MANAGED BY:
MINGGU
31 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Minggu, 29 Maret 2020 10:39
Wawali Soroti Lonjakan Harga Produk Kesehatan: Minta Oknum Pedagang Tidak Memanfaatkan Situasi
MONITORING: Wakil Walikota Banjarbaru, Darmawan Jaya (paling kiri) mengecek ketersediaan bahan pokok sekaligus monitoring harga di salah satu retail modern di pusat perbelanjaan di Banjarbaru beberapa waktu lalu. (Foto - Darmawan Jaya for Radar)

PROKAL.CO, BANJARBARU - Semenjak isu Covid-19 merebak. Produk untuk kesehatan seperti masker, handsanitizer, cairan anti septik dan lainnya langsung langka. Kalaupun ada, harganya melambung tinggi. Tak terkecuali di Kota Banjarbaru.

Di toko-toko obat, apotek atau retail yang biasa menjual produk ini sudah dalam kondisi kosong. Jikalau ada, langsung diborong oleh warga yang berburu produk ini.

Mirisnya, di tengah pentingnya kebutuhan produk kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 ini. Banyak oknum yang mengambil keuntungan. Yakni menjual produk tersebut berkali-kali lipat.

Dari penelusuran Radar Banjarmasin. Cenderung oknum yang menjual produk dengan harga tidak wajar ini lebih senang memasarkannya lewat media sosial. Uniknya, banyak warga yang rela merogoh kocek lebih untuk mendapatkan produk tersebut. Maklum, di pasaran keberadaannya langka. Disinyalir diborong oleh para oknum ini.

Dewi Arsita, warga asal Palam Banjarbaru ini mengaku dibuat jengkel. Lantaran ia yang sudah keliling toko obat untuk membeli masker malah tidak menemukan. Begitupun ketika ia mau mencari handsanitizer di toko-toko. Semua toko akunya mengalami kehabisan.

"Baru saja kemarin saya terpaksa beli handsanitizer lewat online. Harganya tinggi sekali, kapasitas 55 mililiter dijual Rp75 ribu, padahal normalnya paling Rp12500," curhatnya.

Ia pun mengaku menyayangkan kondisi ini. Mengingat katanya ketika dirundung musibah seperti ini seharusnya masyarakat bisa saling membantu. "Yang lebih miris itu kasihan tenaga medis atau kesehatan yang juga terdampak hal begini," katanya.

Atas hal ini, Wakil Walikota Banjarbaru, Darmawan Jaya turut menyoroti fenomena ini. Wawali sendiri mengaku sedikit banyak telah mengetahui soal kelangkaan dan adanya masyarakat yang menjual dengan harga tidak wajar.

Ia sendiri katanya sudah meminta Gugus Tugas P3 Covid-19 Banjarbaru dalam bidang ekonomi untuk terus memantau pergolakan di pasar. Termasuk tegas Jaya soal produk kesehatan ini.

"Yang jelas, kami meminta kepada pelaku usaha agar mempunyai empati dan rasa solidaritasnya. Karena dalam situasi seperti ini, tentu kepedulian sangat diperlukan, khususnya agar jangan menjual produk atau bahan kesehatan tadi dengan harga yang sangat tinggi," tegas Wawali.

Sebab, produk kesehatan ini katanya dibutuhkan orang banyak. Karena dapat membantu dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 di masyarakat. Maka dari itu, ia menegaskan agar pelaku usaha juga dapat memahami kondisi ini.

"Soalnya jika ada masyarakat yang sakit karena ini maka dampaknya juga ke masyarakat yang lain, bisa jadi kepada yang bersangkutan (pelaku usaha). Jadi sekali lagi, kami berharap agar pelaku usaha juga dapat menunjukkan empatinya agar jangan memanfaatkan situasi ini," imbuhnya.

Terakhir, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Banjarbaru melarang keras praktik menaikkan harga jual di luar harga normal. "Malah ini seharusnya jadi kesempatan yang baik untuk mendapatkan amal untuk berbuat kebaikan," pesannya. (rvn/ram/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 30 Mei 2020 21:19

Persiapan New Normal, Kodim Kumpulkan Pelaku Usaha

BANJARMASIN - Kodim 1007/Banjarmasin menggelar pertemuan dengan para pelaku usaha,…

Sabtu, 30 Mei 2020 14:07

Haji Bersiap untuk Kemungkinan Terburuk

BANJARMASIN - Pelaksanaan ibadah haji 2020 tinggal dua bulan. Namun,…

Sabtu, 30 Mei 2020 14:03

Diperpanjang, PNS Bekerja di Rumah

BANJARBARU - Belum redanya wabah virus corona (Covid-19) di Banua,…

Sabtu, 30 Mei 2020 13:58

Kurva Masih Terjal, Tim Berpacu Waktu

BANJARMASIN - Kasus Covid-19 di Kalsel benar benar mengamuk. Dalam…

Sabtu, 30 Mei 2020 13:39

Dua Ibu dan Bayinya Terpapar, Banjarbaru Tambah Tujuh Positif

BANJARBARU - Sempat melandai beberapa waktu sebelumnya. Sebaran kasus terkonfirmasi…

Sabtu, 30 Mei 2020 13:38

Perpanjang Masa Belajar di Rumah, Skema Belajar Normal Baru Masih Disusun

BANJARBARU - Setelah masa libur Ramadan dan lebaran dari 24…

Sabtu, 30 Mei 2020 13:37

Rapid Test Keluarga ‘PDP Kabur’, Hasilnya Reaktif

BANJARBARU - Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sebelumnya kabur saat…

Sabtu, 30 Mei 2020 13:34

Penjagaan Dialihkan ke Tempat Keramaian

BANJARBARU - Penerapan fase normal baru dipastikan akan kembali melibatkan…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:53

Pemko Perpanjang Penjagaan Pasar

BANJARMASIN - Dinas Perindustrian dan Perdagangan terus disibukkan dengan sosialisasi…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:50

APBD Dipermak Demi Ruang Isolasi, Insentif Tenaga Medis Juga Segera Cair

BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin kembali merombak APBD 2020. Anggaran setiap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers