MANAGED BY:
RABU
27 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Rabu, 18 Mei 2016 12:08
OPINI: Saatnya Membangun PLTN di Kalimantan
Ilustrasi

Oleh : Gusti Nurpansyah *

SUDAH menjadi rahasia umum bahwa Kalselteng sejak lama mengalami krisis energi listrik yang disebabkan karna kurangnya pasokan daya sehingga akhirnya sering mengalami penerangan bergilir, selain itu juga karna alasan klasik dari pihak PLN yang berdalih karna harus melakukan perawatan atau karna penyebab lainnya. karna adanya gangguan atau kerusakan sehingga harus terjadi pemadaman danpada akhirnya masyarakat lahyang menjadi korban sehinggaharus menanggung beban kerugian akibat krisis listrik tersebut terutama dalam beberapa bulan terakhir mengalami peningkatan kuantitas pemadaman.

Hingga saat ini kondisi listrik di banua masih mengalami defisit daya, akibatnya pendaftaran untuk pemasangan baru dan penambahan daya bagi pelanggan rumah tangga ditutup hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Kemungkinan rencananya baru akan kembali dibuka bila nanti Kalsel sudah mendapat tambahan pasokan listrik dari Pembangkit Bangkanai yang akan masuk ke sistem kelistrikan Kalselteng pada September 2016 nanti.

Beragam ekspresi kekecewaan telah disampaikan oleh berbagai pihak, mulai dari aksi damai menyampaikan pendapat, melalui dialog di Hotel, Diskusi di Kampus hingga akhirnya beberapa kali pula mahasiswa serta masyarakat melakukan aksi turun ke jalan untukmendemo PLN , tak terbilang serapah dan makian termasuk do’a karna kekesalan warga yang terkadang dalam 1 hari sampai 3 kali berturut mengalami pemadaman, sudah seperti halnya aturan minum obat aja harus 3 kali sehari.Bisa kita bayangkan dan rasakan bagaimana masyarakat di banua mengalami masa sulit tersebut. Secara umum dampak dari adanya krisis tersebut  sudah bisa dipastikan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di banua belum lagi jika dihitung tidak sedikit pula peralatan elektronik yang mengalami kerusakan bahkan hingga menjadi penyebab terjadinya kebakaran karna malam hari tanpa penerangan terpaksa menggunakan lampu teplok atau lilin. PLN Kalselteng juga terus saja berjanji bahwa krisis ini akan segera berakhir meskipun janji tersebut terus saja tidak kunjung terealisasikan di lapangan sampai tulisan ini dimuat masih tetap saja mengalami pemadaman, Terakhir pada saat di demo warga di banjarbaru tanggal 13 April yang lalu PLN Kalselteng melalui General Manager-nya kembali menjanjikan bahwa Setember nanti tidak akan terjadi byarpet lagi.

Ironis memang, kalimantan yang kaya akan sumber daya alam terutama batubara sebagai sumber energi pembangkit listrik nyatanya justru mengalami kekurangan listrik dan masih saja terus mengalami byarpet yang terus berulang dari tahun ke tahun. Meskipun Pemimpin daerah telah berganti tetap saja persoalan yang sama tak kunjung teratasi, oleh karnanya ke depan perlu dicarikan solusi energi alternatif yang bisa mengatasi secara tuntas masalah krisis listrik tersebut salah satunya melalui upaya pembangunan Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

 

Sejarah dan Perkembangan Nuklir

Energi nuklir merupakan energi yang dihasilkan melalui reaksi inti, reaksi tersebut terjadi dapat berupa penggabungan atau pembelahan inti atom. Energi nuklir ditemukan pertama kali oleh Enrico Fermi pada tahun 1934. Nuklir sebagai sumber energi listrik baru dikembangkan pada tahun 1951. Hingga Tahun 2010 terdapat 442 PLTN berlisensi di dunia dan  441 diantaranya telah beroperasi di 31 Negara yang berbeda.Dalam waktu dekat, Negara tetangga kita Malaysia dan Vietnam juga sudah berencana membangun PLTN di negara mereka.

---------- SPLIT TEXT ----------

Di Indonesia sejak tahun 1958 telah dilakukan pembentukan Dewan Tenaga Atom dan Lembaga Tenaga Atom (LTA) yang kemudian disempurnakan menjadi Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) dengan dasar hukum Peraturan Pemerintah No.65 Tahun 1958 dan Undang-undang Nomor 31 Tahun 1964. Jadi sesungguhnya ide pembangunan PLTN sudah dirintis sejak zaman Presiden Soekarno sekitar 5 dekade yang lalu.

Saat ini Indonesia telah memiliki 3 (tiga) reaktor Nuklir untuk kegiatan penelitian dan pemanfaatannya masih hanya untuk bidang pangan dan bidang kesehatan,  untuk penerangan juga sebagian sudah diujicobakan seperti di Puspiptek Serpong _ Banten. Adapun ketiga reaktor yang telah dibuat dan diujicobakan yaitu :

1)      Pengoperasian Reaktor atom pertama ( Triga Mark II) di Pusat Penelitian Tenaga Nuklir (PPTN) di Bandung – Jawa Barat berkapasitas 250 kW diresmikan tahun 1965 kemudian ditingkatkan kapasitasnya menjadi 2 MW pada tahun 2000 sampai sekarang

2)      Reaktor penelitian Nuklir Kartini kapasitas 100 kW yang beroperasi sejak 1979 di Yogyakarta sampai sekarang

3)      Reaktor Nuklir Serbaguna GA SIWABESSY kapasitas 30 MW yang dibangun sejak 1975 di Kawasan Puspiptek – Serpong, Banten baru diresmikan tahun 1987 reaktor serbaguna ini disertai fasilitas penunjangnya, seperti ; Fabrikasi dan penelitian bahan bakar, uji keselamatan reaktor, pengelolaan limbah radioaktif dan fasilitas nuklir lainnya.

Sejak 2014 BATAN juga telah melakukan Studi Tapak untuk Persiapan Pembangunan PLTN di Provinsi Bangka Belitung dan masih dalam proses hingga saat ini.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 Tentang ketenaganukliran, PLTN hanya dapat dibangun dan dioperasikan oleh Perusahaan Swasta, BUMN atau Koperasi. Sedangkan Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) berkewajiban menyiapkan infrastruktur dasar seperti persiapan SDM, studi kelayakan calon tapak, kajian teknologi sebagai Technical support Organization (TSO), dan pengolahan limbah.

Nuklir merupakan energi masa depan, ramah lingkungan dan bersih karna tidak memiliki emisi, saat ini secara sumber daya manusia dan teknologinya sudah tidak ada masalah seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju. Kita cukup memiliki banyak SDM ahli dibidang Nuklir yang telah terbukti selama ini mengelola reaktor yang sudah dan dan berjalan secara tertib dan aman. Memang tak dipungkiri juga bahwa masih ada kendalanya dari sisi psikologis, mengingat masih adanya kekhawatiran dan ketakutan masyarakat akan dampak negatifnya, jadi bisa disimpulkan bahwa kendala utamanya terletak hanya pada masalah penerimaan publik saja lagi.

 

Political Will Pemimpin

Sekitar 3 tahun lalu tepatnya pada sabtu, 8 September 2012 salah satu headline berita koran lokal kita di banua memuat pemberitaan dengan judul “ Gubernur se-Kalimantan Dukung Nuklir“ dimana Pak H. Rudy Arifin saat itu selaku Gubernur Kalsel sekaligus Ketua Forum Koordinasi Gubernur Sekalimantan menyampaikan bahwa berdasarkan hasil Pertemuan 4 Gubernur Sekalimantan yang tergabung dalam Forum Percepatan dan Revitalisasi Pembangunan Kalimantan bersepakat bahwa untuk mengatasi krisis energi di kalimantan maka perlu dilakukan upaya pengembangan Nuklir.

---------- SPLIT TEXT ----------

Sekedar mengingatkan kembali situasi saat itu 3 tahun yang lalu dan termasuk melatarbelakangi pernyataan kesepakatan bersama para kepala daerah se-Kalimantan karna adanya antrian panjang atas kelangkaan BBM dan pembatasan serta pengurangan jatah kuota untuk kalimantan sehingga terjadi lah aksi perkumpulan para aktivis serta masyarakat yang tergabung dalam Forum Peduli Banua (FPB) yang menutup Alur Sungai Barito agar batubara yang selama ini dikirimkan ke pulau jawa dihentikan supaya tuntutan masyarakat Banua dipenuhi oleh Pemerintah Pusat dan akhirnya memang dipenuhi tentu saja setelah melalui proses lobi dan negosiasi dan kerjasama banyak pihak termasuk kepala daerah turun langsung bersama masyarakat memperjuangkan kepentingan bersama banua, bahkan setelah itu aksi kembali berlanjut ketika teman-teman yang tergabung dalam Forum Peduli Banua akhirnya melakukan aksi demo di Bundaran HI Jakarta dan didepan Istana Negara agar permasalahan krisis listrik saat itu segera dituntaskan, persoalan yang sama kembali terulang saat ini terkait PLN tersebut.

Berdasarkan Hasil Survei lapangan dan temuan yang difasilitasi oleh BATAN bahkan secara langsung telah dilakukan kunjungan ke lapangan bersama MENRISTEK RI saat itu yang kebetulan berasal dari banua juga, maka telah ditemukan potensi sumber uranium yang cukup besar di Kalimantan Barat khususnya baru didaerah Kalan saja sudah mencapai 24.112 ton e.q. 3 GW untuk 11 tahun (belum termasuk daerah lainnya di provinsi yg sama)dan terdapat juga potensi Uranium di Kalimantan Timur. Berdasar Blue Print Pengelolaan Energi Nasional 2006 – 2025 maka setidaknya sampai tahun 2004 terdapat 22 lokasi potensi sumberdaya Uranium dan Thorium yang tersebar di Indonesia dari Aceh sampai Papua.

MengingatPulau Kalimantan dinilai lebih aman terhadap bencana gempa dibandingkan dengan pulau lainnya di Indonesia serta kondisi kelistrikan di kalimantan khususnya di banua kita yang masih defisit dayamaka sudah saatnya direkomendasikan melalui Forum Rapat Bersama Gubernur Se-Kalimantan bahwa pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) merupakan sebuah solusi energi hijau yang perlu segera dibangun di pulau kalimantan, khususnya di Kaltim atau Kalbar. Selain untuk mengatasi persoalan krisis energi maka pemanfaatan Nuklir bisa juga untuk keperluan lainnya dibidang pertanian, kesehatan dan lain sebagainya. Mengingat ketatnya aturan dan prosedur yang harus ditempuh untuk membangun PLTN tersebut maka untuk dapat mencapai tahapan langsung beroperasi sejak pengajuan izin Pembangunannya, melakukan studi tapak dll diperlukan waktu paling cepat 7 (Tujuh) tahun baru bisa dioperasikan, karna itu lah kalau tidak dimulai dari sekarang kapan lagi ?

----------------------------------------------------------------------

* Koordinator Pusat Forum Peduli Banua (FPB) / Mahasiswa S-3 PKLH Universitas Negeri Jakarta / Staf Khusus Menteri Riset dan Teknologi RI Periode 2011-2014 Email : [email protected]

 


BACA JUGA

Selasa, 26 Oktober 2021 09:37

Destinasi Wisata Menggoda di Riam Adungan Tanah Laut

PELAIHARI - Kabupaten Tanah Laut (Tala) tidak hanya punya pantai,…

Selasa, 26 Oktober 2021 09:12

Dispersip Tradisikan Rayakan Para Penulis

BANJARMASIN -  Senin kemarin menjadi hari bahagia bagi tiga cerpenis…

Selasa, 26 Oktober 2021 09:11

Sudah Lama Kurang Piknik, Festival Wisata Obati Kerinduan Warga

BANJARMASIN - Meski masih pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan…

Senin, 25 Oktober 2021 13:42

Begini Cara Ribuan Santri Rakha Amuntai Peringati HSN

AMUNTAI - Ribuan santri dan pengasuh Pondok Pesantren Rasyidiah Khalidiyah…

Senin, 25 Oktober 2021 13:33

Bergo, Praktis, Unik dan Terjangkau

Bergo menjadi satu dari sekian banyak jenis hijab yang populer.…

Senin, 25 Oktober 2021 13:27

Makam Datu Sanggul Tambah Ramai

RANTAU – Sejak Kabupaten Tapin turun level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan…

Senin, 25 Oktober 2021 10:05
BREAKING NEWS

Terbongkar..! Ubbay Ternyata Habib Palsu

AMUNTAI - Gaya ngomong amburadul, kedok Ubbay Dillah Ayyubi, pria…

Jumat, 22 Oktober 2021 17:18

Mampir di Kafe Chuseyo Banjarmasin, K-Pop Sejak Interior Hingga Camilan

Kafe "aesthetic" mungkin sudah biasa. Tapi kafe yang mengusung konsep…

Kamis, 21 Oktober 2021 09:54

Ini Dia Duta Kalsel Ekowisata Indonesia 2021

AMUNTAI - Muhammad Hendra Rusnadi terpilih mewakili Provinsi Kalimantan Selatan…

Kamis, 21 Oktober 2021 09:22

Tren Fesyen, Makin Stylish dengan Vest

Vest atau rompi pernah hits tahun 80 hingga 90-an. Tren…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers