MANAGED BY:
JUMAT
10 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 09 Mei 2020 12:12
Sudah Banyak Tambang, Kotabaru Belum Juga Kaya
JADI REBUTAN BANYAK PERUSAHAAN: Pemandangan di Pulau Laut, Kotabaru. Banyak perusahaan mengincar potensi kandungan batu bara di pesisir Kalsel ini. | DOK/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO,

BANJARBARU - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel menyoroti kedatangan pengusaha dari Tiongkok yang menawarkan tambang batubara sistem underground atau bawah tanah di Kotabaru. Walhi meminta, agar pemerintah menolak tawaran tersebut.

"Dari awal kami minta agar pemerintah menghentikan izin tambang. Karena berdasarkan data, wilayah Kalsel 50 persennya sudah dibebani izin tambang dan sawit. Apalagi Kotabaru, sudah 84 persen dikuasai tambang dan sawit," kata Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono.

Dibandingkan memikirkan investasi yang berpeluang merusak lingkungan. Menurutnya, lebih baik pemerintah daerah serius menangani dampak pandemi virus corona, demi keselamatan rakyat. "Di saat bencana seperti ini, yang diperlukan adalah pangan dan air bersih. Bukannya membahas tambang. Tidak mungkin 'kan orang makan batubara," ujarnya.

Lalu bagaimana dengan janji pengusaha yang menyebut bahwa tambang bisa membuat Kotabaru jadi kaya? Pria yang akrab disapa Cak Kis ini menyebut bahwa hal itu omong kosong. "Kotabaru selama ini kurang apa. Dari laut ke daratan, sampai gunung ada perusahaan. Mulai dari tambang batubara, bijih besi sampai bahan baku semen. Tapi, belum juga kaya," bebernya.

Bahkan, dia mengungkapkan, berdasarkan data dari Fakultas Kedokteran ULM, Kotabaru menjadi daerah dengan kasus stunting atau gizi buruk tertinggi di Kalsel. "Ini jadi pertanyaan, ada apa dengan Kotabaru? Punya banyak perusahaan tambang dan sawit, justru rakyatnya banyak yang kekurangan gizi," ungkapnya.

Maka dari itu, Kis meminta agar pemerintah daerah me-review semua perizinan tambang dan sawit. Serta, tidak mengeluarkan izin baru. "Review juga tata ruang yang saat ini banyak dibebani perusahaan tambang dan sawit," pintanya.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 10 Juli 2020 12:29

Kecuali Batola, Semua Daerah di Kalsel Pilih Belajar Jarak Jauh; Di HST Siswa Hanya Masuk Sepekan

Meski dirasa mendesak, namun hampir semua daerah di Kalsel --kecuali…

Jumat, 10 Juli 2020 12:27

Pegawai Pemprov Ngantor Gantian

BANJARBARU - Menuju era new normal atau tatanan normal baru…

Jumat, 10 Juli 2020 12:25

Bantuan Pupuk ke Petani Dipotong, Anggaranya Dipotong untuk Covid-19

BANJARBARU - Menjadi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang bertugas…

Jumat, 10 Juli 2020 12:23

Gugas Bentuk Tim Pakar, Juga Buka Perekrutan Relawan Kontrak

BANJARMASIN - Gugus Tugas Covid-19 Kalsel membentuk tim pakar untuk…

Jumat, 10 Juli 2020 11:35

Sudah 37 Ibu Hamil Reaktif di Banjarmasin

BANJARMASIN - Bagi ibu hamil, sangat disarankan menjauhi kerumunan. Sebab,…

Jumat, 10 Juli 2020 11:32

Misteri Surat Dukungan Demokrat

BANJARMASIN - Calon petahana, Ibnu Sina dikabarkan mendapat surat dukungan…

Jumat, 10 Juli 2020 11:17

Penyapu Jalan Jangan Kesiangan

BANJARMASIN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin memperingatkan petugas kebersihan.…

Jumat, 10 Juli 2020 10:48

Pilkada Kotabaru Paling Rawan; Rentan Politik Identitas, Kapolres Minta Penyelenggara Gandeng Pers

KOTABARU - Indeks kerawanan Pilkada Kotabaru paling rawan se-Kalsel. Kategori…

Jumat, 10 Juli 2020 10:47

Tanbu Tambah Tujuh Kasus Positif Corona

BATULICIN - Penambahan kasus positif corona terjadi di Kabupaten Tanbu.…

Jumat, 10 Juli 2020 10:04
Pemko Banjarbaru

Wali Kota dan Wawali Hadiri Pagelaran Wayang Kulit

BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani, didampingi Wakil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers