MANAGED BY:
RABU
05 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 01 Juli 2020 11:28
Polemik Pelayanan Rumah Sakit di Tengah Pagebluk; Dongkol Surat Pernyataan
ILUSTRASI: KOKO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO,

Tidak mudah mendapatkan perawatan di rumah sakit di masa pagebluk. Pasien yang ingin opname mau tidak mau harus menandatangani surat pernyataan bahwa akan ditangani sesuai standar protokol Covid-19.

-- Oleh: WAHYU RAMADHAN, Banjarmasin --

Kisah ini bermula pada bulan Ramadan tadi. Menimpa keluarga MS (35) warga Banjarmasin Timur. MS ditinggal sang paman yang wafat. Akibat tidak mendapatkan penanganan medis yang selayaknya di sebuah Rumah Sakit (RS).

Alasannya sederhana. Keluarga MS menolak menandatangani surat pernyataan yang disodorkan oleh pihak rumah sakit. Supaya sang paman ditangani dengan protokol Covid-19. "Perawat meminta membaca benar-benar isi surat pernyataan. Tepat di poin ketiga, isinya ternyata jika meninggal maka akan diterapkan protokol Covid-19," beber MS, kepada Radar Banjarmasin, kemarin (30/9) siang.

Disodori surat pernyataan itu, keluarga MS jelas menolak. Hal itu bukan tanpa alasan. MS menilai keluhan yang dialami sang paman adalah diabetes dan komplikasi. Bukan Covid-19. "Karena berkali-kali menjalani rapid test, hasilnya non reaktif," beber MS.

Dengan perasaan dongkol, keluarga MS pun batal memasukkan sang paman ke RS. Berselang beberapa waktu, sang paman pun wafat. Tepatnya pada Minggu (28/6) tadi. Di usia 60 tahun. "Saya khawatir jika penanganan RS berlebihan seperti itu, masyarakat akan segan untuk datang," tambah MS.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers