MANAGED BY:
MINGGU
31 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 06 April 2020 11:04
Jurnalis Desak Karantina Wilayah
BATAS KOTA: Desakan karantina wilayah menggema di mana-mana, tak hanya di Banjarmasin. Foto diambil di terminal batas kota, Jalan Ahmad Yani kilometer enam. | FOTO: SYARAFUDDIN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASKIN - Semua sepakat, wabah virus corona membawa dampak buruk terhadap kota ini. Tak hanya perekonomian, juga kehidupan sosial. Inilah yang menjadi topik diskusi yang digelar Forum Wartawan Dewan (Forwadek) bersama Komisi IV DPRD Banjarmasin.

Diskusi itu dilakukan Jumat (3/4). Bersama Ketua Komisi IV, anggota Forwadek saling bertukar gagasan.

Salah satu wartawan senior, Amir Hamzah menilai upaya pemerintah memerangi COVID-19 belum begitu maksimal. Menghabiskan banyak anggaran tapi tak jelas.

"Rp51 miliar untuk tiga bulan. Sedangkan kita belum tahu kapan wabah ini berakhir. Berapa banyak nantinya uang yang akan dihabiskan?" ucapnya.

Ketua Forwadek Bambang Santosao juga menyebut pemko lamban. Lantaran terlalu memikirkan sarana penanganan dibandingkan pencegahan agar virus ini tak mewabah.

"Bandara dan pelabuhan harus segera ditutup total selama beberapa pekan. Kecuali angkutan bahan pokok," tegasnya.

Menurutnya, selama bandara dan pelabuhan belum benar-benar ditutup, penyebaran virus ini akan terus terjadi.

Gagasan total lockdown juga sempat diutarakan dalam diskusi. Forum sepakat kebijakan itu efektif menghentikan penyebaran virus. Seperti yang dilakukan kota asal pendemi, Wuhan, China.

"Kalau mau menghentikan, mau tidak mau harus total lockdown. Memang dana yang diperlukan tidak sedikit, tapi lebih efektif dibanding yang dilakukan saat ini," tuturnya.

Sekalipun harus mengeluarkan dana tiga kali lipat. Lockdown dianggap paling realistis menghentikan rantai penularan corona. Ketimbang mengeluarkan puluhan miliar, tapi tak tahu kelanjutannya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Matnor Ali mengapresiasi gagasan jurnalis. Menurutnya, apapun itu, semuanya layak dipertimbangkan.

"Tentu kita harus punya banyak opsi dalam penanganan wabah corona ini," kata politikus Partai Golkar itu. (nur/fud/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 30 Mei 2020 21:19

Persiapan New Normal, Kodim Kumpulkan Pelaku Usaha

BANJARMASIN - Kodim 1007/Banjarmasin menggelar pertemuan dengan para pelaku usaha,…

Sabtu, 30 Mei 2020 14:07

Haji Bersiap untuk Kemungkinan Terburuk

BANJARMASIN - Pelaksanaan ibadah haji 2020 tinggal dua bulan. Namun,…

Sabtu, 30 Mei 2020 14:03

Diperpanjang, PNS Bekerja di Rumah

BANJARBARU - Belum redanya wabah virus corona (Covid-19) di Banua,…

Sabtu, 30 Mei 2020 13:58

Kurva Masih Terjal, Tim Berpacu Waktu

BANJARMASIN - Kasus Covid-19 di Kalsel benar benar mengamuk. Dalam…

Sabtu, 30 Mei 2020 13:39

Dua Ibu dan Bayinya Terpapar, Banjarbaru Tambah Tujuh Positif

BANJARBARU - Sempat melandai beberapa waktu sebelumnya. Sebaran kasus terkonfirmasi…

Sabtu, 30 Mei 2020 13:38

Perpanjang Masa Belajar di Rumah, Skema Belajar Normal Baru Masih Disusun

BANJARBARU - Setelah masa libur Ramadan dan lebaran dari 24…

Sabtu, 30 Mei 2020 13:37

Rapid Test Keluarga ‘PDP Kabur’, Hasilnya Reaktif

BANJARBARU - Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sebelumnya kabur saat…

Sabtu, 30 Mei 2020 13:34

Penjagaan Dialihkan ke Tempat Keramaian

BANJARBARU - Penerapan fase normal baru dipastikan akan kembali melibatkan…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:53

Pemko Perpanjang Penjagaan Pasar

BANJARMASIN - Dinas Perindustrian dan Perdagangan terus disibukkan dengan sosialisasi…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:50

APBD Dipermak Demi Ruang Isolasi, Insentif Tenaga Medis Juga Segera Cair

BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin kembali merombak APBD 2020. Anggaran setiap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers