MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 08 April 2020 12:02
Di Era Physical Distancing, Pangkas Rambut Legendaris ini Coba Bertahan

Jelang Sore, Baru Dapat Satu Pelanggan

SEPI PELANGGAN: Rusdi (kiri) dan Rusdiansyah (kanan) duduk santai di kursi cukur antiknya menunggu pelanggan. Situasi pandemi Corona berdampak pada pemasukan mereka hingga 70 persen. | FOTO: TIA LALITA NOVITRI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, WHO menetapkan COVID-19 sebagai pandemi global, beberapa waktu lalu. Hal ini tentunya berimbas ke berbagai sektor. Termasuk bagi para pekerja informal. Tukang pangkas rambut legendaris ini salah satunya.

-- Oleh: TIA LALITA NOVITRI, Banjarmasin --

Pangkas Rambut Nasional. Nama jasa potong rambut itu mungkin sudah tak asing lagi bagi warga Kota Seribu Sungai.

Usaha yang berdiri sejak tahun 1973 itu telah melalui berbagai kondisi. Masa kejayaan, krisis moneter, persaingan industri, lebih-lebih dengan modernitas. Pasang surut lumrah dijalani oleh pelaku usaha seperti ini.

Namun, kali ini tampaknya sangat keterlaluan. Lagi-lagi Pangkas Rambut Nasional diuji. Yang satu ini gara-gara virus corona. Tanda pagar berbunyi "di rumah aja" digaungkan sejak tiga pekan belakangan.

Tak cukup tagar, imbauan pemerintah juga memperketat suasana. Berdiam di rumah dipercaya dapat memutus mata rantai penyebaran virus ini.

Usaha yang dibangun oleh Almarhum Ramli itu kini diwariskan kepada sang anak, Rusdi (64). Bersama beberapa rekannya, ia mengelola usaha yang berada di deretan ruko Jalan Hasanuddin HM itu.

Rusdi bukannya tak tahu menahu dengan imbauan itu. Ia hanya tak punya pilihan. Keluarganya butuh pemasukan. Begitu juga dengan rekan kerjanya. Sehingga tidak mungkin bagi Rusdi menutup sementara usaha itu.

Pangkas Rambut Nasional buka seperti biasanya. Beberapa pencukur siap sedia melayani, sedari pagi. Namun kemarin (7/4), tempat itu sepi. Rusdi hanya duduk santai di kursi antiknya. Sambil berbincang dengan rekannya.

Pukul 14.30 Wita, mereka baru mendapat satu pelanggan. "Sudah setengah tiga, kami baru mendapat penglaris," ujar Rusdi.

Biasanya, dalam sehari mereka menerima sedikitnya 15 orang. Bahkan, mereka juga sempat kebanjiran pelanggan hingga 40 orang. Dampak corona sangat dahsyat bagi pelaku usaha kecil ini.

Rusdi sebenarnya khawatir dengan paparan virus corona. Ia juga menjadi semakin khawatir jika membayangkan dapur tak lagi ngebul.

Istri pun mulai gelisah. Takut kebutuhan pangan tak lagi terpenuhi. Untuk itu, ia tetap bekerja. "Penghasilan seadanya, kebutuhan dapur seadanya, dengan lauk seadanya," ujarnya.

Rusdi tetap membentengi diri dengan mengikuti anjuran pemerintah, dengan menerapkan pola hidup sehat meskipun masih bekerja di luar rumah. "Rutin mencuci tangan pakai sabun dan memakai masker. Alat-alat cukur pun selalu dibersihkan," ujarnya.

Menurutnya, pandemi ini menurunkan pemasukan hingga 70 persen. Sayangnya tidak ada hal lain yang bisa ia lakukan. Rusdi mengaku tak punya keahlian selain memotong rambut. "Ini pang sudah kebisaan, mulai aku tahun 1979," tuturnya.

Rusdi berharap kondisi ini tak berlarut-larut. Ia juga mengharap uluran tangan pemerintah untuk membantu pekerja kecil-kecilan ini. "Semoga ada bantuan sosial dari pemerintah untuk masyarakat di tengah kondisi seperti ini," ujarnya.

Pendapat serupa juga diungkapkan rekannya Rudiansyah (61). Ia sangat berharap ada bantuan konkret dari pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Rudiansyah mengaku kecewa dengan kebijakan diskon tagihan listrik dan PDAM dari pemerintah. Ia tidak termasuk dalam kategori yang ditentukan. Padahal menurutnya, kondisinya sangat memungkinkan untuk menerima bantuan. Di tengah situasi sepi pemasukan seperti ini.

"Seperti diberi harapan palsu. Bantuan ini sepertinya lepas sasaran. Pekerja seperti kami juga butuh bantuan," ujar Rudiansyah.

Untuk itu, Rudiansyah berharap pemerintah mengkaji ulang tentang kategorial penerima bantuan subsidi. Dengan menimbang status pekerja sektor informal seperti dirinya. "Semoga pemerintah mengkaji ulang kategori penerima bantuan ini. Dengan melihat status pekerjaan kami," pungkasnya. (tia/ran/ema)

loading...
BERITA TERKAIT

BACA JUGA

Sabtu, 16 Mei 2020 09:27

Bahan Menumpuk, Puluhan Baju Tak Diambil Pemesan

Pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Hingga kemarin, wabah penyakit mematikan…

Jumat, 15 Mei 2020 12:01

Menjenguk Alwi, Pria 73 Tahun yang Berhasil Lolos dari Keganasan Covid-19

Mengidap Covid-19 di usia ke-73 membuat banyak orang meragukan Alwi…

Rabu, 13 Mei 2020 11:48

Guru Agama Mencari Jalan Berdakwah di Tengah Pandemi: Buka Pengajian Online, Tausyiah Via Youtube

Adanya larangan melaksanakan aktivitas yang melibatkan banyak orang selama pandemi…

Rabu, 13 Mei 2020 10:34

Cerita Penjual Tempe Gembos di Tengah Wabah Virus Corona: Penghasilan Sehari Hanya Cukup Beli Beras dan Sayur

Wabah virus corona Covid-19 di Kabupaten Tanah Bumbu, menyebabkan perekonomian…

Sabtu, 09 Mei 2020 12:48

Sudah Pakai Masker, Tetap Saja Sepi; Nasib Para Penyandang Tunanetra di Banjarbaru Selama Masa Sulit

Di masa pandemi, orang-orang memilih untuk menjaga jarak. Kecenderungan ini…

Rabu, 06 Mei 2020 13:32
Pengalaman ODP Menjalani Isolasi Berkelompok di SKB Bypass Rantau

Dilayani dengan Baik, ODP ini Menyesal pernah Menolak Isolasi

Ada 18 orang warga Kabupaten Tapin yang sebelumnya berstatus orang…

Selasa, 05 Mei 2020 12:36

Jangan Sibuk Mengeluh, Meniru Semangat Sang Badut Jalanan

Dalam keheningan malam, pria 37 tahun itu berjalan tertatih-tatih. Sesekali…

Senin, 04 Mei 2020 11:05

Mengantar untuk yang Terakhir, Kalsel Berkabung Kepergian Guru Zuhdi

Sabtu sore itu hujan turun deras di langit Kalimantan Selatan.…

Senin, 04 Mei 2020 10:21

Sepatu Bekas Dilelang, jadi Paket Bantuan Sembako

Cara penggalangan donasi yang dilakukan oleh sekelompok anak muda Banua…

Sabtu, 02 Mei 2020 11:35

Yang Positif Covid-19 Bukan Jukir, tapi Bos Lahan Parkir; Pengunjung Berkurang 75 Persen

Sejak tersiar kabar seorang juru parkir (jukir) Pasar Sentra Antasari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers