MANAGED BY:
JUMAT
18 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Jumat, 10 Juli 2020 10:27
PPDB yang Belum Merdeka
Muhammad Syamsuri, M.Pd, Guru SMAN 2 Kintap

PROKAL.CO,

Penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang menandai segera dimulainya tahun ajaran baru 2020/2021, masih menimbulkan polemik. Mulai dari peraturan yang dianggap tidak berpihak kepada peserta didik pintar dan lebih mengutamakan peserta didik “tua”, sistem zonasi yang belum menunjukkan hasil dalam pemerataan kualitas pendidikan, sampai dengan sistem pendaftaran online yang belum mampu mempermudah proses pendaftaran, bahkan cenderung menyulitkan.

===========================
Oleh: Muhammad Syamsuri, M.Pd
Guru SMAN 2 Kintap
===========================

Berdasar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 Tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan, disebutkan bahwa persyaratan calon peserta didik baru kelas 1 (satu) SD berusia 7 (tujuh) tahun sampai dengan 12 (dua belas) tahun atau paling rendah 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan. Pengecualian syarat usia paling rendah 6 (enam) tahun yaitu paling rendah 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan pada tanggal 1 Juli tahun berjalan yang diperuntukkan bagi calon peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa dan kesiapan psikis yang dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional atau rekomendasi dewan guru sekolah bersangkutan.

Redaksi dalam Permendikbud tersebut dirasa orang tua tidak memihak kepada anak yang memiliki kemampuan dia di atas rata-rata, dan seolah hanya mengutamakan usia saja dalam penerimaan peserta didik di SD. Padahal, memasukkan anak di usia lebih muda juga banyak manfaatnya, khususnya bagi peserta didik yang memiliki jiwa kompetisi tinggi, karena dalam setiap perlombaan yang diadakan selalu mensyaratkan usia maksimal. Jika peserta didik memiliki bakat bagus dalam sebuah bidang lomba, tetapi lambat masuk sekolahnya maka kesempatan untuk mengikuti lomba akan pupus, karena terganjal usia.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 tahun 2019 menyebutkan bahwa penerimaan peserta didik baru tahun ini melalui empat jalur yaitu jalur zonasi sebesar lima puluh persen, jalur afirmasi lima belas persen, jalur perpindahan domisili orang tua sebesar lima persen dan sisanya sebesar tiga puluh persen untuk jalur prestasi.

Sistem zonasi yang diterapkan sejak beberapa tahun lalu tidak semuanya berdampak positif, tetapi juga berdampak negatif. Dampak positif penerapan sistem ini antara lain, sekolah pinggiran berpeluang mendapat peserta didik baru yang lebih banyak dibanding sebelum diterapkannnya sistem zonasi.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 07 September 2020 11:46

Menata Kembali Lembaga Independen

Pasca runtuhnya rezim Orde Baru tepatnya 22 tahun yang lalu,…

Sabtu, 05 September 2020 10:39

Subsidi Kuota Bukan Solusi Tunggal

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia telah berdampak secara signifikan pada…

Kamis, 03 September 2020 11:34

Geliat Maskapai Penerbangan Pasca-PSBB

PASCA berakhirnya aturan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di sejumlah…

Kamis, 03 September 2020 11:33

Pilkada Banjarbaru: Antara Nama dan Kalkulasi Politik

POLITIK sepertinya tak memberi kesempatan untuk tanah di pusara Walikota…

Kamis, 03 September 2020 11:31

Merangsang Harapan

STIMULUS dan resesi menjadi istilah ekonomi yang paling sering disebut…

Selasa, 01 September 2020 16:08

Bu Tejo dan Literasi Sosial

Tokoh Bu Tejo dalam film pendek “Tilik” menjadi begitu fenomenal dalam…

Senin, 31 Agustus 2020 11:56

Menyoal Perwali Penegakan Hukum Protokol Kesehatan

Kota Banjarmasin merupakan salah satu daerah penyebaran Covid-19 yang cukup…

Jumat, 28 Agustus 2020 11:28

Antara Calon Tunggal dan Kotak Kosong

KEMELUT soal pencalonan kepala daerah selalu menjadi topik hangat di…

Jumat, 28 Agustus 2020 11:25

Sensus Penduduk September

KALIMANTAN SELATAN termasuk sebagai provinsi di Indonesia yang capaian Sensus…

Kamis, 27 Agustus 2020 11:52

Poros Sesat

BILA murid salah, guru akan meluruskan. Jika wartawan keliru, pembaca…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers