MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 24 Mei 2016 20:25
Aksi Melawan Lupa Jumat Kelabu 23 Mei di Lokasi Pusat-pusat Kerusuhan
BERGELIMPANGAN - Aktivitas mahasiswa dari LSISK saat menggelar aksi teatrikal peringatan Jumat Kelabu di trotoar perempatan Jalan Pangeran Antasari.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Sembilanbelas tahun tragedi Jumat Kelabu yang jatuh kemarin (23/5) diperingati dengan serangkaian aksi teatrikal. Mahasiswa menggelar dua aksi terpisah, pagi dan siang hari di lokasi-lokasi bekas pusat kerusuhan.

Yang pertama digelar LSISK (Lingkar Studi Ilmu Sosial dan Kerakyatan) di perempatan Masjid Miftahul Ihsan, Pasar Sentra Antasari. Yang kedua digelar Sanggar Titian Barantai dari Uniska (Universitas Islam Kalimantan) di halaman Mitra Plaza, Jalan Pangeran Antasari.

Peringatan 23 Mei 1997 itu rupanya tak hanya menarik minat para saksi atau keluarga korban, tapi juga peneliti. Mahasiswi UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Husnul Khatimah datang ke Banjarmasin untuk meneliti Jumat Kelabu. Penelitian itu akan dituangkannya dalam tesis.

"Sudah sebulan di Banjarmasin, bela-belain demi melihat peringatan ini," ujarnya. Mengenakan hijab berwarna biru terang dan ransel besar hitam, Husnul ikut bolak-balik memotret bersama awak media yang meliput. Ia bahkan berkali-kali selfie di depan aksi.

Mahasiswi asal Berau, Kalimantan Timur ini sedang merampungkan studinya di Jurusan Studi Agama dan Resolusi Konflik. Titik tekan tesis ini, memori menyakitkan seperti Jumat Kelabu bisa menjadi jalan untuk perdamaian. "Aksi begini bisa negatif atau positif. Negatifnya mengungkit luka lama, positifnya menjadi pelajaran," imbuhnya.

Ia tertarik lantaran dengan skala kerusuhan yang sangat besar, Jumat Kelabu hampir tak pernah menjadi perbincangan di media nasional. Bandingkan dengan kerusuhan di daerah lain, sebut saja Aceh, Papua, atau yang terdekat Sampit. Tak ada pula dorongan kuat untuk mengusut tuntas tragedi tersebut. "Padahal ini pelanggaran HAM berat," tukasnya heran.

Sisi lain, ia menyebut Jumat Kelabu sangat pelik. Berbeda dengan kerusuhan lain yang hanya punya satu-dua pemicu. "Ada ketegangan politik, ketimpangan ekonomi, kecemburuan kelas sosial, sampai menyerempet perbedaan agama," jelasnya.

Ditanya apakah ia berniat menerbitkan ulang tesisnya sebagai buku, Husnul tak mau jemawa. "Kelarin tesisnya dulu deh," ujarnya tertawa. Konflik rupanya sudah menjadi magnet tersendiri bagi Husnul. Skripsinya dulu meneliti kehadiran FPI (Front Pembela Islam) di Kalsel.

Kembali pada aksi mahasiswa, koordinator LSISK, Zainul Muslihin mengaku pesimis dengan pengusutan Jumat Kelabu. "Sudah kelewat lama, bagaimana mengusutnya? Yang penting masyarakat terus diingatkan. Jangan sampai konflik yang sama terulang," ujarnya.

Sementara pegiat Sanggar Titian Barantai, Ahmidi mengaku geram karena tidak pernah terlihat ada upaya dari pemerintah untuk mengusut tragedi itu. "Dari tahun ke tahun, tidak perkembangan atau temuan baru. Didiamkan saja," ujarnya. (fud/ran)

 


BACA JUGA

Kamis, 28 Mei 2020 11:50

Yang Tersisa dari Penerapan PSBB: Ombudsman Terima 85 Aduan Kasus Bansos

Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di empat daerah di…

Kamis, 28 Mei 2020 11:49
BREAKING NEWS

7 Tenaga Medis Diisolasi di Eks Gedung Akper

BARABAI- 25 orang warga HST di karantina di Eks Gedung…

Kamis, 28 Mei 2020 11:48

Sudah Siap untuk Normal Baru? 4 Daerah di Kalsel Masuk Tatanan Baru

BANJARBARU - Pemerintah pusat telah mempersiapkan prosedur penerapan new normal…

Kamis, 28 Mei 2020 11:44

KPU Kejar Pilkada 9 Desember

BANJARMASIN - Panjangnya masa tanggap darurat pandemi membuat penyelenggaraan Pilkada…

Kamis, 28 Mei 2020 11:42

Pasca Lebaran, Banua Cetak 73 Kasus Baru Dalam Sehari

BANJARMASIN - Prediksi kasus Covid-19 di Kalsel bakal memuncak setelah…

Kamis, 28 Mei 2020 10:45

Nasib PSBB Banjarbaru Ditentukan Hari ini

BANJARBARU - Setelah diterapkan kurang lebih 12 hari terakhir. Pembatasan…

Kamis, 28 Mei 2020 10:35

Ibnu Sina Pilih Berdamai

BANJARMASIN - Alih-alih melandai, angka kasus positif COVID-19 di Banjarmasin…

Kamis, 28 Mei 2020 10:32

Banua Anyar "Lockdown Lokal", PSBK Ternyata Lebih Ketat daripada PSBB

BANJARMASIN - PSBB jilid III di Banjarmasin berakhir empat hari lagi.…

Kamis, 28 Mei 2020 10:02

Pedagang Pasar Keraton dan Binuang Diperiksa

RANTAU – Rapid test digelar di dua pasar di Kabupaten…

Kamis, 28 Mei 2020 09:30
Pemko Banjarbaru

Wali Kota dan Wawali Kunjungi Pos Pamtas

BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani bersama Wakil Walikota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers