MANAGED BY:
SENIN
03 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Sabtu, 27 Juni 2020 09:54
Pandemi dan Indeks Pembangunan Manusia Kalsel
Foto ilustrasi

PROKAL.CO,

Infeksi Covid-19 telah menyebar ke hampir seluruh negara dan hal ini tentunya membawa dampak yang sangat signifikan terhadap seluruh aspek kehidupan manusia. Pemerintah bersama-sama dengan segenap unsur masyarakat telah melakukan berbagai upaya strategis untuk berinovasi dan mengambil langkah preventif dalam rangka meminimalkan dampak infeksi ini, namun sampai sejauh ini kasus penyebaran infeksi terus mengalami peningkatan dan belum menunjukan tanda-tanda penurunan kasus secara nasional.

========================================================
Oleh: Herry Pradana, MBA
Peneliti di Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Pemprov Kalsel
========================================================

Disrupsi yang diakibatkan oleh infeksi Covid-19 ini kemungkinan akan terus berlanjut untuk periode waktu yang cukup lama. Meskipun pada tahapan ini masih sulit mengkalkulasi secara akurat dampak akibat pandemi ini, namun penyebaran infeksi Covid-19 ini diperkirakan akan menyebabkan resesi global terburuk sejak Perang Dunia II, yang ditandai dengan menurunnya output ekonomi yang terjadi pada hampir seluruh negara.

Dampak pandemi ini juga berimbas pada tingginya angka pengangguran global yang diperkirakan akan naik ke level tertinggi sejak tahun 1965, yang pada akhirnya akan berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.

Pembangunan manusia menjadi aspek lain yang juga terkena dampak serius dari pandemi Covid-19 ini. Hal ini tentu saja menjadi langkah mundur terkait peluang memaksimalkan bonus demografi yang akan berada pada puncaknya selama periode 2020-2025, sehingga windows of opportunity yang digadang-gadang dapat mengakselerasi pertumbuhan Indonesia besar kemungkinan tidak akan optimal dampaknya. Pada rentang periode tersebut, jumlah penduduk usia tidak produktif akan lebih sedikit, hal ini akan berimbas pada menurunnya biaya investasi untuk pemenuhan kebutuhan penduduk usia tidak produktif.

Kondisi ini memberi ruang bagi pemerintah untuk mengalihkan sumber daya yang ada untuk memacu pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan penduduk secara lebih optimal. Sebaliknya, dampak pandemi secara umum akan meningkatkan angka pengangguran dan pemutusan hubungan kerja masal, sehingga tingginya jumlah penduduk usia produktif yang tidak diiringi oleh lapangan kerja yang memadai akan menjadi sumber permasalahan sosial baru seperti peningkatan angka kemiskinan, putus sekolah, kriminalitas, dsb.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 08:29

Target Fornas Sepuluh Besar

<p style="text-align: justify;"><strong>BANJARMASIN</strong> - Hari ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers