MANAGED BY:
MINGGU
07 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 09 April 2020 10:35
Masker Langka di Daerah, Ombudsman: Itu Termasuk Maladministrasi

Dua Pasien Dinyatakan Sembuh

JAGA PENULARAN: Seorang perawat memakai masker jenis N95. Masker jenis ini dipakai oleh tenaga medis. Warga cukup mengenakan masker kain yang sudah cukup ampuh untuk menahan droplet virus. | FOTO: MIGUEL MEDIA/AFP

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Kabar baik datang dari Gugus Tugas Covid-19 Kalsel. Dua pasien yang sebelumnya terkonfirmasi positif akhirnya dinyatakan sembuh, kemarin. Pasien ini adalah Ulin 9, perempuan usia 50 tahun asal Kabupaten Banjar dan Ulin 13, laki-laki asal Kabupaten Tabalong, berusia 21 tahun. 

Dinyatakan sembuh, Ulin 13 yang dirujuk ke RSUD Ulin pada 24 Maret dini hari lalu, langsung mengucap syukur dan berterimakasih kepada petugas medis yang sudah maksimal memberikan perawatan kepadanya.

Ulin 13 ini sendiri sebelumnya memiliki riwayat perjalanan ke Surabaya. Diprediksi, dia terpapar Covid-19 di sana. Saat dirujuk lalu, kondisinya mengalami sesak napas. Dia terkonfirmasi positif enam hari setelah perawatan di RSUD Ulin, tepatnya pada 30 Maret lalu.

Tak menceritakan secara detil bagaimana proses dari dirinya dirawat dan diisolasi hingga dinyatakan sembuh, Ulin 13 meminta kepada semua masyarakat, khususnya yang terpapar Covid-19 agar tetap semangat dan berpikir positif.

Dia juga berpesan agar masyarakat mengikuti imbauan pemerintah, yakni terus menjaga kebersihan termasuk sering cuci tangan pakai sabun. “Patuhi imbauan sosial distancing dan tetap berada di rumah,” tuturnya.

Selain Ulin 13, yang dinyatakan sembuh juga adalah Ulin 9. Pasien ini sebelumnya juga memiliki riwayat perjalanan ke luar Kalsel. Yakni dari Surabaya. Dia dirujuk ke RSUD Ulin pada 22 Maret lalu. Ketika itu, kondisi kesehatannya lemah. Dia mengalami sesak napas. Ulin 9 ini dinyatakan positif setelah lima hari perawatan di RSUD Ulin, tepatnya pada 27 Maret lalu.

“Kami sangat meangapresiasi upaya tim medis yang tak henti melakukan perawatan yang tak kenal lelah, hingga pasien terkonfirmasi positif dapat sembuh dan sudah dinyatakan sembuh, dan hasil PCR nya negatif,” tutur juru bicara gugus tugas Covid-19 Kalsel, M Muslim kemarin. 

Dengan berkurangnya dua orang pasien terkonfirmasi positif yang sudah dinyatakan sembuh, praktis jumlah pasien terkonfirmasi positif mengalami penurunan. Jika di hari sebelumnya sebanyak 19 orang, hingga kemarin pukul 16.00 Wita menjadi 17 orang. “Ini kabar baik yang harus kita sama-sama syukuri kepada Allah SWT, mudah-mudahan yang lain perkembangannya terus membaik,” ucapnya.

Lalu bagaimana dengan pasien terkonfirmasi positif lain? dia mengugkapkan semua dalam kondisi stabil. Hanya Ulin 29, dan 30 yang masih dalam mengalami kesulitan bernapas. “Dua pasien terkonfirmasi positif kondisinya masih belum stabil,” terangnya.

Mulai kemarin, tim gugus tugas Covid-19 Kalsel memberi kode baru bagi pasien yang terkonfirmasi positif. Kodenya adalah KSCovid#. Contohnya ulin 29 menjadi KSCovid#20. Sedangkan pasien dalam pengawasan, pengkodeannya masih sama, yakni dengan kode Ulin.

Soal perkembangan hasil rapid test yang sudah dilakukan, Muslim menerangkan dari sebanyak 646 orang yang dilakukan pengecekan, sebanyak 34 orang reaktif. Dan sebanyak 612 orang non reaktif.

“Selanjutnya dari hasil ini akan diperiksa melalui PCR. Jika kondisi mereka tersebut lebih stabil, disarankan isolasi mandiri di rumah. Namun, jika ada gejala klinis akan dilakukan isolasi di rumah sakit,” ujarnya.

---

Sementara itu, Kelangkaan masker di sejumlah daerah dan terbatasnya alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan (nakes) di beberapa fasilitas kesehatan (faskes) menjadi perhatian Ombudsman RI (ORI). Lembaga negara itu menyebut pemerintah telah melakukan maladministrasi karena membiarkan kondisi tersebut.

"Melakukan pembiaran (kelangkaan masker dan APD) sehingga kebutuhan masyarakat dan pelayanan kesehatan terganggu adalah suatu maladministrasi," kata Anggota Ombudsman RI Alamsyah Saragih, kemarin (8/4).

Alamsyah menjelaskan pihaknya telah mencermati kondisi kelangkaan masker dan APD itu jauh-jauh hari. Bahkan, ORI juga terus mengikuti kontroversi ekspor masker dan APD di tengah pandemi Covid-19. "Kami telah menyampaikan ke publik pada 8 Maret lalu bahwa prinsipnya pemerintah patut menerbitkan kebijakan larangan ekspor (masker dan APD)," jelasnya.

Menurut Alamsyah ekspor masker dan APD semestinya dilarang atau dibatasi oleh pemerintah. Sehingga kelangkaan barang itu tidak terjadi seperti sekarang ini. "Jika pemerintah menyadari kebutuhan domestik tinggi maka pemerintah dapat mempertimbangkan untuk menerapkan kebijakan domestic market obligation bagi industri yang memproduksi," paparnya.

ORI meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) atau instansi terkait untuk mengusulkan pembatasan ekspor bahan baku masker, masker jadi, antiseptik, dan APD. Usulan itu dikirim ke Kementerian Perdagangan (Kemendag) selaku instansi yang mengurusi ekspor dan impor. "Sehingga ekspor produk tersebut dapat dicegah dan diawasi," terangnya.

Di lain pihak, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pengguna anggaran (PA) tidak perlu takut yang berlebihan dalam melaksanakan pengadaan barang dan jasa (PBJ) terkait dengan penanganan bencana Covid-19. Asalkan, PBJ itu dilakukan sesuai dengan ketentuan dan didampingi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Hal itu disampaikan Ketua KPK Firli Bahuri dihadapan seluruh sekretaris daerah (sekda) dan bupati/walikota, kemarin (8/4). Menurutnya, ketakutan melakukan PBJ bisa menghambat penanganan Covid-19. "Dalam kondisi darurat pengadaan barang dan jasa boleh dengan cara swakelola, selama terdapat kemampuan pelaksana swakelola," kata Firli.

Arahan itu merupakan tindaklanjut Surat Edaran (SE) KPK No 8/2020 tentang Penggunaan Anggaran Pelaksanaan PBJ dalam Rangka Percepatan Penangangan Covid-19 terkait dengan Pencegahan Tipikor. SE tersebut sebagai panduan Gugus Tugas tingkat pusat dan daerah dalam melakukan PBJ di situasi darurat. Dalam SE itu memuat rambu pencegahan korupsi untuk memberikan kepastian bagi pelaksana pengadaan.

KPK menyadari di tengah situasi darurat, harga barang/jasa terkait penanganan Covid-19 mengalami kenaikan signifikan karena permintaan global yang meningkat dan produsen yang terbatas. Hal itu menyebabkan kondisi pasar tidak normal. "PBJ dalam kondisi darurat cukup menekankan pada prinsip efektif, transparan, dan akuntabel," ujar Firli.

Prinsip yang dimaksud itu bisa dilakukan dengan cara mendokumentasikan dan membuka setiap tahapan pengadaan. Cara itu dilakukan untuk mencari harga terbaik atau value for money. "Sepanjang unsur-unsur pidana korupsi tidak terjadi, maka proses PBJ tetap dapat dilaksanakan tanpa keraguan," tegas Firli perwira polisi berpangkat komisaris jenderal itu. (mof/tyo/ran/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 06 Juni 2020 12:18

Semua Kesetrum Tagihan Listrik

BANJARBARU - Masyarakat Banua ramai-ramai mengeluhkan membengkaknya tagihan listrik pada…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:09
BREAKING NEWS

Banjir, Jalan Sekapuk Macet

BATULICIN - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tanah Bumbu, sejak…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:07

Sabilal Masih Tiadakan Salat Jumat

BANJARMASIN - Usai pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:58

Tidak Laksanakan Protokol Kesehatan, Kemenag Kirim Penyuluh Agama Beri Penyadaran

BANJARBARU - Beberapa waktu lalu, selepas PSBB berakhir. Pemko Banjarbaru…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:56
PARLEMENTARIA

Dewan Bentuk Pansus Covid-19

BANJARBARU - Pihak legislatif akhirnya membentuk Pansus Penanganan Covid-19. Tujuannya…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:52

ASN yang Ngantor Lebih Banyak, yang WFH Sisa 40 Persen

BANJARBARU - Memasuki fase pendisiplinan hingga 13 Juni mendatang. Persentase…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:50

Rapat Online Tak Efektif, Belasan Raperda Mandek

BANJARMASIN - Pandemi mengganggu agenda DPRD Kalsel. Pembahasan rancangan peraturan…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:47

3 Kelurahan Jadi Zona Merah Pekat, Tapi Warga Masih Bisa Nongkrong Santai

Kamis (4/6), jumlah kasus positif COVID-19 di Banjarmasin kembali melonjak.…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:34

Bantu Ketahanan Pangan Masyarakat

RANTAU - Tugas polisi bukan hanya menumpas kejahatan. Tetapi juga…

Sabtu, 06 Juni 2020 10:05

New Normal Kotabaru, Harus Dievaluasi

KOTABARU – Jemaah masjid membeludak salat Jumat di Masjid Agung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers