MANAGED BY:
JUMAT
05 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 03 April 2020 10:46
“Bantu Kami Selamatkan Rakyat”
Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalsel yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Abdul Haris Makkie.

PROKAL.CO, Pandemi Covid-19 tak hanya menjadi ancaman, tapi juga menjadi momentum pembuktian kerelaan untuk berkorban. Setidaknya mau berkorban sampai dua minggu ke depan untuk menahan hasrat mencari keuntungan bisnis dan keinginan untuk melakukan aktivitas di luar rumah.

Harapan tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan melalui Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalsel yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Abdul Haris Makkie.

“Tolong bantu kami menyelamatkan rakyat Kalsel. Kami mohon kesabaran, keikhlasan, dan kesediaan semua komponen masyarakat, pengusaha, pedagang, dan semuanya, untuk bersabar dan berkontribusi dalam menangani penyebaran virus corona ini sampai keadaan memungkinkan,” pintanya yang disampaikan kepada Radar Banjarmasin.

 Harapan itu disampaikan Abdul Haris Makkie menanggapi keluhan beberapa pihak yang merasa keberatan adanya pembatasan orang yang masuk ke Kalsel pasca-keluarnya Surat Keputusan Gubernur Nomor 188.44/0210/kum 2020 tentang Pembatasan Arus Masuk Orang yang Datang dari Luar Wilayah Kalsel. Haris mengungkapkan, terbitnya Surat Keputusan Gubernur tersebut merupakan hasil kesepaktan rapat koordinasi Gubernur bersama Ketua DPRD, Forkopimda dan pemangku kepentingan lainnya.

 “SK tersebut merupakan rekomendasi yang dihasilkan rapat yang juga dihadiri otoritas yang berwenang di bandara dan pelabuhan yang sepakat untuk membatasi arus masuk orang ke Kalsel. Pembatasan ini sifatnya sementara, untuk saat ini diberlakukan selama 2 minggu ke depan. Setelah itu kita evaluasi untuk menetapkan apakah dilanjutkan atau dihentikan. Semua ini bertujuan dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa opsi untuk melakukan lockdown tidak dilakukan, karena memang bukan kewenangan pemprov Kalsel. Karena itu, ujarnya, pilihan melakukan pembatasan arus masuk orang ke wilayah Kalsel adalah pilihan yang rasional.

Dijelaskannya, pembatasan orang yang masuk ke Kalsel dilakukan pada pintu masuk bandara, pelabuhan dan jalur darat. Untuk di bandara, jelasnya, surat dari pemprov Kalsel sebagai tindak lanjut dari SK Gubernur telah ditindaklanjuti oleh pihak otoritas bandara dan maskapai dengan mengatur jadwal operasional bandara mulai dari pukul 06.00 sampai 18.00 Wita.

Otoritas bandara dan maskapai juga mengurangi frekuensi penerbangan menuju ke Kalsel menjadi hanya 8 penerbangan. Itupun masing-masing maskapai hanya melakukan satu kali penerbangan menuju Kalsel. Pihak maskapai juga sudah mengatur jumlah penumpang hanya 2 kursi yang diisi untuk tiap baris. “Kalau dihitung setiap harinya maka kurang lebih 500 orang yang tiba di Bandara Syamsudinnoor, atau hanya sekitar 40 persen saja lagi,” kata Haris.

Tak hanya membatasi kedatangan, setiap penumpang yang datang juga langsung dilakukan pemeriksaan ketat. Bila menunjukkan gejala klinis sesuai kriteria akan dikarantina secara khusus. Semua penumpang yang baru tiba akan dipantau, baik orang dengan gejala (OTG), maupun orang dalam pemantauan (ODP). Karena itu, lanjut Haris, diperlukan peran serta  pemerintah kabupaten dan kota untuk bersama-sama memantau warganya yang baru datang agar mematuhi ketentuan penanganan penyebaran virus corona ini.

 Data penumpang yang tiba di bandara dicatat dan langsung disampaikan ke Gugus Tugas sesuai domisili penumpang. “Kami juga  harapkan kerjasama para penumpang yang baru tiba untuk menginformasikan data dirinya dengan lengkap, sehingga pemerintah daerah setempat dapat mengawasi karantina mandiri yang bersangkutan,” jelas Haris. Sementara untuk arus masuk orang melalui pelabuhan telah disepakati bersama bahwa pembatasan hanya diperuntukkan bagi kapal yang mengangkut penumpang.

Sedangkan kapal pengangkut barang masih diperbolehkan masuk dan merapat ke pelabuhan di Kalsel. Haris pun meminta kalangan dunia usaha, termasuk operator kapal angkutan yang membawa orang untuk bisa memahaminya.

“Kebijakan pembatasan ini menjadi kesepakatan bersama dan menjadi kewenangan KSOP yang mengaturnya. Untuk kali ini, kami memohon pengertian para operator kapal agar mau berkorban demi rakyat Kalsel. Bantu kami bersama-sama menyelamatkan rakyat Kalsel dengan berkorban mematuhi kebijakan dari KSOP tersebut,” pintanya.

Ditambahkan Haris, komitmen Gubernur Sahbirin Noor dalam menyelamatkan rakyat Kalsel dari ancaman Covid-19 juga ditunjukkan dengan menangguhkan beberapa kegiatan dan mengalihkan anggaranya untuk penanganan Covid-19.

“Jumlah anggaran yang kita siapkan mencapai dua ratus miliar. Anggaran itu untuk membeli peralatan medis, APD, dan untuk masyarakat yang terdampak, baik secara ekonomi maupun sosial, seperti para pedagang pentol, tukang ojek, tukang becak, maupun pekerja di sektor informal lainnya. Seperti apa mekanismenya, tim kami sedang bekerja menghimpun data agar tidak tumpang tindih,” katanya.

Haris berharap semua pihak bersabar dan memahami kondisi saat ini. Ia memaklumi bahwa kebijakan pembatasan ini tak memuaskan semua pihak. Pemprov Kalsel, lanjutnya, juga tak menutup mata atas dampak sosial ekonomi dari kebijakan ini. Untuk itu, ia berharap semua pihak bisa menahan diri dan mengikuti semua aturan dan protokol penanganan Covid-19 yang telah ditentukan pemerintah.

“Kami juga menangkap aspirasi masyarakat yang meminta pemprov untuk melakukan lockdown. Tapi saya tegaskan bahwa itu bukan kewenangan pemprov. Mari kita semua terus berdoa kepada Allah SWT, serta terus berikhtiar dengan menjaga diri dan keluarga, menjaga yang sehat agar tetap sehat, memotivasi dan mengobati yang sakit agar sembuh,” sarannya.

Haris juga mengingatkan untuk sering mencuci tangan dengan air yang mengalir dan sabun. Jangan keluar rumah bila tidak sangat penting, gunakan masker, jaga jarak, dan terapkan PHBS-perilaku hidup bersih dan sehat. “Mari kita tunjukkan kepedulian kita dengan melaksanakan peraturan pembatasan ini,” kata Haris. (tof/ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 04 Juni 2020 15:35
Pemkab Balangan

70 Warga Balangan Dapat Kartu Prakerja

PARINGIN – Program Kartu Prakerja yang merupakan kebijakan dari pemerintah…

Kamis, 04 Juni 2020 15:33

Di Balangan, Salat Berjamaah di Masjid Sudah Diperbolehkan

PARINGIN - Kini pelaksanaan ibadah pada tempat-tempat ibadah di Kabupaten…

Kamis, 04 Juni 2020 15:04
BREAKING NEWS

Satu PDP Barabai Meninggal Dunia

BARABAI - Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengumumkan satu…

Kamis, 04 Juni 2020 12:48
LITERASI

Perpustakaan Bersiap New Normal

BANJARMASIN - Perpustakaan sudah mulai bersiap untuk menyambut normal baru.…

Kamis, 04 Juni 2020 12:44

Padahal Sudah di Rumah Saja, Tetap Terjangkit

TANJUNG – Tidak kemana-mana, kakak beradik di Kabupaten Tabalong terjangkit…

Kamis, 04 Juni 2020 12:30

Aplikasi Belajar Sulit Diakses

BANJARBARU - Selama pandemi Covid-19, aktivitas belajar anak-anak di sekolah…

Kamis, 04 Juni 2020 12:24

Menghindari Kerumunan Orang, Kampanye Hanya Melalui Media

BANJARMASIN - Pemerintah meniadakan tahapan kampanye akbar yang biasanya menghadirkan…

Kamis, 04 Juni 2020 12:17

Mendes Bakal Surati Kepala Daerah Yang Belum Salurkan BLT-DD 100 Persen

BANJARBARU - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD)…

Kamis, 04 Juni 2020 11:58

PDP Kabur Akhirnya Pulang ke Rumah, Kooperatif Saat Dijemput Petugas

BANJARBARU – Setelah sepuluh hari menghilang, seorang Pasien Dalam Pengawasan…

Kamis, 04 Juni 2020 11:55

Pemohon SIM Wajib Pakai Masker

BANJARBARU - Meski tak ditutup, layanan permohonan pembuatan SIM di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers