MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 05 Mei 2020 12:36
Jangan Sibuk Mengeluh, Meniru Semangat Sang Badut Jalanan
SUDAH lebih sebulan, Jayadi Rahman bekerja sebagai badut jalanan. Mengenakan kostum seberat tiga kilogram, dia menghibur siapa saja yang melintas. Bergoyang ke kiri dan ke kanan, sambil melambaikan tangan.

PROKAL.CO, Dalam keheningan malam, pria 37 tahun itu berjalan tertatih-tatih. Sesekali langkahnya terhenti untuk menyeka peluh yang mengucur.

-- Oleh: WAHYU RAMADHAN, Banjarmasin --

SUDAH lebih sebulan, Jayadi Rahman bekerja sebagai badut jalanan. Mengenakan kostum seberat tiga kilogram, dia menghibur siapa saja yang melintas. Bergoyang ke kiri dan ke kanan, sambil melambaikan tangan.

Bila sepi dan bosan, dia pun kembali berjalan, menyusuri jalanan. Berhenti di suatu tempat. Mencari siapa saja untuk dihibur.

Begitu seterusnya. Sejak jam dua siang sampai jam 12 malam.

"Saya biasa berpindah-pindah. Tidak menetap di satu tempat," ucapnya ketika disapa Radar Banjarmasin di Jalan S Parman, Senin (4/5) dini hari.

Yadi harus gigih, karena kostum itu saja disewa. Rp75 ribu per hari. Kalau cuma mangkal di satu tempat, khawatir tak bisa dibayar.

Dia biasanya baru pulang ke rumah pada jam 1 malam. Mengembalikan kostum ke tempat penyewaan, baru menuju rumah kontrakannya di Jalan Pembangunan I Gang Menyapa. Semua dengan berjalan kaki.

Anak tertua Yadi sekarang duduk di bangku kelas IX SMP. Sementara anak keduanya masih kelas IV SD.

Dari jerih payah sebagai badut jalanan, kedua buah hatinya bisa dinafkahi.

Menjadi badut juga bukan keinginan. Dia kehilangan pekerjaan setelah pandemi menghantam perekonomian. Sebelum wabah, Yadi mencari uang dengan menjadi buruh panggul di pasar.

Tanpa mengenal hari libur, Yadi bisa membawa pulang Rp150 ribu per hari. Separuhnya sudah pasti dipotong untuk sewa kostum.

Peruntungannya baru berubah jika hujan turun. Yadi terpaksa berteduh menunggu hujan reda. Agar kostumnya tak basah kuyup.

"Kostum mulai terhitung disewa apabila sudah dikenakan di jalanan," tambahnya.

Mengapa tak membeli kostum sendiri? Harganya cukup mahal, Rp2 juta. Dia belum mampu membeli sendiri.

Selain mengenakan kostum badut, ada aksesori tambahan. Di leher tergantung celengan uang dan pengeras suara. Hasil rakitan sendiri, berdaya baterai. Disambungkan ke telepon genggam. Dari situ, bunyi-bunyian terdengar. Umumnya, lagu-lagu yang sedang ngehits.

"Modal awal untuk aksesori ini sekitar Rp200 ribu," ungkapnya.

Menjadi badut jalanan gampang-gampang susah. Suka dukanya banyak. Paling menyenangkan, apabila yang yang dihiburnya tertawa.

"Terkadang, ada yang menghampiri. Kemudian meminta berfoto. Tapi, ada pula yang menjemput saya untuk dibawa ke rumah. Setelah selesai, saya minta diantar lagi ke jalanan. Tarifnya, seikhlasnya saja," ucapnya.

Pengalaman pahit juga ada. Suatu ketika, Yadi sedang asyik bergoyang dan melambai-lambaikan tangan. Lalu seorang oknum pengamen menghampiri.

Tanpa rasa curiga, Yadi membiarkannya mendekat. Ternyata, dia hanya tertarik dengan celengan Yadi.

"Dia (oknum pengamen), berlagak hendak memberikan uang. Tahu-tahunya malah mengambil uang di dalam celengan, kemudian melarikan diri," tuturnya.

Pernah pula Yadi berseteru dengan pencopet yang coba mengambil celengannya. Beruntung, ada penarik becak yang melihat kejadian itu, kemudian membantu Yadi.

Berbekal pengalaman itu, apabila malam tiba, Yadi pun harus ekstra waspada. Salah satunya dengan berpindah-pindah tempat.

"Kalau tidak ke tempat yang lalu lintasnya ramai, ya di sebuah tempat yang terang benderang," bebernya.

Lagi-lagi, Yadi tampak menyeka peluh yang mengucur di wajahnya. Maklum, di dalam kostum badut, menurutnya sangat panas.

"Kostum yang saya kenakan terdiri dari tiga lapisan. Saya hanya mampu bertahan selama satu jam di dalam sini," ungkapnya, kemudian terkekeh.

Yadi, seorang lelaki yang murah senyum. Tak ada keluh kesah yang keluar dari mulutnya. Justru sebaliknya, hanya ada kalimat optimis.

Menurutnya, rezeki akan menghampiri selama seseorang mau berusaha. "Yang penting jangan diam atau sekadar menunggu," pesannya. (fud/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Mei 2020 09:27

Bahan Menumpuk, Puluhan Baju Tak Diambil Pemesan

Pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Hingga kemarin, wabah penyakit mematikan…

Jumat, 15 Mei 2020 12:01

Menjenguk Alwi, Pria 73 Tahun yang Berhasil Lolos dari Keganasan Covid-19

Mengidap Covid-19 di usia ke-73 membuat banyak orang meragukan Alwi…

Rabu, 13 Mei 2020 11:48

Guru Agama Mencari Jalan Berdakwah di Tengah Pandemi: Buka Pengajian Online, Tausyiah Via Youtube

Adanya larangan melaksanakan aktivitas yang melibatkan banyak orang selama pandemi…

Rabu, 13 Mei 2020 10:34

Cerita Penjual Tempe Gembos di Tengah Wabah Virus Corona: Penghasilan Sehari Hanya Cukup Beli Beras dan Sayur

Wabah virus corona Covid-19 di Kabupaten Tanah Bumbu, menyebabkan perekonomian…

Sabtu, 09 Mei 2020 12:48

Sudah Pakai Masker, Tetap Saja Sepi; Nasib Para Penyandang Tunanetra di Banjarbaru Selama Masa Sulit

Di masa pandemi, orang-orang memilih untuk menjaga jarak. Kecenderungan ini…

Rabu, 06 Mei 2020 13:32
Pengalaman ODP Menjalani Isolasi Berkelompok di SKB Bypass Rantau

Dilayani dengan Baik, ODP ini Menyesal pernah Menolak Isolasi

Ada 18 orang warga Kabupaten Tapin yang sebelumnya berstatus orang…

Selasa, 05 Mei 2020 12:36

Jangan Sibuk Mengeluh, Meniru Semangat Sang Badut Jalanan

Dalam keheningan malam, pria 37 tahun itu berjalan tertatih-tatih. Sesekali…

Senin, 04 Mei 2020 11:05

Mengantar untuk yang Terakhir, Kalsel Berkabung Kepergian Guru Zuhdi

Sabtu sore itu hujan turun deras di langit Kalimantan Selatan.…

Senin, 04 Mei 2020 10:21

Sepatu Bekas Dilelang, jadi Paket Bantuan Sembako

Cara penggalangan donasi yang dilakukan oleh sekelompok anak muda Banua…

Sabtu, 02 Mei 2020 11:35

Yang Positif Covid-19 Bukan Jukir, tapi Bos Lahan Parkir; Pengunjung Berkurang 75 Persen

Sejak tersiar kabar seorang juru parkir (jukir) Pasar Sentra Antasari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers