MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 22 Mei 2016 23:46
Wah..!! Ada Keturunan Sultan Banjar di Papua

Hasil Penelusuran Sultan Khairul Saleh tentang Diaspora Keturunan Sultan Banjar di Nusantara

KETURUNAN - Gusti Abubakar Muhammad Saleh bin Gusti Abdul Manan bin Gusti Ahmad (Gusti Muhammad) bin Pangeran Thosin (Gusti Besar) bin Sultan Sulaiman Rahmatullah.

PROKAL.CO, Garis keturunan atau dzuriat Sultan Banjar ternyata tidak hanya tersebar di Banua Kalimantan Selatan, tetapi juga tersebar hingga ke Papua. Menariknya, dzuriat keturunan Sultan Banjar yang bermukim di Papua sudah berlangsung hingga empat  generasi.

==============================

Hal tersebut diungkapkan Sultan Banjar, H Khairul Saleh kepada Radar Banjarmasin, belum lama ini.

 

Hasil komunikasi pihaknya dengan salah satu keturunan Sultan Banjar yang berada di Papua, yakni Gusti Abubakar Muhammad Saleh telah diperoleh data yang akurat. Dijelaskan, Sultan Tamjidillah menurunkan Sultan Tahmidillah (Penambahan Batuah) hingga Sultan Sulaiman Rahmatullah.

 

Sultan Sulaiman Rahmatullah mempunya 22 anak, di antaranya adalah Sultan Adam, Pangeran Pertasari di Tondano Manado dan Pangeran Thosin (Gusti Besar).

 

Selanjutnya, ungkap Khairul Saleh, Pangeran Thosin (Gusti Besar) mempunyai anak laki bernama Gusti Ahmad (Gusti Muhammad ) yang ada di Ambon Wahai Pulau Seram.

 

Di Ambon Wahai Pulau Seram, Gusti Ahmad menikah, kemudian memperoleh 2 anak laki-laki. Dari salah seorang anak laki-lakinya, Gusti Ahmad memperoleh cucu 3 laki-laki  dan 1 cucu perempuan bernama G. Hadijah.

 

Di waktu yang berbeda, Gusti Ahmad (Gusti Muhammad) pindah ke Raja Ampat Papua, kemudian menikah lagi dengan Hamida Wailata. Di sana, Gusti Ahmad memperoleh 2 anak perempuan dan 4 anak laki-laki. Mereka adalah Gusti Muhammad, Gusti Ibrahim, Gusti Nurma, Gusti Hatija, Gusti Arsad dan Gusti Abdul Manan.

 

Selanjutnya, Gusti Abdul Manan (Putra Gusti Ahmad) memiliki 8 keturunan yaitu, 2 perempuan dan 6 laki-laki. Mereka adalah Gusti Muhammad, Gusti Halima, Gusti Abidin, Gusti Abubakar Muhammad Saleh, Gusti Ratna Megawati Hamida, Gusti Idris Taher, Gusti Abdul Gafar Golkar dan Gusti Abdul Rojak Muhammad Taufan.

 

“Selain pernah menikah di Ambon Wahai Pulau Seram, Gusti Ahmad (Gusti Muhammad) juga pernah menikah di Pulau Saparuan Ambon dan mempunyai anak perempuan,” kata Khairul.

 

Oleh sebab itu, keturunan Sultan Banjar yang bermukim di Ambon dan Raja Ampat merupakan keturunan Sultan Banjar dari garis keturunan Sultan Sulaiman Rahmatullah yang bernama Pangeran Thosin. Dan Pangeran Thosin mempunyai

 

2 saudari perempuan, yakni Nyai Intan dan Nyai Sea.

 

Adapun Paduka Seri Sultan Sulaiman Saidullah Raja atas Tahta Kerajaan Negeri Banjar sebagai berikut, Sultan Soleman Almo'tamid Aliallah / Soliman Almoh Tammit Alalah, Sultan Sleeman Almoh Tamid Alalah, Sultan Soleman Sa'idallah, Sultan Salehman,
Sultan Sulaiman al-Mu'tamidullah, Sultan Sulaiman Rahmatullah, Pangeran Ratu Sultan Sulaiman, Pangeran Sultan Muda Sulaiman, Panembahan Sulaiman, Panembahan Sepuh.

 

Sedangkan masa kekuasannya adalah sebagai Sultan Muda pada 1767, kemudian masa kekuasaan sebagai Sultan pada 1801-1825.

 

Sementara itu, Sultan Sulaiman Rahmatullah memiliki pasangan, yakni Nyai Ratna atau Nyai Ratu Intan Sari (Permaisuri), Nyai Cina, Nyai Argi , Nyai Unangan dan Nyai Kamala Sari.

 


Sedangkan keturunannya adalah Sultan Adam (anak Nyai Ratu Sepuh / Nyai Ratna) binti Kiai Adipati Singasari), Pangeran Mangkoe Boemi Nata (anak Nyai Ratu Sepuh), Ratoe Hadji Moesa (anak Nyai Ratu Sepuh), Pangeran Perbatasari (anak Nyai Ratu Sepuh).

 

 

Selanjutnya, Pangeran Kassir (anak Nyai Ratu Sepuh), Ratoe Soengging Anoem (anak Nyai Ratu Sepuh), Pangeran Dipati di Mahang (HST), Pangeran Ahmad, Pangeran Wahid, Pangeran Muhammad, Pangeran Kusairi, Pangeran Hasan, Pangeran Achmid, Pangeran Kasoema Widjaja/Pangeran Berahim, Pangeran Thosin (yang memiliki keturunan di Ambon dan Raja Ampat), Pangeran Singa-Sarie, Pangeran Hamim, Ratu Kartasari, Ratu Marta, Ratu Salamah dan Gusti Umi/Gusti Kacil, Ratu Mashud/Gusti Hadijah (ibu Pangeran Antasari).(tia/*)

 


BACA JUGA

Minggu, 18 Agustus 2019 10:05

Melihat Aksi Ibu-Ibu Meriahkan HUT Kemerdekaan: Setahun Sekali, Buat Apa Malu

Memperingati HUT Kemerdekaan RI, berbagai lomba digelar di kompleks-kompleks perumahan.Peserta…

Jumat, 16 Agustus 2019 14:09

Persiapan Upacara Bendera di Bawah Laut di Pulau Kerayaan Kotabaru

Memang di level nasional. Upacara pengibaran bendera merah putih di…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:30

Peneliti Banjarbaru Uji Kandungan Akar Bajakah yang Viral Sebagai Anti Kanker

Doktor Eko sempat kaget. Tumbuhan yang pernah ia uji di…

Kamis, 15 Agustus 2019 11:12

Dalam Hal Ini, Wakil Menteri Ingin Provinsi Lain Tiru Kalsel

Tak hanya menghadiri Hari Jadi ke 69 Kalsel, Wakil Menteri…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:49

Jangan Sembarangan Promosi, Pahami Karakter Wisatawan

Kementerian Pariwisata menggelar workshop, kemarin (14/8). Membahas strategi pemasaran wisata…

Rabu, 14 Agustus 2019 11:41

Malam Hari Raya, Mereka Harus Padamkan Api Hingga Subuh

Menjadi bagian dari satgas penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)…

Selasa, 13 Agustus 2019 11:55

Merayakan Iduladha di Pulau Bromo, Daging Kurban Jadi Makanan Langka

Suasana Iduladha masih terasa. Setidaknya bagi warga Pulau Bromo, Kelurahan…

Sabtu, 10 Agustus 2019 11:45

Mendengar Cerita Pemuda-pemuda Yang Terpilih di DPRD Tapin

Sekarang ini para pemuda berlomba-lomba untuk bisa duduk di kursi…

Jumat, 09 Agustus 2019 11:24

Daliyati, Harapan Baru Juhu, Desa terpencil di Hulu Sungai Tengah

Gelar Ahli Madya Keperawatan akhirnya diraih Daliyati dengan predikat sangat…

Kamis, 08 Agustus 2019 11:26

Jembatan Barito Mulai Menua: Lantai Retak, Satker Giatkan Perbaikan

Tak terasa Jembatan Barito sudah lebih dari 22 tahun. Jembatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*