MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 20 Mei 2016 14:55
Ini Kata Kapolda Soal Kasus Polisi Hajar Polisi
Brigjen Pol Erwin Triwanto

BANJARMASIN – Perkelahian antara tiga bintara dan seorang perwira polisi ternyata juga menjadi perhatian Kapolda Kalsel Brigjen Pol Erwin Triwanto. Kamis (19/5) siang, sang jenderal mengatakan  akan menerapkan hukuman seadil-adilnya.

“Hukum itu tidak hanya tajam ke bawah tapi tajam ke atas juga, kalau atasnya salah tetap akan kita tindak,” tegas kapolda.

Orang nomor satu di jajaran Polda Kalsel ini, dia belum mendapat laporan secara lengkap dari bidang yang menanganinya. “Saya dapat masukan secara sepintas, Kabid Propam belum melaporkan kepada saya secara lengkap, jadi saya belum bisa menjelaskan,” jelasnya.

Ditemui terpisah, Direktur Kriminal Umum Kombes Pol Mochamad Khozin membenarkan adanya laporan dari korban. “Ada dua korbannya yang melapor,”ujarnya.

Langkah yang kita lakukan, urai Khozin, anggotanya akan melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut. “Sekarang sudah saya perintahkan ke Subdit III untuk mendalami kasusnya, dengan tetap berkoordinasi dengan Propam,” jelasnya.

Sebab menurut Khozin, apabila dalam suatu pekara yang melibatkan oknum anggota, meskipun di dalam perkaranya terdapat unsur pidana umumnya, kewenangan penanganannya tetap ada di Bidang Propam. “Karena itu nanti sebagai tindakan perbuatan itu terkait dengan kode etik, kalau masyarakat sipil yang terlibat hanya menjadi saksi,” katanya.

Seperti yang telah diberitakan Radar Banjarmasin sebelumnya, peristiwa ini bermula  sekitar pukul sembilan malam, di jalan Gubernur Subarjo, Lingkar Selatan, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Senin (22/5).

Malam itu ketiga bintara, Brigadir Kepala Eko Anjar Prasetyo, Brigadir Satu Damiyati, dan Brigadir Satu Aries Lindiananto dalam perjalanan pulang setelah main bilyar. Di tengah perjalanan di jalan Gubernur Subarjo, Lingkar Selatan, tepatnya di persimpangan Desa Malintang, Briptu Aries, menghentikan mobil untuk membeli rokok.

Ketika hendak menyeberang jalan, tiba-tiba sebuah truk melaju kencang dan nyaris saja menabrak Briptu Aries. Dia langsung berteriak agar si pengemudi truk tersebut menghentikan laju mobilnya. Namun si pengemudi ternyata menggeber-geber gas truk dan tancap gas.

 “Kami kejar mobil truk itu, dan sekitar 500 meter kami berhasil menghentikan laju truk itu. Aries turun, saat itu dia gunakan pakaian dinas. Kami minta kelengakapan surat dan ternyata yang mengemudi kernet dan tak punya SIM,” cerita Damiyati.

 Selanjutnya mereka minta agar mobil truk yang ditumpangi dua orang itu memarkirkan ke tempat yang agak luas agar jangan mengganggu pengendara lain.

“Briptu Aries sempat ribut adu mulut dengan si pengemudi sebenarnya, dia ngeyel dan mencak-mencak. Mereka tidak mau diperiksa oleh kami,” jelas Damiyati.

Setelah bersitegang, tiba-tiba si supir menghubungi salah seorang perwira yang belakangan di ketahui berinisial FA berpangkat Kompol. Satu jam setelah mendapat telepon dari si supir itu, Kompol FA yang disebut mantan Kapolsek di Banjarmasin itu datang bersama sejumlah orang dengan menggunakan mobil dan motor.

“Ada 2 buah mobil dan 5 buah motor yang datang, orangnya sekitar 15 orang. Tanpa banyak tanya Kompol FA langsung mencak-mencak dengan kami dan langsung memukul Briptu Aries dan Brigadir Eko Anjar,” ucap Damiyati.

Posisi Damiyati saat itu hanya diam tidak bisa berbuat banyak karena merasa hormat dengan perwira itu. Damiyati mencoba menjauh dan tiba-tiba Kompol FA,  langsung meneriakinya. “Kompol FA, teriaki saya dan perintahkan orang  bawaanya untuk mengejar dan memukuli saya. Saya tidak bisa berbuat apalagi, teriak ampun tidak dihiraukan mereka,” kata Damiyati yang saat diwawancarai wartawan ditemani sang istri di rumah sakit Bhayangkara.

Tak cukup sampai disitu, Damiyati dan Eko Anjar serta Aries bersama dengan dua orang supir di bawa ke Polsek Gambut. Disana ketiga polisi tersebut dituding oleh Kompol FA, melakukan pemerasan terhadap  dua orang penumpang truk tersebut dan dipidanakan oleh Kompol FA.

“Kami bertiga diperiksa dan dua orang penumpang truk juga disidik. Hasilnya keterangan kedua pengemudi itu, kami tidak melakukan   pemerasan atau perbuatan melawan hukum lain,” tutur Damiyati.

Kompol FA, pun bersikeras akan mengadukan mereka bertiga dan melaporkannya ke Provos Polresta Banjarmasin. Dimana mereka bertiga atas perintah Kompol FA, harus menjalani tes Urine.

“Kompol FA keluarkan kalimat, anggota seperti ini pantasnya dipecat saja. Atas kejadian ini kami tidak terima, saya sudah adukan ke Provos dan rencanakan diadukan ke Krimum Polda Kalsel,” tandas Damiyati. (gmp/by/ran)

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers