MANAGED BY:
SABTU
06 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 02 April 2020 14:50
Jadi, Banua Dikunci atau Tidak..? Kapal Dilarang Masuk, Pesawat Boleh
MASIH BOLEH: Para penumpang saat tiba di Terminal Kedatangan Bandara Internasional Syamsudin Noor, kemarin. Belum ada pembatasan yang dilakukan otoritas bandara, meski Gubernur Kalsel Sahbirin Noor telah mengeluarkan keputusan tentang Pembatasan Arus Masuk Orang yang Datang dari Luar Wilayah Kalsel. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Meski Gubernur Kalsel Sahbirin Noor telah mengeluarkan keputusan nomor 188.44/0210/kum 2020 tentang Pembatasan Arus Masuk Orang yang Datang dari Luar Wilayah Kalsel, nyatanya Bandara Internasional Syamsudin Noor, Rabu (1/4) kemarin masih beroperasi seperti biasa.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, tidak ada kebijakan pembatasan penerbangan yang diterapkan oleh otoritas bandara. Termasuk jam operasional, tampak masih berlaku seperti biasa.

"Operasional masih sampai jam 10 malam. Belum ada informasi pengurangan ataupun pembatasan," kata Erwan Taufik Ikhtiar, salah seorang petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Banjarmasin yang bertugas di bandara.

Dia mengungkapkan, pihaknya masih menunggu informasi dari otoritas bandara terkait pemberlakuan pembatasan penerbangan dan jam operasional. "Iya, kami masih menunggu," ungkapnya.

Ditambahkannya, sembari menunggu pemberlakukan pembatasan di bandara, pihaknya terus memperketat pengawasan penumpang. Baik yang datang maupun berangkat. "Penumpang yang berangkat dan datang kami periksa suhu badannya menggunakan thermal scanner dan thermogun," tambahnya.

Lanjutnya, jika ada penumpang terdeteksi bersuhu tubuh di atas 38 derajat celsius maka segera dibawa ke klinik kesehatan untuk diperiksa lebih lanjut. "Klinik kesehatan kami tempatkan di terminal kedatangan," ujarnya.

Selain mengecek suhu badan, Erwan menyampaikan bahwa pihaknya juga memberikan kartu kewaspadaan kepada semua penumpang yang datang dari daerah terjangkit virus corona. "Kartu tersebut memuat informasi penumpang. Seperti, datang dari daerah mana dan identitas lengkapnya," ucapnya.

Dia menjelaskan, pihaknya mengimbau kepada para penumpang yang mendapatkan kartu kewaspadaan agar segera ke Puskesmas jika selama 14 hari ada gejala panas, demam dan batuk. "Kalau ke Puskesmas, kartu kewaspadaan kami minta untuk dibawa. Karena melalui kartu itu Puskesmas tahu riwayat perjalanannya," jelasnya.

Secara terpisah, Kepala Komunikasi dan Legal Bandara Internasional Syamsudin Noor, Aditya Putra Patria membenarkan jika bandara belum melakukan pembatasan penerbangan dan jam operasional. "Kami masih menunggu arahan dari pusat. Karena kewenangan pembatasan ada di sana," bebernya.

Dia mengakui bahwa pihaknya sudah menerima surat tembusan dari Kementerian Perhubungan terkait permintaaan Pemprov Kalsel agar Bandara Internasional Syamsudin Noor membatasi penerbangan. "Iya, pemprov minta frekuensi penerbangan dikurangi. Tapi itu masih kami bahas dan menunggu keputusan dari pusat," paparnya.


Penumpang Kapal Dilarang Masuk Banjarmasin

Mulai kemarin hingga batas waktu yang belum ditentukan, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin membatasi orang yang masuk ke Kalsel melalui laut. Yang dibolehkan masuk ke pelabuhan hanya angkutan yang membawa kebutuhan pokok dan logistik. Hal ini ditegaskan Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin, Mugen S Sartoto kemarin.

Selain menindaklanjuti surat edaran Dirjen Perhubungan Laut, larangan ini juga mengacu Surat Keputusan Gubernur Kalsel Nomor 188.44/0210/KUM/2020 Tanggal 31 Maret 2020 tentang Pembatasan Arus Masuk Orang Yang Datang Dari Wilayah Luar Kalsel. “Menindaklanjuti itu, kami mengeluarkan surat edaran tentang Pembatasan Arus Keluar Masuk Orang di Wilayah Pelabuhan Banjarmasin, mulai berlaku hari ini (1/4),” katanya.

Di dalam surat edaran tersebut, selain tidak membolehkan kapal mengangkut penumpang masuk ke pelabuhan Banjarmasin, juga melarang kapal-kapal mengangkut orang pribadi dengan penumpang atau pengemudi. “Hanya sopirnya saja. Tanpa ada penumpang di mobil pribadi,” tegasnya.Dia menegaskan, untuk kapal yang membawa angkutan barang tetap diperbolehkan. Itu pun hanya sopir dan kernet.

Dalam surat edaran yang dikeluarkan pihaknya juga melarang pergantian awak kapal dilakukan di wilayah kerja pelabuhan Banjarmasin. Termasuk melarang awak kapal turun dari kapal dan melakukan kegiatan yang berbaur dengan masyarakat. Pembatasan orang masuk ke Kalsel melalui jalur laut ini terangnya sudah dikoordinasikan dengan KSOP Surabaya, pelabuhan tempat Kapal-kapal dari dan ke Banjarmasin.

Mugen menyampaikan, meski melarang penumpang orang untuk masuk ke Banjarmasin. Namun, pihaknya tetap membolehkan penumpang untuk naik kapal laut dari Banjarmasin dengan tujuan Surabaya. “Tak ada larangan di Surabaya. Jadi kami tak melarang orang berangkat,” tandasnya. 

Adanya pembatasan penumpang kapal laut yang datang ke Banjarmasin dipastikan membuat kerugian pengusana transportasi. Manager PT Berlian Lautan Sejahtera Cabang Banjarmasin, Agung mengatakan pihaknya tetap mendukung kebijakan tersebut karena menyangkut upaya dalam menangkal penularan Covid-19. “Kami sangat mendukung upaya ini. Apalagi tetap dibolehkannya truk angkutan masuk ke Banjarmasin,” ujar

Dia mengaku, jika dihitung ada sekitar 20 persen pemasukan yang hilang dengan pembatasan penumpang ini. Empat buah kapal roro yang dimilikinya biasanya tiap hari dapat mengangkut penumpang sekitar 100 orang. “Tak apa. Kondisi ini dirasakan semua orang. Kami bersyukur untuk angkutan masih dibolehkan,” ujarnya.

Kepala DLU Banjarmasin Anton Wahyudi mengatakan hal yang sama. "Kami sudah tidak membawa penumpang lagi, sekarang hanya truk barang yang kami angkut," jelasnya. Hanya saja, pihaknya merasa keberatan karena penumpang pesawat tetap bebas masuk dan keluar Kalsel.

Dia mengatakan per harinya pesawat bisa lebih dari 10 kedatangan, sedangkan kapal laut hanya 2 kedatangan perhari. Pesawat juga membawa penumpang dari daerah zona merah seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Surabaya, sedangkan kapal hanya dari Surabaya dan Makasar.

"Kalau hanya penumpang kapal yang dilarang, tapi penumpang pesawat tidak, kami nilai sia-sia karena penyebaran virus lebih rentan yang datang dari pesawat dibanding kapal laut," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Budiyono Kepala cabang DLU Makasar, ia begitu terimbas karena tidak bisa lagi mengangkut penumpang dari Makasar ke Batulicin. "Kami sangat mendukung dan harusnya tidak hanya pelabuhan, tapi juga bandara harus dilarang untuk mengangkut penumpang," imbuhnya. 

Daerah Perbatasan Perketat Pemeriksaan

Di Sengayam, batas Kotabaru dan Kaltim, puluhan petugas juga berjaga, memeriksa orang-orang dengan pendeteksi suhu badan.

Camat Sengayam, Gt Abdul Wahid mengatakan pos pencegahan Covid-19 itu baru saja didirikan. Di awal-awal pemeriksaan warga yang melintas sempat takut. "Mereka kira razia gabungan. Tapi sudah tidak lagi sekarang," kata Wahid.

Biasanya lanjut Wahid, dalam satu shift, ada 27 petugas. Gabungan tenaga kesehatan, polisi dan lainnya. Satu hari ada dua shift. Bekerja selama 24 jam.

"Awalnya kami terkendala konsumsi karena belum dianggarkan. Tapi kemarin sudah diserahkan langsung sama Bupati," ungkap Wahid.

Sehari sebelumnya, Bupati Sayed Jafar bersama Ketua DPRD Syairi Mukhlis memang ke Sengayam. Bupati berjanji akan mengakomodir semua keperluan petugas di lapangan. "Jangan sampai petugas kita malah kenapa-napa saat di lapangan. Harus kita lindungi," ujarnya.

Ratusan orang diperiksa suhu tubuhnya tiap hari di Sengayam. Jika suhu badan tinggi, dan syarat-syarat lainnya dipenuhi, maka langsung diberikan status ODP, dan datanya segera dikirim ke pusat penanganan Covid-19 di pusat kota.

Namun jika ada yang ditemukan positif, maka akan langsung dibawa ke rumah sakit di Grogot Kaltim. "Kita sudah kerja sama dengan Pemkab Grogot," beber Bupati. Jarak ke Grogot memang lebih dekat daripada harus dibawa ke pusat kota Kotabaru atau ke Tanah Bumbu.

Kondisi serupa juga terjadi di Pelabuhan Fery Tanjung Serdang. Ini merupakan pintu masuk laut dari Pulau Kalimantan ke Pulau Laut. Sayang, di sini belum maksimal. Camat Pulau Laut Tengah, Meilinda Ratna Agustina mengatakan, petugas terbatas.

Kepala BPBD Kotabaru Rusian Ahmadi Jaya mengatakan, pos penanganan Covid-19 memang baru ada dua. Di Sengayam dan di pusat kota.

Perbatasan Anjir Pasar KM 14 dan Kapuas (Kalteng) di Batola juga dijaga. Jalur masuk dan keluar ke Kalteng ini, awalnya hanya dilakukan pengecekan pada pagi hari. Tetapi sejak, Rabu (1/4) penjagaan lebih diperketat. Ada tiga shif yang digilir untuk melakukan tugas pengecekan suhu tubuh.

Penjagaan terdiri dari tiga tenaga kesehatan dari puskesmas Anjir Pasar, Anjir Muara, dan Belawang. Serta, dua dari Koramil Anjir Pasar, Dishub Batola (dua orang), dan masing-masing satu dari Polsek Anjir Pasar, dan BPBD Kabupaten Batola.

Dari pantauan Wartawan Radar Banjarmasin, penjagaan hampir dilakukan tanpa henti. Hanya pada pukul 13.00 petugas beristirahat dan membiarkan kendaraan lalulalang. Dua pos jaga kabupaten tetangga juga aktif di bagian lain.

Salah seorang penjaga Posko dari tim kesehatan Rohana mengatakan ada beberapa pengendara yang melebihi suhu tubuh yang ditentukan. Tetapi hal tersebut cuma faktor panas matahari. "Selama saya jaga, sempat menemukan tiga orang dengan suhu tubuh lebih dari 37.5. tetapi saat beristirahat beberapa menit di posko jaga, suhu mereka turun," ceritanya.

Bupati Batola Noormiliyani mengatakan semu makan dan minum para penjaga ditanggung Pemkam Batola. Serta akan diberikan insentif. "Masa orang sudah lelah bekerja tidak diberi insentif," ujar Noormiliyani.

Noormiliyani mengatakan, Batola tidak menutup akses warga dari Kalteng. Hanya melakukan pemantauan melalaui pos pantau yang sudah didirikan beberapa hari belakangan. "Yang kita bisa lakukan saat ini hanya melakukan pemeriksaan suhu badan," ujarnya.

Sejumlah petugas juga dikerahkan menjaga posko pengawasan di Jalan Trans Kalimantan Tabalong. Setiap penumpang dalam mobil dan pemotor diskrining dengan alat pengecek suhu badan. Posko beroperasi selama 24 jam tanpa henti.

Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani mengatakan pemeriksaan berlaku bagi semua kendaraan yang melintas, terutama dari luar daerah terjangkit virus. "Kami sangat hati-hati untuk ini. Pasalnya arus keluar masuk Tabalong cukup banyak," katanya.

Warga dengan suhu tubuh tinggi, akan diperiksa dan diwawancarai asal dan akan ke mana. Ketika didapati dari daerah yang terjangkit virus corona, dia akan segera diperiksa di tempat pelayanan kesehatan setempat, lalu diterapkan statusnya. Baik Orang Dalam Pemantauan (ODP) ataupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Sebelumnya, pembatasan wilayah yang diputuskan gubernur mendadak disampaikan oleh Ketua Gugus Tugus Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Kalsel, Abdul Haris, Selasa (31/3) malam.

Dikatakannya, keputusan itu diambil bertujuan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kalsel. “Surat edaran langsung dikirim ke Bandara dan Pelabuhan di Banjarmasin dan Batulicin,” terang Haris.


Manager ASDP Dipanggil Polisi

Di Tanah Bumbu, beberapa waktu sebelumnya pemeriksaan penumpang kapal sempat membuat keributan. Manager Usaha ASDP Batulicin Arif Budiman melarang para petugas untuk melakukan pemeriksaan. Sempat bercekcok mulut dengan Sekda Tanbu Rooswandi Salem, Arif diminta pindah ke luar Tanbu bahkan diadukan ke polisi.

Satreskrim Polres Tanbu bekerja cepat dalam menindaklanjuti laporan Kepala Dinas Kesehatan Tanbu H Setia Budi terhadap Manager Usaha ASDP Batulicin Arif Budiman. Selasa (31/3) tadi, Arif datang untuk memenuhi panggilan polisi." Dia datang sendiri,” ujar Kasat Reskrim Polres Tanbu Iptu M Andi Iqbal, kepada Radar Banjarmasin, kemarin. Selain Arif, kata Iqbal, pihaknya juga sudah memeriksa beberapa orang sebagai saksi.

Sekda Tanbu H Rooswandi Salem menyambut baik pemanggilan Arif oleh polisi. Sekda minta agar laporan tersebut menjadi perhatian dan pihak berwajib segera menindaklanjutinya. Menurut Rooswandi, laporan yang dilakukan Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Tanah Bumbu ke Polres Tanbu bukan pada ASDP-nya, namun cuma ke personalnya.

“Kami dan Direktur ASDP tidak ada masalah,” jelasnya. 

ODP di Pintu Masuk Bakal Dikarantina

SEMENTARA ITU, Gugus Tugas Covid-19 Kalsel sudah menyiapkan satu gedung untuk menampung orang dalam pemantauan (ODP) yang hingga kemarin mencapai 1.305 orang. “Gedung untuk karantina mandiri sudah siap,” beber Juru Bicara Gugus Tugas, M Muslim, kemarin.

Muslim belum membeberkan di mana letak gedung tersebut. Termasuk berapa kapasitasnya. Tak hanya itu, fasilitas apa saja nantinya yang ada di gedung karantina mandiri. 

Dia hanya menyampaikan gedung karantina mandiri ini diperuntukkan tak hanya untuk ODP hasil tracking saja, namun juga menampung ODP yang terpantau di pintu masuk Kalsel.

Soal pembatasan orang masuk ke Kalsel yang diterapkan oleh Pemprov Kalsel dijelaskan bukan berarti menutup pintu masuk. "Hanya dibatasi. Yang datang pun dilakukan mitigasi, deteksi dan sosial edukasi baik melalui udara, sungai/laut dan darat," ucap Ketua Harian Gugus Tugas, Wahyuddin.

Bagi yang masuk ke Kalsel ada gejala klinis, maka dilakukan penanganan berupa isolasi, karantina hingga tindakan medis. Nah, menjalankan instruksi ini, bupati/wali kota diminta mengerahkan sumber daya yang ada. Seperti personel, peralatan, anggaran. “Terutama menyediakan kamar, baik di rumah sakit swasta maupun puskesmas untuk menangani Covid-19,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Ujud ini mengatakan untuk itu perusahaan airline diminta mengurangi jumlah penerbangan. Masing-masing perusahaan penerbangan hanya dibolehkan menerbangkan satu kali penerbangan untuk satu rute. Selain itu, operasional penerbangan juga dibatasi. Dari pukul 06.00 sampai dengan pukul 18.00 WITA. “Perusahaan airline juga diminta pengaturan tempat duduk terdapat jarak, dengan mengosongkan kursi tengah,” ujarnya. 

Untuk diketahui, sampai kemarin jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kalsel masih sama dengan hari sebelumnya, yakni sebanyak 8 orang. Namun, untuk pasien dalam pengawasan (PDP) yang sebelumnya sebanyak 8 orang mengalami penurunan 1 orang. Lantaran satu PDP, yakni Ulin 14 dinyatakan negatif. Pasien ini adalah rujukan dari Kabupaten HSS, wanita berusia 36 tahun (ris/ibn/bar/sya/zal/mof/kry/ay/ran)


BACA JUGA

Jumat, 05 Juni 2020 16:58
Breaking News

Pulang dari Daerah Transmisi Lokal, 3 Orang Barabai Positif Covid-19

BARABAI- Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di HST mengumumkan tiga…

Jumat, 05 Juni 2020 15:18

Mantap..! DPC Gerindra Banjarbaru Bagikan Paket Sembako dan Masker

BANJARBARU - Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang begitu meresahkan…

Jumat, 05 Juni 2020 15:15
SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru

KEREN..! Di Sekolah ini Pendidikan Vokasi Tidak Berhenti, UAS Tetap Jalan Lewat Online

BANJARBARU - Pendidikan vokasi di SMK-PP Negeri Banjarbaru tidak berhenti, …

Jumat, 05 Juni 2020 14:23

PSBB: PENULARAN SOSIAL BERSKALA BESAR

BANJARMASIN - Pemerintah boleh saja telah melakukan pembatasan sosial berskala…

Jumat, 05 Juni 2020 14:17

Bendung Paham Radikal, Al Chaidar: Kalsel Harus Maksimalkan Peran Ulama

BANJARMASIN - Pengamat terorisme Al Chaidar mengatakan kecil kemungkinan teroris…

Jumat, 05 Juni 2020 14:14

Arungi Pilgub Kalsel, Denny-Difri Selangkah Lagi

BANJARMASIN - Denny Indrayana begitu percaya diri maju di Pemilihan…

Jumat, 05 Juni 2020 13:55

RS Pemko Disuntik Rp30 Miliar, Targetkan Penambahan 100 Tempat Tidur Pasien

BANJARMASIN - Rumah Sakit Sultan Suriansyah di Jalan Rantauan Darat…

Jumat, 05 Juni 2020 13:53

Ruang Isolasi Penuh, 2 Pasien Covid-19 Terpaksa Ngantre di IGD

BANJARMASIN - Setiap hari, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Banjarmasin…

Jumat, 05 Juni 2020 13:41

Sempat Raib, Pasien Covid-19 itu Sudah Ditemukan

BANJARMASIN - Salah seorang pasien COVID-19 di Rumah Sakit Ansari…

Jumat, 05 Juni 2020 12:24

Untuk Banjarbaru, Syarat Normal Baru Belum Terpenuhi

BANJARBARU - Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) merupakan narasi yang dipilih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers