MANAGED BY:
RABU
03 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 22 Mei 2020 10:56
PSBB Banjarmasin Masuki Jilid 3, Pakar Epidemiologi: Lanjutkan, tapi Harus Lebih Tegas
SWAB: Pengambilan sampel swab kepada warga yang hasil rapid testnya reaktif di Banjarmasin, belum lama ini. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II di Banjarmasin berakhir kemarin (21/5).  Rabu (20/5) malam, pemko sudah menggelar rapat evaluasi PSBB. Rapat digelar di rumah dinas Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina di Kompleks Dharma Praja.

Baca juga: RESMI..! PSBB Banjarmasin Diperpanjang, Ibnu Ingin Sosialisasi Lebih Masif

Juru Bicara Covid-19 Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan, semua satuan tugas udah menyampaikan hasil evaluasi.

"Sekarang, keputusan perpanjangan PSBB berada di tangan wali kota," ungkapnya, kemarin (21/5) siang di kantor Dinas Kesehatan Banjarmasin.

Dalam rapat itu, sebagai orang yang juga mengepalai Satgas Bidang Kesehatan, Machli mengusulkan perlunya perpanjangan PSBB. "Sekali lagi, kami menghormati dan mengikuti apapun keputusan wali kota nantinya," ucapnya.

Apakah PSBB akan diteruskan atau tidak, Machli menjamin, tes massal dan pelacakan kasus di lapangan tetap mereka jalankan.

Mengapa Machli lebih condong pada perpanjangan? Menurutnya, tanpa PSBB, tidak menutup kemungkinan pekerjaan mereka bakal menemui hambatan di lapangan.

Sebelumnya, wali kota mengatakan, tanpa PSBB sekalipun, protokol kesehatan yang diatur pada Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 37 Tahun 2020 tetap berlaku.

Ketika dikonfirmasi via WhatsApp, Ibnu hanya memberikan jawaban singkat. "Sudah dievaluasi, tapi belum diputuskan," ujarnya.

Sementara itu, nasib PSBB di Banjarmasin menjadi perhatian pakar epidemiologi, dr Dharma Putra. Lelaki yang juga menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum itu menyarankan agar PSBB diteruskan. "Tapi dengan amat sangat ketat," sarannya.

Dharma memandang PSBB di Banjarmasin berdasarkan tiga indikator. Pertama indikator epidemiologi, kedua indikator kesehatan, dan terakhir indikator perilaku masyarakat.

Dari indikator pertama, Dharma melihat temuan kasus mulai meningkat dan terus meningkat. Artinya, belum mengarah ke puncaknya. Penurunan sendiri bakal terjadi apabila sudah ditemukan puncaknya.

Kemudian, pada indikator kedua, menurutnya pelayanan kesehatan dan kinerja penanganan kasus sudah cukup bagus. Sehingga kasus-kasus yang dulunya tidak ditemukan, sekarang terungkap.

"Bersamaan dengan penemuan kasus baru, sehingga terlihat lonjakan. Tapi sebenarnya, lonjakan ini prestasi yang bagus," bebernya.

Indikator ketiga, dia menilai warga belum mematuhi aturan yang ditetapkan pemerintah. Tampak jelas dari masih banyaknya warga yang berkeliaran di luar rumah, bahkan tanpa mengenakan masker.

"PSBB bisa dihentikan atau dilonggarkan, hanya ketika telah terjadi penurunan kasus," bebernya.

Dia mengingatkan, pemko berhak untuk bertindak tegas. Sebagai contoh, bila ada warga yang kedapatan tak mengenakan masker saat hendak memasuki pasar, maka bisa saja pemko memberikan teguran keras kepada pengelola pasar.

"Atau mungkin lebih tegas, pengawas pasar dipecat. Dan ketika ada pemilik toko yang tidak mengenakan masker, maka toko yang dimiliki bisa saja ditutup," sarannya.

Bukan tanpa alasan. Menurutnya, tingkat kepatuhan masyarakat juga sangat menentukan atau mempengaruhi angka penularan. "Bila masyarakat semakin peduli terkait pencegahan corona, maka semakin jauh risiko penularan terjadi," tuntasnya. (war/fud/ema)


BACA JUGA

Selasa, 02 Juni 2020 12:46

Diancam Duet Bencana; Jutaan Orang Banua Diprediksi akan Terpapar Covid-19, dengan Kematian 16 Ribu Jiwa

BANJARMASIN - Pakar matematika Universitas Lambung Mangkurat, Muhammad Ahsar Karim…

Selasa, 02 Juni 2020 11:54

31 Mei-13 Juli Pendisiplinan Masyarakat Banjarbaru, Normal Baru Belum Berlaku

BANJARBARU - Wali kota telah menerbitkan Perwali tentang Pedoman Tatanan…

Selasa, 02 Juni 2020 11:49

Tahapan Pilkada Tunggu Finalisasi PKPU

BANJARBARU - Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tertunda karena adanya…

Selasa, 02 Juni 2020 11:44

Banjarmasin Belum New Normal, Buruh Angkut Keluhkan Pemakaian Masker

BANJARMASIN - Menerapkan protokol kesehatan di Banjarmasin memang tidak mudah.…

Selasa, 02 Juni 2020 11:09

Kemenag Bakal Kawal Pembukaan Tempat Ibadah, Surat Sebagai Formalitas Saja

BANJARMASIN - Dalam Protokol New Normal, bukan hanya mal dan…

Selasa, 02 Juni 2020 09:20
Pemko Banjarbaru

Wali Kota Pimpin Apel Penyematan Ban Lengan

BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani, Rabu (1/6)…

Selasa, 02 Juni 2020 09:13
PARLEMENTARIA

Minta Tes Massal Sebelum Penerapan New Normal

BANJARBARU - Saat ini, Kota Banjarbaru berencana akan menerapkan protokol…

Selasa, 02 Juni 2020 09:07
Pemkab Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu: Masa Belajar di Rumah Diperpanjang

BATULICIN - Kegiatan belajar mengajar di sekolah kembali ditiadakan. Pemkab…

Selasa, 02 Juni 2020 09:03
Pemkab Tanah Bumbu

Lomba Inovasi Kebijakan Daerah di Tengah Corona

BATULICIN - Asisten Bidang Pemerintahan Ir Mariani bersama jajaran Pemkab…

Senin, 01 Juni 2020 19:35

Penyerang Polsek Daha Selatan Ternyata Simpatisan ISIS

Polda Kalimantan Selatan tengah mendalami dugaan keterlibatan dari pelaku penyerangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers