MANAGED BY:
MINGGU
31 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 06 April 2020 11:29
Bukan Usai Coblosan, Jari ODP Ditandai dengan Tinta
PAKAI TINTA: Para penumpang yang masuk dalam daftar orang dalam pemantauan (ODP) saat tiba dari luar daerah di Terminal Kedatangan Bandara Syamsudin Noor, kemarin. Mereka didata dan diminta mencelupkan salah satu jarinya ke dalam botol tinta. Nantinya, bekas tinta itu menjadi tanda bahwa mereka baru datang dari luar kota atau daerah zona merah penyebaran Covid-19. | FOTO: HUMAS DAN PROTOKOL PEMKO BANJARBARU

PROKAL.CO, BANJARBARU - Pemerintah Kota Banjarbaru sangat serius dalam upaya mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Salah satu upaya yang dilakukan ialah intens mendata setiap penumpang yang datang dari luar daerah melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Pemko Banjarbaru menempatkan beberapa petugas dari Dinas Kesehatan untuk melakukan pendataan setiap penumpang yang datang dari luar daerah. Di mana, mereka memberikan formulir yang berisi data nama, alamat, nomor telepon dan riwayat perjalanan yang harus diisi oleh setiap penumpang yang datang ke Banjarbaru.

Setelah itu para penumpang yang masuk dalam daftar orang dalam pemantauan (ODP) tersebut diminta mencelupkan salah satu jarinya ke dalam botol tinta. Nantinya, bekas tinta itu menjadi tanda bahwa mereka baru datang dari luar kota atau daerah zona merah penyebaran Covid-19.

Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adani, Minggu (5/4) pagi meninjau langsung pelaksanaan pendataan di Terminal Kedatangan Bandara Internasional Syamsudin Noor, sekaligus menyerahkan satu kotak tinta yang digunakan untuk menandai jari para penumpang yang baru tiba dari luar daerah.

Menurut Nadjmi, untuk mencegah penyebaran Covid-19, salah satu yang harus diperketat adalah pintu masuk ke Banjarbaru. Karena itu pihaknya mencoba mengidentifikasi kedatangan warga ke Banjarbaru. “Dari depan kita kawal, mengisi data dan mencelupkan jari ke tinta,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, tinta yang digunakan dapat bertahan hingga satu pekan. Sebagai tanda bahwa jika ada bekas tinta di jari, berarti orang tersebut baru datang dari luar daerah. "Sehingga kita bersama bisa mengontrol supaya tetap waspada dan bersangkutan melakukan isolasi mandiri di rumah," ungkapnya.

Lanjutnya, Pemko Banjarbaru tidak bisa melakukan pengawasan selama 24 jam. Oleh karenanya diperlukan kesadaran diri bagi warga dari luar daerah untuk melakukan isolasi mandiri. "Keluarga juga harus memberikan dukungan. Masyarakat juga diharapkan waspada dan mengingatkan. Makanya kita tandai dengan tinta, karena penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 perlu dilaksanakan bersama," papar Nadjmi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru Rizana Mirza menyampaikan, selain ditandai dengan tinta, masyarakat yang ditetapkan sebagai ODP juga dipantau secara intens oleh petugas dari Puskesmas dan relawan.

"Upaya ini untuk mengantisipasi banyaknya arus kedatangan pelajar, santri dan warga dari zona merah penyebaran Covid-19. Serta, untuk memastika bahwa kondisi di Banjarbaru tetap kondusif," bebernya. (ris/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 30 Mei 2020 21:19

Persiapan New Normal, Kodim Kumpulkan Pelaku Usaha

BANJARMASIN - Kodim 1007/Banjarmasin menggelar pertemuan dengan para pelaku usaha,…

Sabtu, 30 Mei 2020 14:07

Haji Bersiap untuk Kemungkinan Terburuk

BANJARMASIN - Pelaksanaan ibadah haji 2020 tinggal dua bulan. Namun,…

Sabtu, 30 Mei 2020 14:03

Diperpanjang, PNS Bekerja di Rumah

BANJARBARU - Belum redanya wabah virus corona (Covid-19) di Banua,…

Sabtu, 30 Mei 2020 13:58

Kurva Masih Terjal, Tim Berpacu Waktu

BANJARMASIN - Kasus Covid-19 di Kalsel benar benar mengamuk. Dalam…

Sabtu, 30 Mei 2020 13:39

Dua Ibu dan Bayinya Terpapar, Banjarbaru Tambah Tujuh Positif

BANJARBARU - Sempat melandai beberapa waktu sebelumnya. Sebaran kasus terkonfirmasi…

Sabtu, 30 Mei 2020 13:38

Perpanjang Masa Belajar di Rumah, Skema Belajar Normal Baru Masih Disusun

BANJARBARU - Setelah masa libur Ramadan dan lebaran dari 24…

Sabtu, 30 Mei 2020 13:37

Rapid Test Keluarga ‘PDP Kabur’, Hasilnya Reaktif

BANJARBARU - Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sebelumnya kabur saat…

Sabtu, 30 Mei 2020 13:34

Penjagaan Dialihkan ke Tempat Keramaian

BANJARBARU - Penerapan fase normal baru dipastikan akan kembali melibatkan…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:53

Pemko Perpanjang Penjagaan Pasar

BANJARMASIN - Dinas Perindustrian dan Perdagangan terus disibukkan dengan sosialisasi…

Sabtu, 30 Mei 2020 12:50

APBD Dipermak Demi Ruang Isolasi, Insentif Tenaga Medis Juga Segera Cair

BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin kembali merombak APBD 2020. Anggaran setiap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers