MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 31 Maret 2020 11:19
Ibu Kota Banua Tanpa Karantina Wilayah, "KAMI TAKUT..!"
SANDAR: Kapal sandar di Pelabuhan Trisakti Bandarmasih. Tanpa karantina, pintu masuk Banjarmasin masih terbuka lebar.

PROKAL.CO, Disinfeksi digencarkan. Imbauan tinggal di rumah, mencuci tangan dan menjaga jarak juga terus diserukan. Masalahnya, pintu kota masih terbuka lebar. Siapa yang berani menjamin Banjarmasin bisa terhindar dari wabah?


BANJARMASIN - Faktanya, Banjarmasin adalah titik temu Banua. Ribuan orang keluar dan masuk setiap hari. Karena Banjarmasin adalah sentra perdagangan dan jasa di Kalsel, bahkan di Pulau Kalimantan.

Bayangkan, dari seratus orang yang masuk, cukup satu saja membawa virus. Lalu dia berinteraksi, minimal dengan sepuluh warga kota. Apa jadinya?

Bukannya menakut-nakuti atau ingin membuat panik. Tapi ini kegelisahan warga yang merasa tak aman lantaran pintu kota belum ditutup.

Seperti Siti Amrina Rosyada. Perempuan 28 tahun itu begitu was-was. Sekalipun menahan diri untuk tetap di rumah, tetap saja ia harus bekerja. Berinteraksi dengan orang dikenal atau tidak.

"Saya tidak tahu. Apakah orang yang berinteraksi dengan saya bebas virus atau tidak," ucap warga Banjarmasin Utara itu.

Di mana-mana Amrina mendengar kabar perkumpulan yang dibubarkan polisi. Dia sepakat dengan cara itu. Tapi dirinya justru menganggap pemerintah lah yang abai. Lantaran tak menerapkan karantina wilayah alias lockdown.

"Apa artinya kalau imbauan stay at home ini hanya untuk warga kota? Sementara orang masih bebas datang kemari," ungkap karyawati kontrak itu.

Kegelisahan serupa juga dirasakan Nisa, warga Banjarmasin Selatan. Ia benar-benar menjaga jarak dengan siapa saja.

Tapi tetap saja harus keluar rumah. Sebagai pegawai bank, intensitas pertemuan dengan nasabah juga tinggi. Tak ada jaminan bisa terhindar dari COVID-19.

"Bisa saja saya berinteraksi dengan orang yang baru datang dari luar daerah. Siapa yang tahu? Tidak mungkin rasanya kalau saya menanyakannya kepada nasabah," ucapnya.

Nisa memang bukan pakar virus. Tapi logikanya mengatakan, jika pemko menerapkan kebijakan karantina wilayah, paling tidak pembawa virus terhambat.

"Takut sekali. Saya yakin banyak juga orang yang punya pemikiran sama seperti saya," tutur perempuan 34 tahun itu.

Warga lain adalah Muhammad Rizky, tinggal di Banjarmasin Barat. Pria 30 tahun itu juga sepakat dengan karantina wilayah. "Menurut saya, warga lain juga akan sependapat. Karena ini demi kepentingan bersama," timpalnya.

Tinggal bagaimana cara menerapkan pola karantinanya. Agar langkah tersebut benar-benar efektif menangkal wabah virus mematikan itu.

"Apakah seperti yang dilakukan di luar negeri, atau seperti apa, tinggal pemerintah saja yang memutuskan," tuturnya.

Intinya, tak sedikit warga yang meminta pemko bersikap tegas. Melakukan karantina, agar pencegahan mewabahnya virus ini benar-benar berjalan efektif.

Sebelumnya, Komisi IV DPRD Banjarmasin sudah mewanti-wanti. Agar pemko benar-benar waspada. Menjaga pintu-pintu keluar masuk kota ini. Apakah itu di pelabuhan atau perbatasan.

Setidaknya, ada pembatasan warga yang keluar masuk kota. "Kita harus mencegah sekecil apapun potensi masuknya virus ke kota ini," kata Ketua Komisi IV, Matnor Ali.

Bisa Lockdown, tapi Tak Asal

BEBERAPA wilayah di Indonesia sudah berani menerapkan lockdown. Seperti Tegal, Papua dan Maluku. Mereka menutup akses keluar masuk kota. Apakah itu melalui laut atau udara.

Disusul Banda Aceh, Solo dan Bali. Mereka tak mau ambil risiko menghadapi wabah corona. Bagaimana dengan Banjarmasin? Mungkin kah menerapkan karantina wilayah?

Ada beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan pemko. Analis kebijakan pemerintah, Arif Rahman Hakim memberikan gambaran.

Pertama, ketahanan pangan. Seberapa lama kota ini bisa bertahan. Karena keputusan lockdown bukan perkara main-main.

"Kan masyarakat Banjarmasin perlu beras, gula, telur dan lainnya. Pemko wajib memikirkan ini," kata dosen FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) itu.

Lalu, seberapa banyak warga yang tidak bisa bekerja. Apalagi tak sedikit pekerja di kota ini berasal dari kabupaten tetangga.

"Misal ada yang rumahnya di Handil Bakti dan bekerja di Banjarmasin. Atau tinggal di Banjarmasin dan bekerja di Gambut. Bagaimana rutinitas mereka," sebutnya.

Baginya, pilihan mengarantina wilayah terdengar masuk akal bagi Arif. Tapi tentu saja formatnya harus tepat. Tak asal lockdown.

Karena, lockdown berarti juga menutup seluruh akses masuk ke Banjarmasin atau sebaliknya. Ada ribuan, bahkan puluhan ribu warga yang terdampak.

"Bagaimana orang yang bekerja di terminal, ada ratusan supir nganggur. Kemudian yang bekerja di pelabuhan. Hotel-hotel otomatis semakin sepi. Semuanya serba sepi," katanya.

Itu baru urusan pekerjaan. Soal kesehatan lain lagi. "Bagaimana kalau ada orang yang sakit dari luar daerah harus berobat ke Banjarmasin. Karena rumah sakit di Kalsel-Teng terbaik dan terlengkap ada di sini," ucapnya.

Belum lagi soal kelangsungan hidup para pedagang kecil. Seperti penjual ikan dan sayuran. "Itulah yang lebih dulu harus dipertimbangkan pemko untuk dicarikan solusinya," paparnya.

Apakah perlu lockdown atau memperketat perbatasan wilayah. Kini tergantung pemko. (nur/at/fud)


BACA JUGA

Kamis, 28 Mei 2020 11:50

Yang Tersisa dari Penerapan PSBB: Ombudsman Terima 85 Aduan Kasus Bansos

Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di empat daerah di…

Kamis, 28 Mei 2020 11:49
BREAKING NEWS

7 Tenaga Medis Diisolasi di Eks Gedung Akper

BARABAI- 25 orang warga HST di karantina di Eks Gedung…

Kamis, 28 Mei 2020 11:48

Sudah Siap untuk Normal Baru? 4 Daerah di Kalsel Masuk Tatanan Baru

BANJARBARU - Pemerintah pusat telah mempersiapkan prosedur penerapan new normal…

Kamis, 28 Mei 2020 11:44

KPU Kejar Pilkada 9 Desember

BANJARMASIN - Panjangnya masa tanggap darurat pandemi membuat penyelenggaraan Pilkada…

Kamis, 28 Mei 2020 11:42

Pasca Lebaran, Banua Cetak 73 Kasus Baru Dalam Sehari

BANJARMASIN - Prediksi kasus Covid-19 di Kalsel bakal memuncak setelah…

Kamis, 28 Mei 2020 10:45

Nasib PSBB Banjarbaru Ditentukan Hari ini

BANJARBARU - Setelah diterapkan kurang lebih 12 hari terakhir. Pembatasan…

Kamis, 28 Mei 2020 10:35

Ibnu Sina Pilih Berdamai

BANJARMASIN - Alih-alih melandai, angka kasus positif COVID-19 di Banjarmasin…

Kamis, 28 Mei 2020 10:32

Banua Anyar "Lockdown Lokal", PSBK Ternyata Lebih Ketat daripada PSBB

BANJARMASIN - PSBB jilid III di Banjarmasin berakhir empat hari lagi.…

Kamis, 28 Mei 2020 10:02

Pedagang Pasar Keraton dan Binuang Diperiksa

RANTAU – Rapid test digelar di dua pasar di Kabupaten…

Kamis, 28 Mei 2020 09:30
Pemko Banjarbaru

Wali Kota dan Wawali Kunjungi Pos Pamtas

BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani bersama Wakil Walikota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers