MANAGED BY:
SABTU
30 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

SPORT

Selasa, 31 Maret 2020 10:04
Pelatprov NPC Kalsel Libur
LIBUR DULU: NPC Kalsel memutuskan meliburkan sementara program Pelatprov NPC Kalsel 2020 karena pandemi Covid-19.

PROKAL.CO, BANJARMASIN-Makin merebaknya pandemi virus Covid-19 di Indonesia, turut memberikan dampak yang signifikan di Kalsel. Pemprov Kalsel bahkan sudah mengimbau agar aktivitas keramaian seperti olahraga agar tidak digelar dulu. Alhasil, kegiatan olahraga di Kalsel juga terkena imbasnya, tak terkecuali program Pelatihan Provinsi National Paralympic Commiittee (Pelatprov NPC) Kalsel 2020.

Direktur Pelatprov NPC Kalsel 2020, H Sarmidi menjelaskan pihaknya meliburkan program ini hingga batas waktu yang belum ditentukan. "Berdasarkan hasil diskusi dan disepakati oleh Ketua Umum NPC Kalsel, untuk menghindari pandemi Covid-19, Pelatprov NPC Kalsel libur untuk sementara, hingga batas waktu yang belum ditentukan. Yang jelas, selama pandemi Covid-19 masih ada dan juga masih ada larangan dari pemerintah, maka kami wajib taat," ungkap Sarmidi.

Sarmidi menceritakan program Pelatprov NPC Kalsel dijalankan sebagai dukungan persiapan para paralimpian Kalsel menuju Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI 2020 Papua. "Program ini kami mulai sejak Januari 2020. Kami membentuk tim monitoring dan evaluasi (monev) untuk memantau perkembangan latihan paralimpian Kalsel yang diproyeksikan ke Peparnas Papua. Selain itu, dalam program ini kami juga membentuk divisi sarana dan prasarana, serta divisi medis," sebut akademisi olahraga JPOK ULM Banjarbaru itu.

Sedikitnya, ada seratus paralimpian yang dipantau tim Pelatprov NPC Kalsel 2020. "Mereka terdiri dari cabang olahraga tenis meja, judo, atletik, renang, catur, menembak, sepak bola cp, angkat besi, badminton, dan memanah," sambungnya.

Sementara itu, Ketua Umum NPC Kalsel, H Ahmad Firdaus menyebut keputusan meliburkan sementara program Pelatprov NPC Kalsel 2020 ini adalah keputusan terbaik. "Sekarang, kesehatan adalah prioritas yang utama demi menghindarkan para paralimpian Kalsel terjangkit Corona. Oleh karena itu, sekarang kami pulangkan dulu para paralimpian ke kampung halaman masing-masing. Kalau situasi dan kondisi sudah aman, mereka akan kami panggil kembali untuk menjalani latihan," tandasnya.(oza)


LATIHAN MANDIRI: Dua pelatih menembak asal Ukraina, Svetlana Boykava dan Kudrya Sergei urung datang ke Kalsel karena lock down di negaranya akibat pandemi Corona.

Pelatih Ukraina Terganjal Lock Down
BANJARMASIN - Impian Pengurus Provinsi Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Pengprov Perbakin) Kalsel untuk mendatangkan pelatih asing, buyar. Pasalnya, dua pelatih asal Ukraina kini tak bisa ke mana-mana. Mereka terganjal penerapan lock down di negaranya untuk menghalau pandemi Corona.

F Dharmawan, pelatih menembak Kalsel menjelaskan Pengprov Perbakin Kalsel mendatangkan dua pelatih menembak asal Ukraina tersebut untuk mempersiapkan skuat menembak Kalsel menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 Papua. "Svetlana Boykova dan Kudrya Sergei dijadwalkan datang ke Banjarmasin, April ini. Tapi, karena pandemi Corona, keduanya urung datang ke Kalsel. Jalur penerbangan di Ukranina ditutup total karena diterapkannya kebijakan lock down," sebut pelatih yang akrab disapa Iwan, Senin (30/3).

Dituturkan Iwan, saat ini program latihan para atlet menembak Kalsel juga diliburkan sementara karena wabah Corona. "Para atlet kami minta berlatih mandiri dulu, termasuk tetap melakukan latihan fisik di rumah masing-masing. Nanti, bila situasi dan kondisi sudah aman, kami akan latihan bareng lagi," sebutnya.

Sementara itu, Wayne Aulia Pradetha, salah satu atlet menembak Kalsel berharap agar pandemi Corona bisa segera berakhir. "Sedih rasanya tak bisa latihan dan ikut kejuaraan bersama teman-teman. Semoga, Corona cepat berlalu dan semua senantiasa dalam keadaan sehat. Tetap semangat buat para atlet Kalsel," tandasnya.(oza)


AKSI SOSIAL: Pengprov HDCI Kalsel menyerahkan bantuan berupa masker dan APD kepada Kelompok Staf Medik Paru RSUD Ulin Banjarmasin, Senin (30/3).

Jangan Touring dan Kopdar
BANJARMASIN-Ketua Umum Pengurus Provinsi Harley Davidson Club Indonesia (Pengprov HDCI) Kalsel, Ferry Perdana angkat bicara terkait situasi dan kondisi terkini yang dilanda pandemi Corona. Ferry meminta agar para anggota HDCI Kalsel menahan diri untuk sementara waktu melakukan kegiatan di luar rumah. "Untuk sementara, jangan touring atau kopi darat (kopdar) dulu. Mengingat, pandemi Corona sekarang sedang marak," ungkap Ferry kala menyerahkan Alat Pelindung Diri (APD) medis kepada Kelompok Staf Medik Paru RSUD Ulin Banjarmasin, Senin (30/3).

Ferry yang didamping sejumlah pengurus inti Pengprov HDCI Kalsel tersebut juga mengingatkan agar para anggota HDCI Kalsel menerapkan prosedur medis yang ditetapkan selama pandemi Covid-19. "Selalu cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, terapkan social distancing, dan beraktivitaslah di rumah. Bagi yang harus ke luar rumah, jaga kondisi dan gunakan masker," pesannya.

Ferdi menuturkan pihaknya tetap komitmen melakukan aksi sosial, terutama di masa pandemi Corona seperti saat ini. "Kami mengumpulkan donasi senilai kurang lebih Rp40 juta. Dana donasi tersebut kami belikan masker medis sebanyak 34 box dan 20 unit APD. Semuanya, kami serahkan kepada para dokter dan perawat di RSUD Ulin yang menjadi garda terdepan penanggulangan wabah Corona di Kalsel," ujarnya.

Yang tak kalah penting, ini juga sesuai dengan instruksi HDCI Pusat agar anggota HDCI Kalsel berpartisipasi dalam menanggulangi Covid-19. "Kami berharap pandemi Corona ini bisa segera berlalu. Sehingga, kelak kami bisa kembali beraktivitas, termasuk mengagendakan touring dan kopda bareng," harapnya.(oza)


BACA JUGA

Sabtu, 12 September 2015 09:01

Main Judi Dadu, Ditangkap Polisi

<p><strong>RADAR BANJARMASIN</strong> - Judi...meracuni kehidupan...judi...meracuni…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers