MANAGED BY:
RABU
12 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Kamis, 23 Juli 2020 10:24
Pandemi, Sistem Sosial dan New Normal
Foto hanya ilustrasi

PROKAL.CO,

COVID-19 atau Coronavirus Disease 2019 menghantam Indonesia dengan begitu kuatnya. Angin ketidaksiapan penyelenggara negara dan segenap tatanan sosial seketika terlihat ketika harus menyesuaikan dengan kehidupan pasca pandemi. Koordinasi antarlembaga negara yang masih lemah, eksekusi kebijakan yang dirasa masih belum tepat sasaran dan masyarakat yang belum konsisten dalam menerapkan protokol kenormalan baru, masih menjadi topik hangat yang menghiasi pemberitaan.

==========================
Oleh: Muhammad Luthfi Farizan
Mahasiswa Sosiologi FISIP ULM
==========================

Mengutip dari Badan Bahasa Kemendikbud, kenormalan baru adalah istilah untuk menjelaskan keadaan normal yang baru (yang belum pernah terjadi sebelumnya). Kebijakan kenormalan baru sendiri diambil untuk mempercepat penanganan Covid-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi. Hal ini mengisyaratkan bahwa pada kenormalan baru masyarakat harus menerima kenyataan untuk hidup berdampingan dengan corona, dengan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat. Seperti memakai masker ketika keluar rumah, mencuci tangan, menjaga jarak fisik, work from home dan tidak bersentuhan (bersalaman ataupun berjabat tangan).

Perubahan sosial merupakan hukum pasti dari setiap masyarakat dan sifat sejarah yang einmalig atau hanya terjadi satu kali, serta tidak berulang menandakan bahwa pada pasca Covid-19 kita sebenarnya telah memasuki fase baru peradaban manusia. Fase di mana kehidupan tidak akan kembali lagi kepada semua kenormalan yang ada pada saat pra-pandemi.

Satu-satunya cara agar menjadikan fase ini normal adalah dengan menjadikan kenormalan baru sebagai cara untuk menjalani hidup kedepannya. Hingga suatu saat kenormalan baru akan menjadi kenormalan yang tunggal dan menggantikan konsep normal sebelumnya.

Covid-19 sebagai sesuatu yang di luar kehidupan sosial memiliki kekuatan yang sangat besar untuk memicu perubahan yang lebih cepat dan membawa masyarakat kepada tingkatan hidup yang baru. Tentu tidak mudah untuk masyarakat beradaptasi dengan cepat. Sebab perlu ada proses sosial dan akulturasi nilai oleh seluruh sistem sosial terhadap keadaan saat ini. Hal inilah yang apabila dilihat dari sudut pandang sosiologi disebut sebagai struktural fungsional. Setiap bagian masyarakat memiliki peran penting dan saling berhubungan dalam menanggapi setiap perubahan yang terjadi di lingkungan sosial. Oleh sebab itu, perlu melihat bagaimana keterkaitan perubahan sosial akibat pandemi dengan kemampuan masyarakat untuk merespons perubahan.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 08:29

Target Fornas Sepuluh Besar

<p style="text-align: justify;"><strong>BANJARMASIN</strong> - Hari ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers