MANAGED BY:
MINGGU
31 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 07 April 2020 11:04
Good News dari Pandemi: SMK 5 Produksi Visor untuk Tenaga Medis
KEREN BANGET: Inilah visor (kaca pelindung wajah) hasil produksi SMKN 5 Banjarmasin. Sebanyak 400 unit sudah diserahkan kepada RS Ulin. | Foto: Endang/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Minimnya alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis, menggelisahkan banyak orang. SMKN 5 Banjarmasin tak ingin diam. Sekolah itu mulai memproduksi kaca pelindung wajah (visor) untuk tenaga medis. Semuanya disumbangkan ke Rumah Sakit Ulin.

-- Oleh: ENDANG, Banjarmasin --

PRODUKSI visor itu digagas kepala sekolah, H Syahrir. Dikerjakan di sekolah yang beralamat di Jalan Sutoyo S, Banjarmasin Barat tersebut.

Ketika Radar Banjarmasin berkunjung ke sana, beberapa guru dan pegawai tata usaha sedang sibuk bekerja di dalam sebuah ruangan berukuran 4x4 meter.

Ada yang memotong kaca plastik, adapula yang merakit. Ada tujuh orang yang mengerjakannya. Siswa memang tidak dilibatkan karena sekolah sudah diliburkan.

Syahrir mengungkapkan, ia sedih setelah mendengar kisah perawat dan dokter di rumah sakit di Banjarmasin. Berhadapan dengan pasien COVID-19, tanpa peralatan perlindungan memadai.

Padahal, mereka berada di garis terdepan yang seharusnya dibekali dengan "senjata" terbaik. Jangan tumbang sebelum musuh kalah.

“Penanganan wabah ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi kita semua. Makanya kami memproduksi visor untuk petugas medis,” tutur Syahrir, Senin (5/4) pagi.

Sebelum diproduksi lebih banyak, ia berkonsultasi dengan para ahli yang mengerti teknis alat kesehatan. Agar hasilnya sesuai standar.

Dalam sehari, SMKN 5 mampu memproduksi sebanyak 100 unit. Namun tidak setiap hari bisa berproduksi, karena sekolah juga mencoba mengurangi aktivitas berkumpul.

Tahap awal, 400 unit rampung dikerjakan. Target berikutnya memproduksi 500 unit. Visor tersebut akan diserahkan ke Rumah Sakit Ulin yang khusus menangani pasien positif corona.

“Akan kami serahkan sebanyak 800 unit. Tahap pertama sebanyak 400 unit sudah diserahkan ke Ulin. Sisanya minggu depan, karena masih proses produksi,” jelasnya.

Berapa biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi visor? Syahrir enggan menyebut. Menurutnya, apa yang dilakukan ini semata-mata untuk membantu para petugas medis yang tengah berjuang mengobati pasien yang terpapar virus corona.

“Bantuan ini ikhlas, makanya visor buatan kami ini ditulis label SMKN 5 Peduli,” ujarnya.

Selain memproduksi visor, dewan guru juga memproduksi cairan antiseptik. Hanya saja tidak untuk umum, tapi untuk kebutuhan internal. Khusus digunakan tenaga pengajar, pegawai dan murid.

“Sebenarnya ingin membuat baju hazmat, tapi di sekolah enggak ada jurusan menjahit," pungkasnya. (fud/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 30 Mei 2020 10:34

Siap Dimaki, Penanganan Corona di Pelosok Pulau laut Lebih Ketat dari Pusat Kota

Jauh dari pusat kota, ditambah akses darat yang sulit, tidak…

Sabtu, 16 Mei 2020 09:27

Bahan Menumpuk, Puluhan Baju Tak Diambil Pemesan

Pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Hingga kemarin, wabah penyakit mematikan…

Jumat, 15 Mei 2020 12:01

Menjenguk Alwi, Pria 73 Tahun yang Berhasil Lolos dari Keganasan Covid-19

Mengidap Covid-19 di usia ke-73 membuat banyak orang meragukan Alwi…

Rabu, 13 Mei 2020 11:48

Guru Agama Mencari Jalan Berdakwah di Tengah Pandemi: Buka Pengajian Online, Tausyiah Via Youtube

Adanya larangan melaksanakan aktivitas yang melibatkan banyak orang selama pandemi…

Rabu, 13 Mei 2020 10:34

Cerita Penjual Tempe Gembos di Tengah Wabah Virus Corona: Penghasilan Sehari Hanya Cukup Beli Beras dan Sayur

Wabah virus corona Covid-19 di Kabupaten Tanah Bumbu, menyebabkan perekonomian…

Sabtu, 09 Mei 2020 12:48

Sudah Pakai Masker, Tetap Saja Sepi; Nasib Para Penyandang Tunanetra di Banjarbaru Selama Masa Sulit

Di masa pandemi, orang-orang memilih untuk menjaga jarak. Kecenderungan ini…

Rabu, 06 Mei 2020 13:32
Pengalaman ODP Menjalani Isolasi Berkelompok di SKB Bypass Rantau

Dilayani dengan Baik, ODP ini Menyesal pernah Menolak Isolasi

Ada 18 orang warga Kabupaten Tapin yang sebelumnya berstatus orang…

Selasa, 05 Mei 2020 12:36

Jangan Sibuk Mengeluh, Meniru Semangat Sang Badut Jalanan

Dalam keheningan malam, pria 37 tahun itu berjalan tertatih-tatih. Sesekali…

Senin, 04 Mei 2020 11:05

Mengantar untuk yang Terakhir, Kalsel Berkabung Kepergian Guru Zuhdi

Sabtu sore itu hujan turun deras di langit Kalimantan Selatan.…

Senin, 04 Mei 2020 10:21

Sepatu Bekas Dilelang, jadi Paket Bantuan Sembako

Cara penggalangan donasi yang dilakukan oleh sekelompok anak muda Banua…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers