MANAGED BY:
RABU
03 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 21 Mei 2020 15:28
Duh Miris..!! Kalsel Rekor Kasus Corona Lagi
MENUNGGU TES: Petugas kesehatan mengaso sembari menunggu warga yang mau diperiksa darahnya. Banyak warga pasar yang menghindari pengujian cepat. | FOTO: ZALYAN SHODIQIN ABDI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Rekor dan rekor lagi! Jumlah kasus Covid-19 di Kalsel mengalami penambahan signifikan, 64 kasus dalam sehari. Penambahan kemarin menjadikan jumlah kasus positif mencapai 548.

Jika sebelumnya Kota Banjarmasin selalu menjadi daerah penyumbang tertinggi, kemarin Kabupaten Tanah Bumbu yang menambah kasus paling banyak. Jumlahnya sebanyak 53 kasus.

Banjarmasin sendiri kemarin ditemukan tujuh kasus positif baru, disusul Kabupaten Banjar tiga kasus dan Kota Banjarbaru satu kasus. Penambahan 53 kasus positif dari Tanah Bumbu kemarin menjadikan daerah ini berada di urutan kedua tertinggi penyebaran Covid-19 dengan jumlah kasus positif 106.

Jumlah kasus tertinggi masih dipegang Kota Banjarmasin. Penambahan tujuh kasus positif baru kemarin menjadikan jumlah kasus di Ibu Kota Kalsel ini menjadi sebanyak 204 kasus. Jika sebelumnya Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang menjadi daerah dengan penyebaran paling sedikit, kemarin digeser Balangan yang hanya terdapat dua kasus.

Jumlah kasus meninggal dunia karena Covid-19 juga masih terjadi. Kemarin sebanyak dua orang yang berasal dari Banjarmasin dan Hulu Sungai Selatan. “Keduanya perempuan, dari Banjarmasin berusa 61 tahun, dan yang dari Hulu Sungai Selatan berusia 38 tahun,” terang juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kalsel, M Muslim. 

Di sisi lain, gugus tugas Covid-19 Kalsel juga menyampaiakan penambahan kasus sembuh, sebanyak satu orang berasal dari Kabupaten Banjar. “Pasien yang dinyatakan sembuh ini berusia 73 tahun. Dengan demikian kasus sembuh totalnya sebanyak 76 orang,” ungkapnya.

Pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Banjarmasin yang digelar untuk memutus mata rantai penularan dinilai belum berhasil. “Masih dievaluasi, kami nilai belum maksimal,” tandas Muslim.

___
Test Massal, Pasar Mendadak Sepi

Sementara itu, pasar Kotabaru yang biasanya ramai di atas pukul 09.00, kemarin mendadak agak sepi. Puluhan petugas kesehatan didampingi TNI Polri yang melakukan rapid test massal, membuat banyak pembeli batal masuk pasar.

Dari pantauan wartawan, saat itu memang terlihat sepi. "Kami tadi pagi-pagi sekali ke sini. Malas kalau dites," kata Yani, perempuan paruh baya yang membeli kebutuhan dapur untuk membuat kue pesanan.

Walau tes-nya di pasar, masih banyak para pedagang yang tidak mau memeriksakan diri. "Malas, kalau reaktif bagaimana? Rumah saya kecil, isolasi mandiri di mana," kata seorang penjual kaset bajakan.

Kadinkes Kotabaru, Ernawati mengatakan, mereka tidak memaksa pedagang atau pengunjung pasar tes. "Sukarela saja. Kita tidak bisa memaksa," akunya.

Sementara itu, beberapa petugas kesehatan tampak kelelahan. Memakai baju hazmat, beberapa selonjor di lorong pasar yang kosong, menunggu warga yang mau diperiksa.

Jika warga banyak takut, berbeda dengan polisi dan TNI yang tugas di lapangan. Mereka ramai-ramai memeriksa diri ketika jumlah warga yang dites sudah berkurang.

Pegawai bank juga datang di jam istirahat. Melihat itu, terlihat tingkat pendidikan berpengaruh besar terkait kuantitas rapid test sukarela di Kotabaru.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada data pasti berapa jumlah hasil reaktif. "Laporan Dinkes tadi ada 15 yang reaktif," kata Kapolsek Pulau Laut Utara Iptu Yacob Sihasale.

Namun Ernawati mengatakan, hasil tes belum final. Alias semua data belum masuk.

Menanggapi itu, beberapa warga terdengar kecewa. "Itulah Kotabaru. Lambat sekali informasi terkait corona ini. Kan hasil sudah bisa ke luar 20 menit. Masa sampai malam belum rampung datanya," keluh Edy warga di pusat kota. (mof/zal/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 02 Juni 2020 12:46

Diancam Duet Bencana; Jutaan Orang Banua Diprediksi akan Terpapar Covid-19, dengan Kematian 16 Ribu Jiwa

BANJARMASIN - Pakar matematika Universitas Lambung Mangkurat, Muhammad Ahsar Karim…

Selasa, 02 Juni 2020 11:54

31 Mei-13 Juli Pendisiplinan Masyarakat Banjarbaru, Normal Baru Belum Berlaku

BANJARBARU - Wali kota telah menerbitkan Perwali tentang Pedoman Tatanan…

Selasa, 02 Juni 2020 11:49

Tahapan Pilkada Tunggu Finalisasi PKPU

BANJARBARU - Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tertunda karena adanya…

Selasa, 02 Juni 2020 11:44

Banjarmasin Belum New Normal, Buruh Angkut Keluhkan Pemakaian Masker

BANJARMASIN - Menerapkan protokol kesehatan di Banjarmasin memang tidak mudah.…

Selasa, 02 Juni 2020 11:09

Kemenag Bakal Kawal Pembukaan Tempat Ibadah, Surat Sebagai Formalitas Saja

BANJARMASIN - Dalam Protokol New Normal, bukan hanya mal dan…

Selasa, 02 Juni 2020 09:20
Pemko Banjarbaru

Wali Kota Pimpin Apel Penyematan Ban Lengan

BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani, Rabu (1/6)…

Selasa, 02 Juni 2020 09:13
PARLEMENTARIA

Minta Tes Massal Sebelum Penerapan New Normal

BANJARBARU - Saat ini, Kota Banjarbaru berencana akan menerapkan protokol…

Selasa, 02 Juni 2020 09:07
Pemkab Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu: Masa Belajar di Rumah Diperpanjang

BATULICIN - Kegiatan belajar mengajar di sekolah kembali ditiadakan. Pemkab…

Selasa, 02 Juni 2020 09:03
Pemkab Tanah Bumbu

Lomba Inovasi Kebijakan Daerah di Tengah Corona

BATULICIN - Asisten Bidang Pemerintahan Ir Mariani bersama jajaran Pemkab…

Senin, 01 Juni 2020 19:35

Penyerang Polsek Daha Selatan Ternyata Simpatisan ISIS

Polda Kalimantan Selatan tengah mendalami dugaan keterlibatan dari pelaku penyerangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers