MANAGED BY:
SABTU
06 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Minggu, 29 Maret 2020 09:23
Ada Apa Antara PKS dan Ibnu Sina..?
Ibnu Sina

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Hingga kini, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum juga menetapkan siapa bakal calon yang diusung dalam Pilwali nanti. Sekalipun ada kadernya Ibnu Sina.

Laku PKS itu memunculkan pertanyaan, ada apa? Padahal jelas-jelas Ibnu Sina menyatakan keinginannya untuk kembali mencalonkan diri sebagai Wali Kota Banjarmasin.

Ketua DPD Banjarmasin Hendra menjelaskan, partainya memang belum menetapkan pilihan. Lantaran ingin melihat dinamika politik di Banjarmasin. Termasuk memantau parpol lain dalam menyampaikan dukungannya kepada pasangan bakal calon.

“Sampai hari ini kan juga belum ada yang berani mendeklarasikan dukungan atau mengusung pasangan calon,” sebutnya.

Lagipula, Pilwali erat kaitannya dengan Pilgub. Konsolidasi politik di provinsi akan membawa pengaruh besar ke kota.

“Ada harmonisasi politik dari tingkat Pilgub hingga Pilwali. Semuanya berkaitan,” tambahnya.

Meski begitu, PKS sebenarnya sudah memberikan kisi-kisi. Terkait siapa yang berpotensi akan mereka usung. “Yang pasti PKS menginginkan kader sendiri untuk maju,” ucapnya.

Apakah itu berarti Ibnu? Hendra tak menjawab lugas. Jawabannya diplomatis. Siapa saja memungkinkan untuk mereka usung.

Namun ia memastikan, partainya tentu mempertimbangkan kans calon petahana. Bagaimanapun Ibnu Sina adalah wali kota saat ini. Yang kalau dipikir-pikir masih ideal memimpin Banjarmasin.

Sebenarnya, ada dua nama lain yang juga dipertimbangkan PKS. Keduanya juga kader, yakni Anggota DPRD Banjarmasin Mustafa Zakir dan mantan Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan, Ardiansyah.

“Begitu juga dari eksternal PKS yang mendaftar di partai kami. Tetap ada peluang juga,” katanya. Intinya, segala keputusan dibuat oleh DPP PKS.

Terkait sistem penentuan pasangan, Hendra menyebut partainya punya cara sendiri. Yakni melalui Desk Pilkada. Tim inilah yang membuat perhitungan statistik secara objektif.

“Menggunakan sebuah matrik. Misalnya kandidat yang ini dipasangkan dengan calon itu bagaimana potensinya. Termasuk kekurangan dan kelebihannya. Sehingga menjadi sebuah pertimbangan rasional,” jelasnya.

Di sisi lain, PKS juga sadar diri. Mereka harus mencari teman koalisi. Mengingat, partai ini hanya punya lima kursi di parlemen. Butuh tambahan empat kursi lagi untuk bisa bertarung di Pilwali nanti.

Itulah sebabnya, dalam penentuan bakal calon juga butuh pertimbangan partai koalisi. “Kan bisa saja bukan kader PKS yang jadi calon wali kotanya. Tapi justru dari partai koalisi,” pungkasnya. (nur/fud/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 06 Juni 2020 12:18

Semua Kesetrum Tagihan Listrik

BANJARBARU - Masyarakat Banua ramai-ramai mengeluhkan membengkaknya tagihan listrik pada…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:09
BREAKING NEWS

Banjir, Jalan Sekapuk Macet

BATULICIN - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tanah Bumbu, sejak…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:07

Sabilal Masih Tiadakan Salat Jumat

BANJARMASIN - Usai pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:58

Tidak Laksanakan Protokol Kesehatan, Kemenag Kirim Penyuluh Agama Beri Penyadaran

BANJARBARU - Beberapa waktu lalu, selepas PSBB berakhir. Pemko Banjarbaru…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:56
PARLEMENTARIA

Dewan Bentuk Pansus Covid-19

BANJARBARU - Pihak legislatif akhirnya membentuk Pansus Penanganan Covid-19. Tujuannya…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:52

ASN yang Ngantor Lebih Banyak, yang WFH Sisa 40 Persen

BANJARBARU - Memasuki fase pendisiplinan hingga 13 Juni mendatang. Persentase…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:50

Rapat Online Tak Efektif, Belasan Raperda Mandek

BANJARMASIN - Pandemi mengganggu agenda DPRD Kalsel. Pembahasan rancangan peraturan…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:47

3 Kelurahan Jadi Zona Merah Pekat, Tapi Warga Masih Bisa Nongkrong Santai

Kamis (4/6), jumlah kasus positif COVID-19 di Banjarmasin kembali melonjak.…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:34

Bantu Ketahanan Pangan Masyarakat

RANTAU - Tugas polisi bukan hanya menumpas kejahatan. Tetapi juga…

Sabtu, 06 Juni 2020 10:05

New Normal Kotabaru, Harus Dievaluasi

KOTABARU – Jemaah masjid membeludak salat Jumat di Masjid Agung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers