MANAGED BY:
SABTU
15 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 13 Mei 2020 10:34
Cerita Penjual Tempe Gembos di Tengah Wabah Virus Corona: Penghasilan Sehari Hanya Cukup Beli Beras dan Sayur
MENYUSUN TEMPE: Mahmud Ropi (51) menyusun tempe gembos yang akan dijual ke pasar. | FOTO: KARYONO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO,

Wabah virus corona Covid-19 di Kabupaten Tanah Bumbu, menyebabkan perekonomian masyarakatnya terganggu. Usaha rumahan juga terdampak

-- Oleh: Karyono, Batulicin --

SEJAK 9 tahun lalu, Mahmud Ropi (51), menekuni usaha pembuatan tempe gembos. Ayah dua anak ini membuka tempat usahanya itu di belakang rumah yang terletak di Kompleks Perumahan Bumi Datarlaga, Blok U No 18 RT 12, Desa Sarigadung, Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanbu.

Rumah itu pun hadiah dari pemilik perumahan dalam program “Rumah Gratis”. Semenjak wabah corona mulai melanda, usaha tempe gembosnya ikut tertekan. “Pendapatan turun,” ujar Mahmud, kepada Radar Banjarmasin, kemarin. Dijelaskannya, penurunan pendapatan itu disebabkan bahan baku untuk membuat tempe gembos berkurang, sehingga produksi tempe gembosnya juga dikurangi. “Sebelum wabah corona, produksi tempe gembos saya sehari bisa mencapai 300 bungkus, kalau sekarang hanya 150-200 bungkus saja,” jelasnya.

Tempe gembosnya dijual di pasar dengan harga Rp600 perbungkus. Biasanya, Mahmud menitipkan tempe gembosnya kepada pedagang di Pasar Ampera Kelurahan Tungkaran Pangeran dan kadangkadang di Pasar Harian Batulicin. Sebelum ada wabah corona, Mahmud mengaku dalam sehari bisa menghasilkan Rp65 ribu bersih. Tapi sekarang rata-rata hanya Rp20-25 ribu. “Alhamdulillah setiap hari habis terjual. Namanya rejeki cuma segitu ya harus dicukup- cukupi dan disyukuri,” katanya.

Keuntungan yang diperoleh dari menjual tempe gembos itu dibelikan Mahmud beras dan sayur untuk keperluan makan istri dan dua anaknya yang kondisinya tuna netra. “Kadang-kadang kalau ada sisa saya belikan ikan. Kalau tidak ada, makan pakai tempe gembos, disayur atau digoreng juga enak,” ujar Mahmud. Mahmud mengaku, selama wabah corona melanda Indonesia, baru dua kali menerima bantuan, yakni berupa beras 10 kg dan uang sebesar Rp600 ribu.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers