MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 24 Mei 2016 20:19
Kondisi Makam Massal Tragedi 23 Mei Sekarang

Lima Tahun Sudah Sepi Peziarah

KUBURAN MASSAL - Suasana di lokasi makam sekarang.

PROKAL.CO, Senin kemarin merupakan peringatan ke-19 tahun tragedi 23 Mei 1997. Tragedi memilukan tersebut terjadi akibat kerusuhan di Banjarmasin, yang mengakibatkan ratusan orang tewas. Ratusan mayat tanpa identitas itu dimakamkan secara massal. Bagaimana kondisi makamnya saat ini?

============================

SUTRISNO, Liang Anggang

============================

Makam yang terletak di Tempat Pemakaman Umum (TPU) milik Pemko Banjarmasin, di Gang PDI Jalan A Yani Km 22 Landasan Ulin, Banjarbaru tersebut Senin (23/5) pagi kemarin terlihat lengang. Langit redup dengan angin yang bertiup kencang. Di lokasi pemakaman,  tak ada satu pun orang terlihat di tempat pemakaman massal.

Pemakaman sendiri kondisinyapun cukup memprihatinkan. Patok penanda dari kayu sebagai tanda makam yang berdiri tepat di sisi makam setinggi 60 sentimeter, bertuliskan "Makam Masal Jumat Kelabu 23 Mei 1997" sudah mulai kusam.

Begitu juga lokasi makamnya. Tanahnya terlihat basah dan becek. Sepertinya, area kuburan seringkali digenangi oleh air pasang dan hujan.

Kesan tak terurus terlihat jelas. Patok-patok kuburan yang dulunya banyak sudah banyak yang hilang. Hanya tersisa dua sampai tiga patok yang masih berdiri di atas kuburan massal berukuran sekitar 26x4 meter tersebut.

Sahbirin, penjaga makam ini mengungkapkan, tempat pemakaman massal itu sekarang jarang didatangi oleh peziarah. "Walaupun tanggal 23 Mei, makam itu tidak ada yang mendatangi," ungkapnya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Ia menuturkan, dulu ketika masih banyak dikunjungi orang. Makam tersebut terlihat terurus dan selalu bersih. Namun saat ini makam itu sudah terbengkalai, karena hanya pengurus makam yang mengurusnya. "Kami tetap mengurusnya, walaupun tidak ada yang membayar," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Jirin itu mengatakan, kondisi makam sekarang kerap tergenang karena air pasang dan hujan. “Makanya saya buat kubangan seperti parit-parit agar air tidak menumpuk di sana dan cepat turun ke parit,” ujarnya.

Menurutnya, hingga detik ini tidak ada satu pun pejabat di daerah ini mengujungi pemakaman massal itu. Bahkan, Jirin menyebut, peneliti atau komnas HAM pun tidak pernah datang ke makam tersebut.
Disinggung sejak kapan makam tak lagi didatangi peziarah? Jirin menuturkan, makam mulai sepi peziarah sejak lima tahun yang lalu. "Dulu selalu ramai orang datang, apalagi pada tanggal 23 Mei. Sekarang terlihat ramai hanya ketika jelang Lebaran," ujarnya.

Ia mengungkapkan, keluarga korban tak ingin lagi datang ke makam, karena tidak mau mengingat lagi tentang tragedi kerusuhan tersebut. "Ada beberapa keluarganya bilang, kalau datang ke sini selalu teringat kejadian dulu. Jadi mereka jarang ke sini," pungkasnya. (ris/by/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Mei 2020 09:27

Bahan Menumpuk, Puluhan Baju Tak Diambil Pemesan

Pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Hingga kemarin, wabah penyakit mematikan…

Jumat, 15 Mei 2020 12:01

Menjenguk Alwi, Pria 73 Tahun yang Berhasil Lolos dari Keganasan Covid-19

Mengidap Covid-19 di usia ke-73 membuat banyak orang meragukan Alwi…

Rabu, 13 Mei 2020 11:48

Guru Agama Mencari Jalan Berdakwah di Tengah Pandemi: Buka Pengajian Online, Tausyiah Via Youtube

Adanya larangan melaksanakan aktivitas yang melibatkan banyak orang selama pandemi…

Rabu, 13 Mei 2020 10:34

Cerita Penjual Tempe Gembos di Tengah Wabah Virus Corona: Penghasilan Sehari Hanya Cukup Beli Beras dan Sayur

Wabah virus corona Covid-19 di Kabupaten Tanah Bumbu, menyebabkan perekonomian…

Sabtu, 09 Mei 2020 12:48

Sudah Pakai Masker, Tetap Saja Sepi; Nasib Para Penyandang Tunanetra di Banjarbaru Selama Masa Sulit

Di masa pandemi, orang-orang memilih untuk menjaga jarak. Kecenderungan ini…

Rabu, 06 Mei 2020 13:32
Pengalaman ODP Menjalani Isolasi Berkelompok di SKB Bypass Rantau

Dilayani dengan Baik, ODP ini Menyesal pernah Menolak Isolasi

Ada 18 orang warga Kabupaten Tapin yang sebelumnya berstatus orang…

Selasa, 05 Mei 2020 12:36

Jangan Sibuk Mengeluh, Meniru Semangat Sang Badut Jalanan

Dalam keheningan malam, pria 37 tahun itu berjalan tertatih-tatih. Sesekali…

Senin, 04 Mei 2020 11:05

Mengantar untuk yang Terakhir, Kalsel Berkabung Kepergian Guru Zuhdi

Sabtu sore itu hujan turun deras di langit Kalimantan Selatan.…

Senin, 04 Mei 2020 10:21

Sepatu Bekas Dilelang, jadi Paket Bantuan Sembako

Cara penggalangan donasi yang dilakukan oleh sekelompok anak muda Banua…

Sabtu, 02 Mei 2020 11:35

Yang Positif Covid-19 Bukan Jukir, tapi Bos Lahan Parkir; Pengunjung Berkurang 75 Persen

Sejak tersiar kabar seorang juru parkir (jukir) Pasar Sentra Antasari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers