MANAGED BY:
JUMAT
23 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 22 Mei 2020 11:16
Terindikasi Covid-19, Penumpang Dikarantina
BISA MUDIK: Kondisi terminal keberangkatan Bandara Internasional Syamsudin Noor, kemarin. Semua penumpang diperiksa persyaratan telah melalui tes Covid-19. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

Lalu bagaimana dengan penumpang yang berangkat dari Bandara Internasional Syamsudin Noor? Pria yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Pelaksana Harian BPBD Kalsel ini menyampaikan bahwa pemeriksaan menjadi tanggung jawab KKP Banjarmasin dan otoritas bandara. "Kalau Tim Gugus yang ditekankan adalah orang yang masuk," ucapnya.

KKP Banjarmasin sendiri menurutnya sangat ketat mengawasi dan memeriksa para penumpang yang akan berangkat. Itu dibuktikan dengan ditemukannya satu pasien yang hasil rapid test-nya reaktif. "Setelah dites swab ternyata positif Covid-19. Jadi, langsung dikarantina juga," ujarnya.

Dia menyampaikan, pemeriksaan dilakukan secara ketat karena KKP Banjarmasin tidak ingin penumpang dari Kalsel menyebarkan virus ke daerah lain. "Jadi, penumpang yang datang, maupun berangkat diperiksa secara ketat," ucapnya.

Sementara itu, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banjarmasin, Ruslan Fajar menjelaskan, untuk memastikan penumpang yang berangkat melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor bersih dari Covid-19. Serta, bukan bertujuan untuk mudik. Telah dilakukan pemeriksaan dokumen secara berlapis-lapis.

Dia mengungkapkan, pemeriksaan dokumen sudah dilakukan saat penumpang akan memasuki ruang tahap pertama. "Di sana dokumen dicek petugas TNI dan Polri," ungkapnya.

Setelah itu, ketika sampai di ruang tahap pertama, dikatakan Ruslan, dokumen diperiksa lagi oleh Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19. "Dari sana. Penumpang lalu diperiksa KKP. Terkait kelengkapan surat keterangan kesehatan, seperti hasil rapid test atau PCR. Kalau reaktif atau positif, maka tidak akan kami berangkatkan. Melainkan langsung dikarantina," tambahnya.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 23 Oktober 2020 12:04

Tanggapi Hasil Survei, Paslon Banjarbaru Berbeda Sikap

BANJARBARU – Hasil survei Charta Politika Indonesia terhadap Pilkada Banjarbaru…

Jumat, 23 Oktober 2020 12:01

Pentingkah Hasil Survei Bagi Paslon? Begini Kata Pengamat Politik

BANJARMASIN – Peran lembaga survei dalam politik sekarang menjadi perhatian…

Jumat, 23 Oktober 2020 11:49

Bersihkan Drainase, 14 Orang per Kelurahan di Banjarbaru Direkrut; 4 Miliar Rupiah Disiapkan

BANJARBARU – Sebagai bagian dari upaya meningkatkan ekonomi masyarakat terdampak Covid-19…

Jumat, 23 Oktober 2020 11:36

Sisa Unjuk Rasa: Sampahmu Tanggungjawabmu

Banjarmasin - Ada pemandangan yang menggembirakan dalam unjuk rasa kemarin…

Jumat, 23 Oktober 2020 11:33

Mahasiswa Beranjak, Buruh pun Datang: Diiringi Dangdut, Tuntutan Berbalas Pantun

Demonstran tak hanya dihibur musik dangdut koplo, tapi juga pantun-pantun…

Jumat, 23 Oktober 2020 11:29

804 Buah APK Dipasang di Tempat Terlarang, Satpol PP Banjarmasin pun Belum Bisa Bergerak

BANJARMASIN - Badan Pengawas Pemilu Banjarmasin menemukan alat peraga kampanye…

Jumat, 23 Oktober 2020 10:47
Pemkab Balangan

Balangan Deklarasi Menolak Unjuk Rasa Anarkis

PARINGIN – Polres Balangan menginisiasi deklarasi bersama Forkopimda dan masyarakat…

Jumat, 23 Oktober 2020 10:36

Sudah 2 Bulan, Perwali 68 Masih Berlaku; Tetap Jalankan Protokol Kesehatan

BANJARMASIN - Operasi penegakan disiplin protokol kesehatan COVID-19 di Banjarmasin…

Jumat, 23 Oktober 2020 09:51
Pemko Banjarbaru

Dirsismet Pusterad Kunjungi Balai Kota

BANJARBARU - Direktur Sistem dan Metode (Dirsismet) Pusat Teritorial Angkatan…

Jumat, 23 Oktober 2020 09:16
Pemkab Tanah Bumbu

Bantu Masyarakat yang Haknya Terabaikan

BATULICIN - Pengurus Pasukan Adat Nusantara Indonesia (PANI) Kabupaten Banjar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers