MANAGED BY:
RABU
03 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 22 Mei 2020 11:16
Terindikasi Covid-19, Penumpang Dikarantina
BISA MUDIK: Kondisi terminal keberangkatan Bandara Internasional Syamsudin Noor, kemarin. Semua penumpang diperiksa persyaratan telah melalui tes Covid-19. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Beberapa hari menjelang Lebaran, kondisi Bandara Syamsudin Noor, kemarin (21/5) terlihat semakin dipadati penumpang. Kondisi ini tentu harus menjadi perhatian pemerintah. Sebab, dikhawatirkan di bandara bisa muncul klaster Covid-19 baru lantaran ditularkan oleh penumpang yang berangkat ataupun datang.

Menyikapi hal itu, Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan bahwa pihaknya sudah memperketat pemeriksaan terhadap penumpang yang tiba di Bandara Syamsudin Noor.

"Semua penumpang yang datang, kami pastikan bersih. Kalau tidak membawa hasil rapid test. Maka, langsung kami minta melakukan rapid test di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banjarmasin," katanya, kemarin.

Dia menambahkan, jika dalam pemeriksaan rapid test hasilnya reaktif. Maka, penumpang langsung dibawa ke lokasi karantina yang disiapkan Pemprov Kalsel. "Sudah ada beberapa penumpang yang kami masukkan ke karantina. Sehingga sekarang karantina di Balai Diklat dan Bapelkes penuh," tambahnya.

Padahal, Gedung Balai Diklat di Ambulung, Kelurahan Loktabat Utara mempunyai kapasitas 80 kamar dengan kapasitas 160 tempat tidur. Sedangkan, Gedung Bapelkes di Jalan Mistar Cokrokusumo, Kelurahan Sungai Besar memiliki 90 kamar, dengan 186 tempat tidur.

"Kami sedang menyiapkan gedung lain untuk tambahan tempat karantina. Salah satunya, Gedung BPSDM (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah) Kalsel di Jalan Panglima Batur, Banjarbaru," ujar Hanif.

Lalu bagaimana dengan penumpang yang berangkat dari Bandara Internasional Syamsudin Noor? Pria yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Pelaksana Harian BPBD Kalsel ini menyampaikan bahwa pemeriksaan menjadi tanggung jawab KKP Banjarmasin dan otoritas bandara. "Kalau Tim Gugus yang ditekankan adalah orang yang masuk," ucapnya.

KKP Banjarmasin sendiri menurutnya sangat ketat mengawasi dan memeriksa para penumpang yang akan berangkat. Itu dibuktikan dengan ditemukannya satu pasien yang hasil rapid test-nya reaktif. "Setelah dites swab ternyata positif Covid-19. Jadi, langsung dikarantina juga," ujarnya.

Dia menyampaikan, pemeriksaan dilakukan secara ketat karena KKP Banjarmasin tidak ingin penumpang dari Kalsel menyebarkan virus ke daerah lain. "Jadi, penumpang yang datang, maupun berangkat diperiksa secara ketat," ucapnya.

Sementara itu, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banjarmasin, Ruslan Fajar menjelaskan, untuk memastikan penumpang yang berangkat melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor bersih dari Covid-19. Serta, bukan bertujuan untuk mudik. Telah dilakukan pemeriksaan dokumen secara berlapis-lapis.

Dia mengungkapkan, pemeriksaan dokumen sudah dilakukan saat penumpang akan memasuki ruang tahap pertama. "Di sana dokumen dicek petugas TNI dan Polri," ungkapnya.

Setelah itu, ketika sampai di ruang tahap pertama, dikatakan Ruslan, dokumen diperiksa lagi oleh Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19. "Dari sana. Penumpang lalu diperiksa KKP. Terkait kelengkapan surat keterangan kesehatan, seperti hasil rapid test atau PCR. Kalau reaktif atau positif, maka tidak akan kami berangkatkan. Melainkan langsung dikarantina," tambahnya.

Sedangkan, apabila hasil rapid test non reaktif dikatakannya, calon penumpang akan menjalani pemeriksaan lanjutan. Berupa pengukuran suhu tubuh. Serta, saturasi pernapasan dan nadi. "Kalau semua normal akan kami buatkan surat clearance dan penumpang boleh masuk ke ruang check in," katanya.

Dia menuturkan, selama pandemi Covid-19 penumpang yang berangkat paling banyak para karyawan yang pulang ke kampung karena diputus kerja. "Ada juga lantaran proyek atau kontrak kerjanya di perusahaan sudah habis," tuturnya.

Dijelaskannya, sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, orang yang diputus kerjanya, serta kontrak atau proyeknya sudah habis diperbolehkan untuk pulang ke kampung. "Tapi, harus dibuktikan dengan surat keterangan dari perusahaan bahwa mereka telah selesai bekerja," jelasnya.

Selain para karyawan yang masa kerjanya sudah habis, Ruslan menyampaikan syarat lain untuk bisa terbang ialah karyawan yang ditugaskan oleh atasannya untuk melakukan pekerjaan di luar Kalsel. "Kalau ini, syaratnya harus menunjukkan surat tugas dari kantor," ucapnya.

Lalu, bagi masyarakat yang tidak ada urusan pekerjaan, boleh terbang hanya bagi orang yang anggota keluarga intinya (orangtua, suami/istri, anak dan saudara kandung) sakit keras atau meninggal dunia. "Ini juga harus ada surat keterangan bahwa keluarganya sakit atau meninggal dunia," kata Ruslan.

Secara terpisah, Kepala Komunikasi dan Legal Bandara Internasional Syamsudin Noor, Aditya Putra Patria menyatakan bahwa jumlah penumpang saat ini rata-rata sekitar 250 per hari.

"Banyak yang berangkat. Daripada yang datang. Yang berangkat rata-rata 150 perhari. Kalau yang datang rata-rata 100 orang," ujarnya.

___
Sistem Laporan Surveilans Masih Lamban

Sementara itu, sistem informasi data yang disampaikan oleh tim surveilans epidemiologi di Kalsel rupanya masih belum tersaji lengkap ke Gugus Tugas Covid-19 Kalsel.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq. Menurutnya, laporan dari tim surveilans kecamatan masih banyak yang terkendala. “Data laporan yang masuk ke gugus tugas Kalsel sekarang belum real time,” ungkap Hanif kemarin.

Butuh waktu 3- 4 hari, baru data laporan surveilans diterima Gugas Kalsel. Saat ini bebernya, data yang diolah di kecamatan baru dilaporkan ke dinas kesehatan. Setelah itu baru dilaporkan ke gugus tugas Covid-19 Kalsel. “Ini yang kami evaluasi,” janjinya. 

Mempercepat laporan tracking dari tim surveilans, tentu dibutuhkan sistem laporan yang handal. Hanif menyebut, dengan sistem laporan cepat dan bisa diakses langsung pula oleh gugus tugas Covid-19 Kalsel, maka penanganan akan bisa cepat. “Saat ini sistem tengah disusun. Kalau masih seperti ini, tiga sampai empat hari baru dapat laporan, sudah keburu meninggal dunia,” paparnya.

Dengan sistem tersebut, surveilans dan relawan akan mudah pula melaporkan tanpa harus manual. “Ini juga memudahkan. Ketika sistem ini sudah siap, tim surveilans dan relawan akan kami panggil,” ujarnya sembari menjanjikan sistem ini tak lama lagi selesai karena Dinas Komunikasi dan Informasi Kalsel sudah melakukan ekspose.

Lalu berapa jumlah pelacak kontak kasus Covid-19 di Kalsel? Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kalsel itu mengungkapkan, ada sekitar 250 orang yang tersebar di seluruh kecamatan se Kalsel. “Satu kecamatan satu orang surveilans, ditambah relawan di desa-desa,” bebernya.

Untuk mempertajam hasil surveilans, pihaknya menjanjikan akan memberikan intensif kepada tim surveilans. “Ini juga berkaitan dengan akses dan prasarana komunikas internet, khususnya bagi yang di daerah terpencil dan terjauh,” ujarnya.

Sayangnya, dalam upaya percepatan penanganan Covid-19, Pemprov Kalsel tak membuka penerimaan untuk relawan pelacak. Ada 136 relawan yang dicari, sebagian besar hanya perawat, dokter dan analis kesehatan serya tenaga administrasi. (ris/mof/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 02 Juni 2020 12:46

Diancam Duet Bencana; Jutaan Orang Banua Diprediksi akan Terpapar Covid-19, dengan Kematian 16 Ribu Jiwa

BANJARMASIN - Pakar matematika Universitas Lambung Mangkurat, Muhammad Ahsar Karim…

Selasa, 02 Juni 2020 11:54

31 Mei-13 Juli Pendisiplinan Masyarakat Banjarbaru, Normal Baru Belum Berlaku

BANJARBARU - Wali kota telah menerbitkan Perwali tentang Pedoman Tatanan…

Selasa, 02 Juni 2020 11:49

Tahapan Pilkada Tunggu Finalisasi PKPU

BANJARBARU - Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tertunda karena adanya…

Selasa, 02 Juni 2020 11:44

Banjarmasin Belum New Normal, Buruh Angkut Keluhkan Pemakaian Masker

BANJARMASIN - Menerapkan protokol kesehatan di Banjarmasin memang tidak mudah.…

Selasa, 02 Juni 2020 11:09

Kemenag Bakal Kawal Pembukaan Tempat Ibadah, Surat Sebagai Formalitas Saja

BANJARMASIN - Dalam Protokol New Normal, bukan hanya mal dan…

Selasa, 02 Juni 2020 09:20
Pemko Banjarbaru

Wali Kota Pimpin Apel Penyematan Ban Lengan

BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani, Rabu (1/6)…

Selasa, 02 Juni 2020 09:13
PARLEMENTARIA

Minta Tes Massal Sebelum Penerapan New Normal

BANJARBARU - Saat ini, Kota Banjarbaru berencana akan menerapkan protokol…

Selasa, 02 Juni 2020 09:07
Pemkab Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu: Masa Belajar di Rumah Diperpanjang

BATULICIN - Kegiatan belajar mengajar di sekolah kembali ditiadakan. Pemkab…

Selasa, 02 Juni 2020 09:03
Pemkab Tanah Bumbu

Lomba Inovasi Kebijakan Daerah di Tengah Corona

BATULICIN - Asisten Bidang Pemerintahan Ir Mariani bersama jajaran Pemkab…

Senin, 01 Juni 2020 19:35

Penyerang Polsek Daha Selatan Ternyata Simpatisan ISIS

Polda Kalimantan Selatan tengah mendalami dugaan keterlibatan dari pelaku penyerangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers