MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 20 Mei 2016 15:06
Ini Kata Pengasuh Soal Tebusan Rp 50 Juta
TERLANJUR SAYANG - Mila, pengasuh Ahmad Fajri Al Firman, balita dua tahun, putra dari pasangan tunanetra, Supian dan Marniah.

SEMENTARA ITU, Mila mengatakan semua yang dikatakan pasangan tunanetra Supian dan Marniah tidak benar. Mereka saat ini bukannya tak ingin menyerahkan Ahmad Fajri kepada orangtuanya. Tetapi, semuanya memang butuh proses. "Kasihan anaknya, dia sudah terbiasa dengan kami dan menyayangi kami. Jadi harusnya secara perlahan-lahan, mereka sebelumnya harus mendekatkan diri dulu dengan anaknya," jelasnya.

Dia mengatakan selama ini Supian dan Marniah enggan mendekatkan diri kepada anak mereka. Sehingga, Ahmad Fajri ketika ditawarkan untuk tinggal bersama orangtua kandungnya dengan tegas menolak. "Sesuai kesepakatan, kami mau menyerahkan anaknya namun secara perlahan-lahan. Tapi mereka tak mau akrab dengan anaknya," tambah Mila.

Ia menampik, jika disebut-sebut sering memeras uang pasangan tunanetra tersebut. Karena selama ini malah keluarga mereka yang selalu berkorban. "Sejak Marniah hamil dua bulan hingga melahirkan, kami yang selalu pontang-panting. Sementara keluarga mereka tak dapat dihubungi," katanya.

Mila sangat gerah dengan pernyatan Marniah yang menyebutnya selalu meminta uang Rp200 ribu perhari, serta mewajibkan Marniah membayar Rp400 ribu perbulan untuk kebutuhan anak mereka. "Itu tidak benar, kami juga tidak pernah menyuruh mereka bayar apabila ingin bertemu dengan anaknya. Malah mereka sendiri yang jarang menjenguk anak mereka," ungkapnya.

Ia mengakui, Marniah pernah membelikan Ahmad Fajri ponsel. Namun ponsel tersebut tak bertahan lama, karena hancur dibanting Ahmad Fajri. "Seperti susu dan popok, kami tidak pernah meminta. Tapi itu 'kan wajar karena Ahmad Fajri anak mereka," tuturnya.

Hal senada diungkapkan oleh Suami Mila, Talib. Bahwa seluruh perkataan pasangan tunanetra tersebut tidak benar. "Saya memang ada bilang menyuruh mereka bayar Rp50 juta untuk membayar rasa kasih sayang. Tapi saya tidak serius, saya hanya tidak ingin mereka mengambil Ahmad Fajri secara dadakan tanpa proses," katanya.

Ia menuturkan, beberapa hari yang lalu mereka bersama perangkat RT setempat sepakat Ahmad Fajri akan diserahkan kepada pasangan Marniah dan Supian. Dengan syarat, Marniah dan Supian menjalankan proses pendekatan agar Ahmad Fajri tak kesulitan untuk beradaptasi dengan suasana baru. "Tapi nyatanya mereka tak mau datang ke sini, untuk menjenguk Ahmad Fajri," ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 02 Komplek Palapa Kemaludin mengakui bahwa sudah ada kesepakatan tersebut. "Karena Marniah mau mengambil anaknya, maka dilakukan perundingan tersebut. Dan Marniah diminta untuk belajar mendekati anaknya," katanya. (ris/by/ran)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers