MANAGED BY:
RABU
23 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 17 April 2020 10:34
Awasi Limbah dari APD Corona
ILUSTRASI: Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis | Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

PROKAL.CO,

Penggunaan APD sekali pakai membuat limbah infeksius di rumah sakit meningkat. Limbah yang berkaitan dengan penyakit menular ini dikhawatirkan akan berdampak pada kesehatan warga jika tidak dibakar dalam insinerator.

Untuk diketahui, di Kalsel sendiri, hanya empat rumah sakit yang memiliki izin insinerator dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Diantaranya adalah, RSUD Ulin Banjarmasin, RSUD Mohammad Ansyari Saleh, Rumah Sakit Ciputra dan RSUD Balangan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana menjanjikan, semua limbah medis penanganan Covid-19 akan dimonitor. Semua penanganan saat ini diserahkan kepada masing-masing Kabupaten kota yang rumah sakitnya memiliki insinerator. “Meski laporannya tak ada lonjakan, kami tetap monitoring limbah infeksius ini. Saat ini juga sedang diminta laporan triwulannya ke kabupaten kota,” ujarnya.

Kepala Seksi Pengelolaan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Muhammad Husin menambahkan, limbah B3 berbeda dari limbah biasa. Limbah medis cukup riskan sebab terdiri dari bahan berbahaya l, atau clan beracun (BS). Sehingga, proses pemusnahannya harus dibakar pada suhu 800 derajat celcius menggunakan alat berupa tungku.

Diterangkannya, saat ini tidak semua rumah sakit memiliki insinerator. Namun, bagi yang tak punya, mereka bekerjasama dengan pihak penyedia jasa untuk dikirim dan diproses di luar Kalsel. “Selama ini dikirim ke Pulau Jawa untuk dimusnahkan,” tambahnya.

Dikatakannya, pengiriman juga tidak dilakukan sembarangan, harus mendapatkan izin dari kementerian lingkungan hidup yang tertuang dalam peraturan pemerintah (PP) No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun. “Ada protap khusus. Tidak boleh dicampur karena disesuaikan karateristiknya. Ada limbah yang berbahaya bagi alam dan bagi manusia secara langsung,” papar Husin. 

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 08 September 2020 12:02

Rp1,5 Miliar untuk 276 Orang, Akhirnya Insentif Nakes Cair

BANJARBARU - Setelah tertunda beberapa waktu karena beberapa alasan. Insentif…

Selasa, 08 September 2020 11:58

Ibnu Sina Ditegur Mendagri, Gara-Gara Bikin Kerumunan di KPU

BANJARMASIN - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian menegur puluhan kepala…

Selasa, 08 September 2020 11:48

Sering Kunker ke Luar Daerah Dibanding Ngantor, Gedung DPRD Didemo

BANJARMASIN - Lebih sering kunjungan kerja ke luar daerah ketimbang…

Selasa, 08 September 2020 11:45

Kapolres: Klaster Pilkada Bisa Muncul

BANJARMASIN - Pendaftaran bakal calon Pilwali 2020 menjadi perhatian Kapolresta…

Selasa, 08 September 2020 10:22

Perang Slogan di Serambi Makkah: Manis, Manuntung, dan Bersinar

MARTAPURA – Perang slogan selalu mewarnai kontestasi Pilkada, termasuk di…

Selasa, 08 September 2020 10:16

Khairul Sendiri, Habib Misterius

BANJARMASIN - Di hari kedua tes kesehatan, Senin (7/9) kemarin,…

Selasa, 08 September 2020 10:11

Calon Kepala Daerah Bisa Gugur Jika Ada Organ yang Tak Normal, Kalau Covid-19 Tak Masalah

BANJARMASIN - Pendaftaran bakal pasangan calon (Paslon) kepala daerah sudah…

Selasa, 08 September 2020 10:06

Saban-Abdillah Mulai Bentuk Relawan di Kecamatan dan Desa

BARABAI- Usai mendaftar ke KPU HST, Minggu (6/9), pasangan Saban-Abdillah…

Selasa, 08 September 2020 10:00

Amunisi Tambahan, Barito Rekrut Pemain Muda Papua

YOGYAKARTA - Barito Putera melirik potensi striker muda asal Papua…

Selasa, 08 September 2020 07:51
Pemko Banjarbaru

Rombongan Pejabat Setdako Kunjungi Istri Almarhum Nadjmi

BANJARBARU - Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru H Said Abdullah, didampingi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers