MANAGED BY:
RABU
15 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 06 Juni 2020 11:54
Hiburan Belum Boleh Buka, Kuliner Wajib Protokol Kesehatan

Sektor Usaha di Kota Idaman di Masa Pendisiplinan Menuju Normal Baru

HANYA DUA KURSI: Salah satu kedai di wilayah Kota Banjarbaru mulai menerapkan protokol Covid-19 dengan hanya menyediakan dua kursi saja dalam satu meja sebagai bagian dari upaya phyisical distancing. Sektor usaha kuliner kini kembali diperbolehkan buka dan perlahan mulai merangkak ramai kembali. | Foto: Muhammad Rifani/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO,

Dicabutnya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Banjarbaru membuat sejumlah sektor usaha mulai kembali merangkak perlahan. Menyusul adanya kelonggaran dalam pembatasan pasca PSBB.

-- Oleh: Muhammad Rifani, Banjarbaru --

Sektor usaha yang mulai tampak beroperasi adalah kuliner. Baik warung, rumah makan, kafe atau restoran dan sejenisnya. Otomatis, tempat-tempat makan kini mulai banyak disambangi warga.

Namun patut digarisbawahi, bahwa diizinkannya usaha beroperasi kembali ini juga harus menaati aturan pemerintah kota. Mengingat di fase pendisiplinan atau Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) sekarang ada kebijakan baru untuk sektor usaha.

Diterangkan oleh Kabid Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Banjarbaru, Dhiah Tri Widhiningsih pada dasarnya semua pelaku usaha wajib menaati protokol Covid-19.

"Memang sudah diperbolehkan buka seperti rumah makan, restoran dan juga sejensinya. Tetapi ini selalu kita ingatkan agar menerapkan protokol pencegahan Covid-19 nya," kata Dhiah.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers