah, yang percaya warga akan disiplin tanpa…

Kamis, 26 Maret 2020 13:02

Pakai Jas Hujan, Berharap Kiriman APD Bukan Hanya bagi Perawat Saja

Alat pelindung diri (APD) menjadi pakaian paling "tren" sekarang ini.…

Rabu, 25 Maret 2020 11:49

Cerita-cerita Calon Pengantin yang Gagal Gelar Resepsi; Katering Sudah Pesan Akhirnya Dibagikan ke Anak Yatim

Niat Arif Hendy Wijaya (25) warga Desa Barambai untuk bersanding…

Senin, 23 Maret 2020 12:51

Bincang Santai dengan "Indro Corona"; Sudah Ada Sebelum Masehi, Sembuh dengan Vitamin E

Muhammad Indro Cahyono akhir-akhir ini sibuk mondar-mandir kantor-kantor pemerintah untuk…

Minggu, 22 Maret 2020 05:48

Melihat Penerapan Social Distancing di Bandara Syamsudin Noor

Upaya pencegahan dan meminimalisir penyebaran virus corona atau Covid-19 dilakukan…

Kamis, 19 Maret 2020 11:54

Kondisi Jembatan Ulin Desa Gadung Hilir; Atasnya Masih Bagus, Bawahnya Lapuk Termakan Usia

Jembatan di Rukun Tetangga (RT) 1 di Desa Gadung Hilir…

Rabu, 18 Maret 2020 13:12

Tangkal Corona, SMKN 1 Banjarbaru Membuat Hand Sanitizer Sendiri

Di tengah pandemi virus corona atau Covid-19, orang-orang rela membeli…

Minggu, 15 Maret 2020 07:32

Diduga karena Dampak Peledakan Area Pertambangan, Rumah Warga Desa Pantai Cabe Retak-retak

Warga Desa Pantai Cabe Kecamatan Salam Babaris resah. Hampir semua…

Rabu, 11 Maret 2020 14:27

Susahnya Menjaga Kayu Hutan di Pulau Laut: Kayu Disita, Petugas Hutan Dikalungi Parang

Dewi Wulansari hampir kehilangan nyawanya saat mengamankan kayu diduga hasil…

Rabu, 11 Maret 2020 14:11

Kantor Baru Disdukcapil Tapin: Bisa Menabung, Ada Layanan Pos, Sampai Keluarga Berencana

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menempati kantor baru di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers