MANAGED BY:
SABTU
06 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Sabtu, 28 Maret 2020 09:08
Harga Stabil, Permintaan Menurun
STABIL: Harga kebutuhan pokok di Kota Banjarmasin relatif stabil ditengah mewabahnya covid-19.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Belakangan hari, dampak pandemi mulai terasa ke sejumlah komoditas pokok. Contoh harga gula pasir yang melambung. Tapi masalah utama ternyata pada permintaan yang menurun.

Kemarin (27/3) pagi, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan dan Komandan Kodim 1007 Banjarmasin Kol Inf Anggara Sitompul menggelar sidak pasar.

Harga-harga bahan pangan pokok dicek, ditanyakan langsung pada pedagang. Tujuannya adalah Pasar Sentra Antasari di Banjarmasin Tengah.

Dari sidak ini diketahui, bawang merah dijual sekitar Rp32-33 ribu per kilogram. Sedangkan bawang putih Rp43 ribu per kilogram. Lalu telur ayam Rp21-26 ribu per kilogram.

Sedangkan harga daging masih normal, di kisaran Rp120-125 ribu per kilogram. Begitu pula dengan harga ayam potong dan cabai lokal.

"Harga dan pasokan sebenarnya masih stabil, tapi permintaan pembeli yang menurun. Contoh daging sapi, turun sampai 50 persen. Bahkan ayam potong sampai 70 persen," jelas wali kota.

Ini dampak tak terelakkan dari seruan berdiam di rumah selama wabah COVID-19. Rumah makan, lapak kali lima, dan restoran banyak yang memilih tutup karena sepi pengunjung.

"Karena permintaan dari pedagang malam yang menurun, seperti restoran yang mulai tutup," tambah Ibnu.

Dia menjamin, pasokan kebutuhan pokok masih tersedia dan cukup. "Harga gula memang melonjak drastis. Tapi pasokannya masih aman," tambahnya. Sementara bawang putih yang sempat mahal, kembali normal. Begitu pula sayur mayur yang dikabarkan ikut-ikutan mahal.

Ibnu berharap, situasi terus terkendali selama status tanggap darurat pandemi belum dicabut. Hingga tibanya bulan puasa dan lebaran nanti.

"Untuk beras, dari laporan Bulog, masih cukup bertahan sampai lima bulan ke depan. Tapi permintaan beras memang menurun," tambahnya.

Wali kota, kapolresta, dan dandim sepakat, harus ada pengawasan. Tidak boleh ada yang menimbun bahan pokok dalam situasi seperti ini.

Sementara itu, Aril, pedagang telur dan beras, membenarkan turunnya permintaan dari pembeli. Dimulai sejak wabah merebak.

"Banyak pelanggan beras dan telur itu pedagang makanan. Mereka banyak yang tutup. Stok kami pun banyak. Jadi memang jauh menurun sekali," ujarnya. (lan/at/fud)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers