MANAGED BY:
RABU
23 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Senin, 03 Agustus 2020 10:01
Penguatan Agraria dan Gagasan Dr Moerjani
Haris Zaky Mubarak, MA, Sejarawan dan Direktur Jaringan Studi Indonesia

PROKAL.CO,

Indonesia dan Turki telah bersepakat meningkatkan nilai perdagangan di bidang pertanian hingga 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp 146 triliun. Kesepakatan ini dihasilkan pada saat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berkunjung ke Kementerian Pertanian dan Kehutanan Turki di Ankara, Kamis (23/7) lalu.

=========================
Oleh: Haris Zaky Mubarak, MA
Sejarawan
Direktur Jaringan Studi Indonesia
=========================

Kabar ini tentu saja menjadi sebuah diskusi yang menarik tentang makin seriusnya upaya pemerintah terhadap penguatan sektor pertanian  di Indonesia. Sebelumnya pada awal bulan Juli 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan beberapa jajaran kementerian lainnya berkunjung ke Kalimantan Tengah (Kalteng) guna meninjau tentang realisasi pembangunan food estate atau lumbung pangan seluas 178 ribu hektare di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng pada 9 Juli 2020.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa terdapat sekitar 165 ribu hektare lahan potensial di Kalteng yang nantinya dapat dijadikan sebagai pengembangan kawasan lumbung pangan nasional. Food estate adalah proyek strategis nasional yang menghabiskan banyak uang negara, maka harus direncanakan dengan baik, terukur dan bertanggung jawab. Kedepankan empat pendekatan melalui pengembangan wilayah, integrasi sektor dan subsektor, lingkungan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Pengembangan lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa, dalam hal ini Kalimantan Tengah, diharapkan Presiden RI Joko Widodo dapat menjadi sumber cadangan logistik nasional untuk mencegah kekurangan pasokan pangan dalam negeri. Korporasi petani menjadi basis pengembangan, yang terkonsolidasi dalam kelompok tani atau Poktan, dengan mengoptimalkan peran penyuluh pertanian melalui input sumber daya, proses pelembagaan dan output promosI.

Presiden Jokowi menginstruksikan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengembangkan konsep pertanian dari hulu ke hilir, kluster berbasis korporasi petani, diversifikasi pangan, hortikultura dan ternak. Selain itu inisiasi lumbung pangan nasional berupa pertanian modern melalui mekanisasi dan pertanian 4.0, serta melakukan inovasi maju dengan menjual produk olahan bukan mentah.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 07 September 2020 11:46

Menata Kembali Lembaga Independen

Pasca runtuhnya rezim Orde Baru tepatnya 22 tahun yang lalu,…

Sabtu, 05 September 2020 10:39

Subsidi Kuota Bukan Solusi Tunggal

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia telah berdampak secara signifikan pada…

Kamis, 03 September 2020 11:34

Geliat Maskapai Penerbangan Pasca-PSBB

PASCA berakhirnya aturan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di sejumlah…

Kamis, 03 September 2020 11:33

Pilkada Banjarbaru: Antara Nama dan Kalkulasi Politik

POLITIK sepertinya tak memberi kesempatan untuk tanah di pusara Walikota…

Kamis, 03 September 2020 11:31

Merangsang Harapan

STIMULUS dan resesi menjadi istilah ekonomi yang paling sering disebut…

Selasa, 01 September 2020 16:08

Bu Tejo dan Literasi Sosial

Tokoh Bu Tejo dalam film pendek “Tilik” menjadi begitu fenomenal dalam…

Senin, 31 Agustus 2020 11:56

Menyoal Perwali Penegakan Hukum Protokol Kesehatan

Kota Banjarmasin merupakan salah satu daerah penyebaran Covid-19 yang cukup…

Jumat, 28 Agustus 2020 11:28

Antara Calon Tunggal dan Kotak Kosong

KEMELUT soal pencalonan kepala daerah selalu menjadi topik hangat di…

Jumat, 28 Agustus 2020 11:25

Sensus Penduduk September

KALIMANTAN SELATAN termasuk sebagai provinsi di Indonesia yang capaian Sensus…

Kamis, 27 Agustus 2020 11:52

Poros Sesat

BILA murid salah, guru akan meluruskan. Jika wartawan keliru, pembaca…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers