MANAGED BY:
JUMAT
10 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 17 April 2020 10:34
Awasi Limbah dari APD Corona
ILUSTRASI: Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis | Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

PROKAL.CO,

Penggunaan APD sekali pakai membuat limbah infeksius di rumah sakit meningkat. Limbah yang berkaitan dengan penyakit menular ini dikhawatirkan akan berdampak pada kesehatan warga jika tidak dibakar dalam insinerator.

Untuk diketahui, di Kalsel sendiri, hanya empat rumah sakit yang memiliki izin insinerator dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Diantaranya adalah, RSUD Ulin Banjarmasin, RSUD Mohammad Ansyari Saleh, Rumah Sakit Ciputra dan RSUD Balangan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana menjanjikan, semua limbah medis penanganan Covid-19 akan dimonitor. Semua penanganan saat ini diserahkan kepada masing-masing Kabupaten kota yang rumah sakitnya memiliki insinerator. “Meski laporannya tak ada lonjakan, kami tetap monitoring limbah infeksius ini. Saat ini juga sedang diminta laporan triwulannya ke kabupaten kota,” ujarnya.

Kepala Seksi Pengelolaan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Muhammad Husin menambahkan, limbah B3 berbeda dari limbah biasa. Limbah medis cukup riskan sebab terdiri dari bahan berbahaya l, atau clan beracun (BS). Sehingga, proses pemusnahannya harus dibakar pada suhu 800 derajat celcius menggunakan alat berupa tungku.

Diterangkannya, saat ini tidak semua rumah sakit memiliki insinerator. Namun, bagi yang tak punya, mereka bekerjasama dengan pihak penyedia jasa untuk dikirim dan diproses di luar Kalsel. “Selama ini dikirim ke Pulau Jawa untuk dimusnahkan,” tambahnya.

Dikatakannya, pengiriman juga tidak dilakukan sembarangan, harus mendapatkan izin dari kementerian lingkungan hidup yang tertuang dalam peraturan pemerintah (PP) No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun. “Ada protap khusus. Tidak boleh dicampur karena disesuaikan karateristiknya. Ada limbah yang berbahaya bagi alam dan bagi manusia secara langsung,” papar Husin. 

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 10 Juli 2020 12:29

Kecuali Batola, Semua Daerah di Kalsel Pilih Belajar Jarak Jauh; Di HST Siswa Hanya Masuk Sepekan

Meski dirasa mendesak, namun hampir semua daerah di Kalsel --kecuali…

Jumat, 10 Juli 2020 12:27

Pegawai Pemprov Ngantor Gantian

BANJARBARU - Menuju era new normal atau tatanan normal baru…

Jumat, 10 Juli 2020 12:25

Bantuan Pupuk ke Petani Dipotong, Anggaranya Dipotong untuk Covid-19

BANJARBARU - Menjadi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang bertugas…

Jumat, 10 Juli 2020 12:23

Gugas Bentuk Tim Pakar, Juga Buka Perekrutan Relawan Kontrak

BANJARMASIN - Gugus Tugas Covid-19 Kalsel membentuk tim pakar untuk…

Jumat, 10 Juli 2020 11:35

Sudah 37 Ibu Hamil Reaktif di Banjarmasin

BANJARMASIN - Bagi ibu hamil, sangat disarankan menjauhi kerumunan. Sebab,…

Jumat, 10 Juli 2020 11:32

Misteri Surat Dukungan Demokrat

BANJARMASIN - Calon petahana, Ibnu Sina dikabarkan mendapat surat dukungan…

Jumat, 10 Juli 2020 11:17

Penyapu Jalan Jangan Kesiangan

BANJARMASIN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin memperingatkan petugas kebersihan.…

Jumat, 10 Juli 2020 10:48

Pilkada Kotabaru Paling Rawan; Rentan Politik Identitas, Kapolres Minta Penyelenggara Gandeng Pers

KOTABARU - Indeks kerawanan Pilkada Kotabaru paling rawan se-Kalsel. Kategori…

Jumat, 10 Juli 2020 10:47

Tanbu Tambah Tujuh Kasus Positif Corona

BATULICIN - Penambahan kasus positif corona terjadi di Kabupaten Tanbu.…

Jumat, 10 Juli 2020 10:04
Pemko Banjarbaru

Wali Kota dan Wawali Hadiri Pagelaran Wayang Kulit

BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani, didampingi Wakil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers