MANAGED BY:
SELASA
27 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 24 Mei 2016 20:25
Aksi Melawan Lupa Jumat Kelabu 23 Mei di Lokasi Pusat-pusat Kerusuhan
BERGELIMPANGAN - Aktivitas mahasiswa dari LSISK saat menggelar aksi teatrikal peringatan Jumat Kelabu di trotoar perempatan Jalan Pangeran Antasari.

PROKAL.CO,

BANJARMASIN - Sembilanbelas tahun tragedi Jumat Kelabu yang jatuh kemarin (23/5) diperingati dengan serangkaian aksi teatrikal. Mahasiswa menggelar dua aksi terpisah, pagi dan siang hari di lokasi-lokasi bekas pusat kerusuhan.

Yang pertama digelar LSISK (Lingkar Studi Ilmu Sosial dan Kerakyatan) di perempatan Masjid Miftahul Ihsan, Pasar Sentra Antasari. Yang kedua digelar Sanggar Titian Barantai dari Uniska (Universitas Islam Kalimantan) di halaman Mitra Plaza, Jalan Pangeran Antasari.

Peringatan 23 Mei 1997 itu rupanya tak hanya menarik minat para saksi atau keluarga korban, tapi juga peneliti. Mahasiswi UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Husnul Khatimah datang ke Banjarmasin untuk meneliti Jumat Kelabu. Penelitian itu akan dituangkannya dalam tesis.

"Sudah sebulan di Banjarmasin, bela-belain demi melihat peringatan ini," ujarnya. Mengenakan hijab berwarna biru terang dan ransel besar hitam, Husnul ikut bolak-balik memotret bersama awak media yang meliput. Ia bahkan berkali-kali selfie di depan aksi.

Mahasiswi asal Berau, Kalimantan Timur ini sedang merampungkan studinya di Jurusan Studi Agama dan Resolusi Konflik. Titik tekan tesis ini, memori menyakitkan seperti Jumat Kelabu bisa menjadi jalan untuk perdamaian. "Aksi begini bisa negatif atau positif. Negatifnya mengungkit luka lama, positifnya menjadi pelajaran," imbuhnya.

Ia tertarik lantaran dengan skala kerusuhan yang sangat besar, Jumat Kelabu hampir tak pernah menjadi perbincangan di media nasional. Bandingkan dengan kerusuhan di daerah lain, sebut saja Aceh, Papua, atau yang terdekat Sampit. Tak ada pula dorongan kuat untuk mengusut tuntas tragedi tersebut. "Padahal ini pelanggaran HAM berat," tukasnya heran.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 27 Oktober 2020 18:17
BREAKING NEWS

Polisi Tetapkan Dua Mahasiswa Pendemo Omnibuslaw di Kalsel Sebagai Tersangka

BANJARMASIN - Sehari setelah penuhi panggilan polisi, dua anggota Badan…

Selasa, 27 Oktober 2020 17:31
Pemkab Balangan

Pemkab Balangan Evaluasi Capaian RPJMD Triwulan III

PARINGIN - Pemkab Balangan gelar Rakor evaluasi capaian RPJMD triwulan…

Selasa, 27 Oktober 2020 11:03

3 Proyek Pemko Banjarmasin Tak Punya IMB, Kadis PUPR: Tak Ada yang Sempurna

Balai Kota tak pernah sepi dari kegaduhan. Tiga proyek jembatan…

Selasa, 27 Oktober 2020 10:55

Ruas Jalan Nasional Dikeluhkan Warga Termasuk Calon Gubernur, BBPJN XI: Perbaikan Sudah Diprogramkan

BANJARMASIN - Beberapa ruas jalan nasional dikeluhkan masyarakat. Salah satu…

Selasa, 27 Oktober 2020 10:47

Sekda Tanbu Merasa Dikriminalisasi, Bupati Masih Bungkam

  BATULICIN - Ucapan Rooswandi Salem untuk melawan SK Bupati…

Selasa, 27 Oktober 2020 10:46

Klaim Perawatan Covid Tersendat, RSUD Ulin Belum Dibayar 54 Miliar

BANJARMASIN - Semangat menangani pasien Covid-19 tak sejalan dengan kemampuan…

Selasa, 27 Oktober 2020 10:41

Petahana Banjarmasin Tak Pernah Jabat 2 Periode, Pengamat: Jangan Terjebak Mitos

BANJARMASIN – Pertarungan kandidat di Pilkada Banjarmasin 2020 punya kans…

Selasa, 27 Oktober 2020 10:39

Debat Balangan Dihelat November

PARINGIN – Debat kandidat pasangan calon Pilkada Balangan 2020, menurut…

Selasa, 27 Oktober 2020 10:38

Bangun Banua Tetap Netral

BANJARMASIN – Selain aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI/Polri, karyawan…

Selasa, 27 Oktober 2020 10:37

Anggota Dewan Dilaporkan, BKD Telusuri Pemasang Baliho

KOTABARU - Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Kotabaru Masiarah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers