MANAGED BY:
RABU
12 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Senin, 27 Juli 2020 08:53
Tak Teliti, Berujung Kerugian di Tes CPNS
Zayanti Mandasari, Asisten Bidang Pecegahan Maladministrasi Ombudsman RI Kalsel

PROKAL.CO,

Menjadi PNS/ASN merupakan salah satu impian banyak orang di Indonesia. Hal ini terindikasi dari banyaknya jumlah pelamar dalam setiap pelaksanaan tes CPNS. Misalnya pada akhir tahun 2019 lalu, Badan Kepegawaian Nasional (BKN) menyampaikan, jumlah pelamarsebanyak 5.056.585 orang. Jumlah ini naik dibandingkan data tahun 2018, yakni mencapai 4.436.694 pelamar.

====================
Oleh: Zayanti Mandasari
Asisten Bidang Pecegahan Maladministrasi Ombudsman RI Kalsel
====================

Selain motivasi untuk mengabdi pada negara, kemungkinan besar alasan lain orang berlomba-lomba untuk menjadi ASN, karena adanya jaminan hari tua (hak pensiun). Bagaimana tidak, dengan hak pensiun jaminan hari tua dari segi materi semakin pasti, walau tak lagi bekerja sebagai ASN, namun tetap mendapatkan gaji tiap bulannya.

Tingginya ekspektasi mendapatkan hak pensiun, khususnya bagi ASN yang telah mencapai batas usia pensiun (BUP), menyebabkan pensiunan ASN datang ke kantor Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan, untuk menyampaikan pengaduan atas dugaan diskriminasi pemberian hak pensiun. Hal tersebut disampaikan oleh 3 orang pensiunan di ASN di salah satu daerah di Kalsel di akhir tahun 2019.

Ketiganya diberhentikan dengan hormat sebagai ASN karena telah mencapai BUP, namun masa kerja ketiganya sebagai ASN belum mencapai 5 tahun. Sehingga keluar surat dari Kepala BKN, bahwa ketiganya tidak berhak menerima pensiun. Namun rekan pensiunan PNS yang mencapai BUP lainnya, mendapatkan hak pensiun, padahal masa kerjanya juga belum mencapai 5 tahun, dan yang bersangkutan menerima hak pensiunan bulanan, berdasarkan Keputusan Kepala BKN.

Pengaduan yang sama kembali terulang, hanya berjeda tiga minggu. Pelapor adalah pensiunan dari daerah lain, yang juga berada di Kalsel. Pelapor adalah ASN yang telah mencapai BUP, dengan masa kerja 4 tahun 5 bulan. Ia diberhentikan dengan hormat sebagai ASN tanpa hak pensiun. Namun, ada ASN yang juga mencapai BUP, dan masa kerja tidak mencapai 5 tahun, mendapatkan hak pensiun setiap bulannya.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 08:29

Target Fornas Sepuluh Besar

<p style="text-align: justify;"><strong>BANJARMASIN</strong> - Hari ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers