MANAGED BY:
RABU
17 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 11 Juli 2020 11:02
Menyaksikan Ritual Basasuruk Masyarakat Dayak Meratus Kecamatan Piani: Pengganti Aruh Adat, Tetap Ada Pamali
BACA DOA: Ritual Basasuruk dilaksanakan di Desa Pipitak Jaya sebagai tolak bala pengganti karena tak bisa melakukan aruh adat.

Banyak ritual adat yang dilakukan oleh masyarakat Dayak Meratus Kecamatan Piani. Salah satunya ritual Basasuruk. Seperti apakah ritual ini?

-- Oleh: RASIDI FADLI, Rantau --

Musim panen sudah datang. Bagi masyarakat Dayak Meratus Kecamatan Piani, menyambut hasil panen yang melimpah selalu dilaksanakan aruh adat di balai adat. Beberapa balai yang berada di Desa Kecamatan Piani sudah melaksanakan aruh adat. Tapi untuk balai di Desa Pipitak Jaya, tahun ini tidak bisa melaksanakan aruh yang biasanya dihadiri ratusan orang.

Kendalanya balai adat yang sudah tidak bisa digunakan lagi. Terpaksa ritual Basasuruk dilaksanakan di pinggir jalan.

Ritual ini sama dengan tolak bala yang beberapa waktu lalu dilakukan oleh tetuha adat. Bedanya kali ini dilakukan oleh beberapa orang.

Bangunan persegi empat tempat menaruh sesaji dikelilingi dengan daun kelapa muda. Hampir satu jam berbagai macam doa kepercayaan mereka dibacakan hingga selesai.

Ritual ini juga disaksikan warga satu kampung. Termasuk Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Tapin, Karliansyah, Kapolsek Piani Iptu Sufian Noor, dan Danramil Piani Kapten Inf Waloyo.

Rusdiansyah menjelaskan bahwa ritual Basasuruk sebagai pengganti aruh adat. Seperti tolak bala karena tahun ini tidak bisa melaksanakan aruh. "Seharusnya tahun ini kami aruh di balai. Tapi, balai yang baru belum dibangun. Sedangkan balai yang lama sudah tidak bisa dipakai lagi," ucap pria yang biasa dikenal dengan Pangbalum.

Dijelaskan Rusdiansyah, balai yang lama lokasinya akan tenggelam. Dampak dari pembangunan bendungan yang masuk proyek strategis nasional. Ganti rugi memang sudah ada. Tapi kalau dihitung-hitung, masih belum cukup. "Karena itulah, kami meminta kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tapin bisa membantu," tuturnya.

Seperti ritual tolak bala, Basasuruk juga ada hal yang tidak boleh dilakukan setelah keesokan harinya. Tidak boleh belanja, tidak boleh mandi, tidak boleh memasak ikan, tidak boleh membuat kue, tidak bisa memotong kayu, dan lain-lain. "Kami menyebutnya pamali. Kalau melanggar harus denda. Dendanya memakai sarung di balai adat," katanya, seraya berkata pamali hanya berlaku satu hari.

Berhubung ritual Basasuruk juga termasuk tolak bala, kalau salah satu larangan ada dilanggar maka apa yang sudah dipagar akan runtuh. "Artinya hilang keyakinan," jelasnya.

Ketua DAD Tapin, Karliansyah menambahkan makna dan tujuan Basasuruk tidak lain tolak bala. Masyarakat adat mendirikan janji atau nazar kalau dalam setahun tidak melaksanakan aruh maka ritual ini akan dilakukan. "Kebetulan sekarang Covid-19 lagi mewabah. Melalui kepercayaan dan budaya di sini ikut berpartisipasi agar virus corona tidak masuk ke Kecamatan Piani khususnya, dan Kabupaten Tapin secara umum," katanya.(dye/ema)


BACA JUGA

Jumat, 15 Juli 2022 11:24

Kisah Pencari Burung di Hutan Kotabaru dan Tanbu, Dipancing Pakai Burung, Ketemu Mahluk Gaib Diam Saja

Belum banyak orang tahu, mencari burung di hutan sangat banyak…

Selasa, 07 Juni 2022 11:22

Siti Farida, Perempuan Kalsel yang Rutin Berenang di Sungai Aare, Permisi Pada Penjaga Sungai

“Datu-Datu, ulun permisi handak bekunyung di sini.” Mantra itu diucapkan…

Minggu, 17 April 2022 20:30

Munggu Ringkit Perlu Surau dan Pengajar Agama

Jauh di perbatasan, nasib warga Dusun Munggu Ringkit belum semulus…

Jumat, 18 Maret 2022 12:04

Ini Dia Astakona, Tumpeng Khas Banjar

Di Jawa, nasi tumpeng menjadi sajian pelengkap momen-momen penting. Tapi…

Jumat, 18 Maret 2022 12:00

Menilik Pembuatan Gelang Khas Kalimantan: Ternyata Sepupu Kupiah Jangang dan Dipercaya Penolak Parang Maya

Bermodal akar jangang, sebuah gelang unik pun dihasilkan. Inilah gelang…

Sabtu, 12 Februari 2022 13:11

Banyak Yang Tak Tahu, Ada Pemakaman Belanda di Kotabaru, Sayangnya Tak Dirawat

 Banyak yang belum mengatahui ada kompleks makam Belanda di Kabupaten…

Sabtu, 12 Februari 2022 13:10

Sejarah Menarik Nama Teluk Miliar, Kenapa Disebut Demikian?

 Pernah dengar nama teluk miliar? Bagi warga Marabahan nama ini…

Selasa, 08 Februari 2022 11:15

Nekat Terobos Pemukiman, Deti Si Lutung Takkan Selincah Dulu

 Dua ekor lutung yang malang. Asyik mencari makan di atas…

Senin, 31 Januari 2022 10:17

Sarigading, Jamu Paling Terkenal di Masanya, Ini Awal Mula Kisahnya...

Tahu lah pian? Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah ada jamu…

Senin, 31 Januari 2022 10:14

Makam Massal Tragedi 23 Mei 1997 yang Mulai Dilupakan

Tragedi Jumat Kelabu di Banjarmasin pada 23 Mei 1997 silam…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers