MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 19 Mei 2020 11:05
Ramai-Ramai Mudik Lewat Bandara, Perusahaan Bikin Surat Rapid Test untuk Karyawan
MEMBELUDAK: Suasana antrean pemeriksaan dokumen penumpang di Terminal Kedatangan Bandara Internasional Syamsudin Noor, kemarin. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Menjelang Hari Raya Idulfitri, penumpang di Bandara Internasional Syamsudin Noor semakin padat. Senin (18/5) misalnya, ada puluhan penumpang tampak mengantre mengurus dokumen di terminal keberangkatan.

Ironisnya, para penumpang yang berangkat bukan hanya orang Kalsel. Melainkan ada juga dari luar provinsi. Bagus misalnya, dia mengaku bersama tujuh temannya datang dari Kalteng, ingin pulang ke Pekalongan, Jawa Timur.

"Bandara di Kalteng tidak ada penerbangan ke Surabaya, jadi kami lewat sini," katanya kepada Radar Banjarmasin.

Dia mengungkapkan, mereka pulang ke Pekalongan lantaran perusahaan budidaya burung walet tempat mereka sedang libur Lebaran. "Sebenarnya kami mudik. Karena, nanti habis Lebaran balik lagi," ungkapnya.

Lalu bagaimana mereka bisa melengkapi dokumen? Bagus menuturkan, semuanya diurus oleh pihak perusahaan. Termasuk, biaya rapid test sebagai bukti bahwa mereka negatif Covid-19. "Jadi, kami tidak tahu bagaimana cara perusahaan melengkapi dokumennya. Soalnya, dokumen kami dianggap lengkap dan sekarang ini mau masuk ke ruang tunggu," tuturnya.

Di sisi lain, Rahmad rombongan penumpang lainnya mengaku dari Banjarbaru ingin berangkat ke Surabaya untuk urusan pekerjaan. "Memang murni urusan kerja. Tidak mudik. Ini ada surat tugasnya," ujarnya.

Namun, untuk persyaratan lainnya seperti rapid test dia mengaku mengurusnya sendiri. "Saya melakukan rapid test di RS Auri. Biayanya Rp500 ribu. Selain itu, tidak ada lagi biaya lainnya," katanya.

Sementara itu, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banjarmasin, Ruslan Fajar saat ditanya terkait adanya pekerja Kalteng yang ingin mudik ke Pekalongan mengungkapkan bahwa si penumpang kemungkinan pulang lantaran masa kontrak kerjanya di perusahaan telah habis.

"Soalnya, penumpang yang berangkat saat ini paling banyak karyawan yang pulang ke kampung karena diputus kerja. Ada juga, proyek atau kontrak kerjanya di perusahaan sudah habis," ungkapnya.

Dia menjelaskan, sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, orang yang diputus kerjanya, serta kontrak atau proyeknya sudah habis diperbolehkan untuk pulang ke kampung. "Tapi, harus dibuktikan dengan surat keterangan dari perusahaan bahwa mereka telah selesai bekerja," jelasnya.

Selain para karyawan yang masa kerjanya sudah habis, Ruslan menyampaikan syarat lain untuk bisa terbang ialah karyawan yang ditugaskan oleh atasannya untuk melakukan pekerjaan di luar Kalsel. "Kalau ini, syaratnya harus menunjukkan surat tugas dari kantor," ucapnya.

Lalu, bagi masyarakat yang tidak ada urusan pekerjaan, boleh terbang hanya bagi orang yang anggota keluarga intinya (orangtua, suami/istri, anak dan saudara kandung) sakit keras atau meninggal dunia. "Ini juga harus ada surat keterangan bahwa keluarganya sakit atau meninggal dunia," kata Ruslan.

Ketika dokumen sudah dilengkapi, dia menambahkan, calon penumpang juga harus memiliki bukti negatif Covid-19. Baik dari hasil rapid test maupun PCR. "Kalau hasil rapid test reaktif, maka tidak akan kami berangkatkan. Melainkan langsung dikarantina," tambahnya.

Sedangkan, apabila hasil rapid test non reaktif dikatakannya, calon penumpang akan menjalani pemeriksaan lanjutan. Berupa pengukuran suhu tubuh. Serta, saturasi pernapasan dan nadi. "Kalau semua normal akan kami buatkan surat clearance dan penumpang boleh masuk ke ruang check in," katanya.

Namun, dia mengungkapkan, sebelum penumpang masuk ke ruang tunggu, pemeriksaan dokumen kembali dilakukan oleh pihak bandara. "Jadi, tidak hanya satu kali pemeriksaan. Untuk memastikan penumpang layak terbang," ungkapnya.

Disinggung, apakah sejauh ini ada calon penumpang yang gagal terbang lantaran dokumennya kurang lengkap. Ruslan menyebut, baru ada satu. Itu dikarenakan hasil rapid test yang bersangkutan reaktif. "Penumpang itu datang pada tanggal 16 Mei. Langsung kami karantina karena reaktif. Sekarang masih menunggu hasil swab. Kalau negatif baru boleh terbang," sebutnya.

Ditanya, ada berapa penerbangan kemarin (18/5), Ruslan menyampaikan, total ada tiga penerbangan. Yakni, Batik Air jurusan Jakarta. Lalu, Lion Air tujuan Jakarta dan Surabaya. "Paling banyak penumpangnya, Lion Air jurusan Surabaya. Jumlahnya ada 165 orang. Kalau Batik Air ke Jakarta ada sekitar 50 penumpang. Sementara, Lion Air ke Jakarta belum tahu ada berapa penumpang," ucapnya.

Sayangnya, Kepala Komunikasi dan Legal Bandara Internasional Syamsudin Noor, Aditya Putra Patria enggan buka-bukaan terkait bagaimana rata-rata trafik penumpang saat ini. "Tidak mesti (berapa) Mas. Paling tidak sampai 200 orang pertama harinya," paparnya.

Secara terpisah, Area Manager Lion Air Banjarmasin Agung Purnama mengaku dalam beberapa hari terakhir penumpang yang mereka layani mengalami peningkatan dibandingkan awal-awal kembali beroperasinya penerbangan orang. "Meningkat sekitar 15 persen. Sekarang setiap penerbangan rata-rata diisi oleh 100 penumpang," bebernya.

Lion Air sendiri saat ini hanya melayani dua rute penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor, yakni ke Jakarta dan Surabaya. "Kami prediksi sampai akhir bulan Mei, penumpang masih mengalami kenaikan," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 28 Mei 2020 11:50

Yang Tersisa dari Penerapan PSBB: Ombudsman Terima 85 Aduan Kasus Bansos

Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di empat daerah di…

Kamis, 28 Mei 2020 11:49
BREAKING NEWS

7 Tenaga Medis Diisolasi di Eks Gedung Akper

BARABAI- 25 orang warga HST di karantina di Eks Gedung…

Kamis, 28 Mei 2020 11:48

Sudah Siap untuk Normal Baru? 4 Daerah di Kalsel Masuk Tatanan Baru

BANJARBARU - Pemerintah pusat telah mempersiapkan prosedur penerapan new normal…

Kamis, 28 Mei 2020 11:44

KPU Kejar Pilkada 9 Desember

BANJARMASIN - Panjangnya masa tanggap darurat pandemi membuat penyelenggaraan Pilkada…

Kamis, 28 Mei 2020 11:42

Pasca Lebaran, Banua Cetak 73 Kasus Baru Dalam Sehari

BANJARMASIN - Prediksi kasus Covid-19 di Kalsel bakal memuncak setelah…

Kamis, 28 Mei 2020 10:45

Nasib PSBB Banjarbaru Ditentukan Hari ini

BANJARBARU - Setelah diterapkan kurang lebih 12 hari terakhir. Pembatasan…

Kamis, 28 Mei 2020 10:35

Ibnu Sina Pilih Berdamai

BANJARMASIN - Alih-alih melandai, angka kasus positif COVID-19 di Banjarmasin…

Kamis, 28 Mei 2020 10:32

Banua Anyar "Lockdown Lokal", PSBK Ternyata Lebih Ketat daripada PSBB

BANJARMASIN - PSBB jilid III di Banjarmasin berakhir empat hari lagi.…

Kamis, 28 Mei 2020 10:02

Pedagang Pasar Keraton dan Binuang Diperiksa

RANTAU – Rapid test digelar di dua pasar di Kabupaten…

Kamis, 28 Mei 2020 09:30
Pemko Banjarbaru

Wali Kota dan Wawali Kunjungi Pos Pamtas

BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani bersama Wakil Walikota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers