MANAGED BY:
MINGGU
31 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Senin, 06 April 2020 11:11
Ingin Karantina Wilayah tapi Terganjal Peraturan, Pemko Banjarmasin Berharap Diizinkan Pemerintah Pusat
PINTU MASUK: Terminal Induk Banjarmasin di Jalan Ahmad Yani kilometer enam. Dari sini, bus antar provinsi keluar dan masuk kota setiap harinya. | FOTO: SYARAFUDDIN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin sempat berencana mengkarantina kota ini. Menyusul bertambahnya jumlah pasien yang positif terinfeksi COVID-19. Namun, urung dilakukan lantaran tak direkomendasikan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Karantina wilayah, berarti menutup akses keluar dan masuk kota. Artinya juga harus menutup jalan. Pada bagian inilah Forum LLAJ tak sepakat. Lantaran memunculkan masalah baru, yakni kemacetan di perbatasan. Sekalipun hanya sekadar memperketat pengawasan.

Niat ingin mengkarantina kota rupanya belum surut. Pemko kini mencoba untuk meminta izin ke pemerintah pusat untuk menerapkan karantina dalam skala kecil. Jalur ini ditempuh melalui Pemprov Kalsel.

“Pemko mengajukan usulan kepada Gubernur Kalsel. Kemudian menyampaikan kepada Kementerian Kesehatan. Dalam upaya melakukan karantina wilayah,” kata Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina.

Surat usulan sudah disampaikan ke gubernur beberapa waktu lalu. “Kami berharap surat itu bisa disampaikan ke kementerian terkait di Jakarta,” katanya.

Dalam kondisi saat ini, karantina wilayah masih terdengar masuk akal. Sekalipun banyak konsekuensinya. Mulai dari berdampak pada ekonomi, hingga sosial.

Apalagi setelah Banjarmasin dinyatakan local transmission dan masuk zona merah penyebaran virus corona. Mengingat, kota ini menjadi daerah tertinggi yang positif terinfeksi virus corona di Kalsel.

Ibnu sendiri sadar. Penutupan perbatasan kota memang tidak boleh dilakukan. Karena hal itu sudah masuk dalam kategori lockdown yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

"Tapi banyak juga daerah yang mengajukan upaya dengan istilah karantina wilayah ini,” ucapnya.

Sejauh ini, pemko sudah menerapkan skenario lain. Memperketat akses keluar dan masuk kota. Hasil dari rapat yang digelar Forum LLAJ beberapa waktu lalu.

Di mana mereka hanya punya satu opsi. Yakni memperketat pintu masuk dari Terminal Pal Enam. Setiap penumpang yang turun atau naik harus melalui pemeriksaan.

Kalau ada yang memenuhi kriteria atau terindikasi corona, maka penumpang tersebut akan ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP). Sedangkan untuk wilayah perbatasan kota, pemko hanya bisa memberi imbauan kepada pengendara.

“Pemko juga sudah membangun posko di beberapa perbatasan pintu masuk. Guna memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana pengetatan tersebut,” pungkasnya. (nur/fud/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers